Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Awas, DJBC Siap Bidik Pengedar Rokok Ilegal Lagi

2
2

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi. (foto: istimewa)

JAKARTA, DDTCNews – Penegakan hukum akan menjadi andalan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) untuk mengamankan target penerimaan tahun ini. Apalagi, tidak ada kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) untuk tahun anggaran 2019.

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan strategi penegakan hukum yang sudah dijalankan pada 2018 akan kembali diulang tahun ini. Strategi ini terbukti efektif untuk mengamankan target penerimaan di 2018.

Adapun target sasaran tetap kepada porsi terbesar penerimaan otoritas, yakni cukai rokok. Pelaku bisnis ilegal, menurutnya, akan menerima perlakuan serupa tahun ini agar beralih ke bisnis legal dan membeli pita cukai resmi.

Baca Juga: Soal Potensi Pemborongan Pita Cukai Rokok, Ini Kata Dirjen Bea Cukai

“Kami lakukan penertiban cukai yang berisiko tinggi. Untuk impor ilegal juga sama kita sinergi dengan [Ditjen] pajak dan aparat penegak hukum,” katanya di Kantor Kemenkeu, Senin (7/1/2019).

Selain itu, sinergi akan terus ditingkatkan, baik dengan kementerian/lembaga (K/L) maupun pelaku usaha. Penguatan sinergi dengan pelaku usaha dilakukan agar pangsa pasar tetap diisi oleh produk legal.

Sementara itu, sinergi dengan K/L dilakukan untuk terus menekan eksistensi produk ilegal di pasaran. Target yang dipasang tidak main-main, yakni menekan pangsa produk ilegal dari 7% pada 2018 menjadi 3% pada 2019.

Baca Juga: Pita Cukai Rokok yang Lama Masih Bisa Dipakai Sampai 1 Februari 2020

“Caranya menggempur [produk ilegal], kami sinergi dengan [Ditjen] pajak dan TNI/Polri. Kami operasi bersama. Targetnya tahun ini kami diminta oleh pimpinan untuk turun dari 2018 yang 7,04% menjadi 3% tahun ini,” kata Heru.

Sebagai informasi, penerimaan kepabeanan dan cukai 2019 dipatok senilai Rp208,8 triliun. Target ini naik 7,57% dari target tahun 2018 sebesar Rp194,1 triliun. Dari nilai tersebut, penerimaan cukai masih mendominasi dengan target Rp165,5 triliun. Target ini hanya naik 6,50% dari APBN 2018 senilai Rp155,4 triliun. (kaw)

Baca Juga: Resmi Dirilis, Ini Rincian Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Adapun target sasaran tetap kepada porsi terbesar penerimaan otoritas, yakni cukai rokok. Pelaku bisnis ilegal, menurutnya, akan menerima perlakuan serupa tahun ini agar beralih ke bisnis legal dan membeli pita cukai resmi.

Baca Juga: Soal Potensi Pemborongan Pita Cukai Rokok, Ini Kata Dirjen Bea Cukai

“Kami lakukan penertiban cukai yang berisiko tinggi. Untuk impor ilegal juga sama kita sinergi dengan [Ditjen] pajak dan aparat penegak hukum,” katanya di Kantor Kemenkeu, Senin (7/1/2019).

Selain itu, sinergi akan terus ditingkatkan, baik dengan kementerian/lembaga (K/L) maupun pelaku usaha. Penguatan sinergi dengan pelaku usaha dilakukan agar pangsa pasar tetap diisi oleh produk legal.

Sementara itu, sinergi dengan K/L dilakukan untuk terus menekan eksistensi produk ilegal di pasaran. Target yang dipasang tidak main-main, yakni menekan pangsa produk ilegal dari 7% pada 2018 menjadi 3% pada 2019.

Baca Juga: Pita Cukai Rokok yang Lama Masih Bisa Dipakai Sampai 1 Februari 2020

“Caranya menggempur [produk ilegal], kami sinergi dengan [Ditjen] pajak dan TNI/Polri. Kami operasi bersama. Targetnya tahun ini kami diminta oleh pimpinan untuk turun dari 2018 yang 7,04% menjadi 3% tahun ini,” kata Heru.

Sebagai informasi, penerimaan kepabeanan dan cukai 2019 dipatok senilai Rp208,8 triliun. Target ini naik 7,57% dari target tahun 2018 sebesar Rp194,1 triliun. Dari nilai tersebut, penerimaan cukai masih mendominasi dengan target Rp165,5 triliun. Target ini hanya naik 6,50% dari APBN 2018 senilai Rp155,4 triliun. (kaw)

Baca Juga: Resmi Dirilis, Ini Rincian Kenaikan Tarif Cukai Rokok
Topik : cukai hasil tembakau, rokok, bea cukai, Heru Pambudi
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 23 Oktober 2019 | 20:01 WIB
KABINET INDONESIA MAJU
Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:45 WIB
WACANA PEMBENTUKAN BADAN PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:31 WIB
RAPAT TAHUNAN KE-49 SGATAR
Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:03 WIB
KENAIKAN TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU
berita pilihan
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 07 Oktober 2019 | 17:36 WIB
SE-24/2019
Kamis, 01 Agustus 2019 | 14:11 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:35 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP
Senin, 06 Mei 2019 | 18:37 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA