Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Bagaimana Potensi Pajak dan Tax Effort di Negara-Negara Asia?

A+
A-
0
A+
A-
0
Bagaimana Potensi Pajak dan Tax Effort di Negara-Negara Asia?

PAJAK merupakan salah satu instrumen utama dalam kebijakan fiskal yang penting untuk diperkuat guna mendanai kebutuhan belanja yang makin besar akibat pandemi Covid-19. Tak hanya itu, setoran pajak yang kuat juga untuk menjaga keberlangsungan utang pemerintah.

Namun, hingga saat ini masih terdapat banyak negara berkembang di Asia dengan tax ratio di bawah 13%. Padahal, tax ratio di atas 13% diperlukan untuk mendanai berbagai program yang diamanatkan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Merujuk pada background paper terbitan ADB yang bertajuk Priorities for Strengthening Key Revenue Sources in Asia, tampak masih terdapat banyak negara Asia yang realisasi penerimaan pajaknya masih jauh dari kapasitasnya (tax capacity).

Baca Juga: Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun


Dalam laporan tersebut, tax capacity didefinisikan sebagai level maksimum teoretis penerimaan pajak yang dapat dimobilisasi oleh suatu negara sejalan dengan karakteristik struktural dari perekonomian negara yang dimaksud.

Bila dibandingkan dengan kinerja penerimaan pajaknya, terlihat masih banyak negara yang realisasi pajaknya masih jauh dari tax capacity. Rendahnya penerimaan pajak dibandingkan dengan tax capacity mencerminkan rendahnya tax effort.

Baca Juga: Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Tax effort merupakan rasio penerimaan pajak terhadap tax capacity. Bila suatu negara memiliki tax effort sebesar 1 maka penerimaan pajak negara tersebut sudah mencapai tax capacity yang diestimasikan.

Besarnya potensi pajak yang belum dapat dioptimalkan dan rendahnya tax effort bisa jadi disebabkan sempitnya basis pajak akibat banyaknya fasilitas pengecualian dan pembebasan pajak serta akibat tingginya ketidakpatuhan pajak.

Secara khusus, negara-negara dengan penerimaan pajak dan tax effort yang rendah masih memiliki ruang untuk dapat meningkatkan penerimaan pajak tanpa menimbulkan distorsi dan biaya tambahan terhadap perekonomian.

Baca Juga: Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Merujuk pada data, tampak negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, India, hingga Thailand memiliki tax effort yang rendah dan masih memiliki ruang yang luas untuk meningkatkan penerimaan pajak sesuai dengan tax capacity-nya. (rig)

Topik : narasi data, statistik pajak, tax effort, penerimaan pajak, tax ratio, pajak, tax capacity

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:00 WIB
ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

Makin Simpel! NIK sebagai NPWP Jadi Tonggak Awal 'Single Sign On'

Sabtu, 21 Mei 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Warning Bea Cukai Soal Belanja Online dan Harta PPS Tak Diperiksa Lagi

Sabtu, 21 Mei 2022 | 07:00 WIB
KOTA PEKANBARU

Sudah Ada Pemutihan, Piutang PBB-P2 Belum Tertagih Tembus Rp548,9 M

berita pilihan

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Fokus Lakukan Konsolidasi Fiskal, Ternyata Ini Alasannya

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

Minggu, 22 Mei 2022 | 17:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran PPh Badan dan Migas Berkorelasi Positif dengan Harga Komoditas

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:30 WIB
KANWIL DJP DI YOGYAKARTA

Rekening, Tanah Hingga Perhiasan Bos Sembako Ini Disita Petugas Pajak

Minggu, 22 Mei 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Jaminan untuk Penundaan Pembayaran Cukai

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Presiden Baru Korea Selatan Bakal Rasionalisasi Tarif Pajak Korporasi

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Perusahaan AS yang Bayar Pajak ke Rusia Bakal Dapat Disinsentif

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:30 WIB
KPP MADYA SURAKARTA

Tak Kunjung Lunasi Utang Pajak, 7 Mobil Akhirnya Disita Sekaligus