Fokus
Literasi
Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

Apa Itu PKP Kegiatan Usaha Tertentu?

A+
A-
2
A+
A-
2
Apa Itu PKP Kegiatan Usaha Tertentu?

PENGENAAN PPN pada hakikatnya menyasar konsumsi pribadi yang dilakukan konsumen akhir. Untuk memastikan beban PPN tidak sampai ditanggung pengusaha kena pajak (PKP), PKP diberikan hak untuk mengkreditkan pajak masukannya terhadap pajak keluaran.

Pengkreditan pajak masukan juga dapat menjamin PKP hanya memungut PPN atas hasil pengurangan antara pajak keluaran dan pajak masukan. Dengan demikian, mekanisme pengkreditan pajak masukan dapat memastikan PPN hanya dipungut atas nilai tambah.

Pasal 9 ayat (2a) UU PPN menyatakan pajak masukan dikreditkan dengan pajak keluaran pada masa yang sama. Namun, penghitungan besarnya pajak masukan yang dapat dikreditkan untuk PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu sedikit berbeda.

Baca Juga: Banyak yang Makin Kaya Selama Pandemi, Negara Ini Pajaki Barang Mewah

PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu diharuskan menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan pajak masukan. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam menghitung PPN yang harus disetor oleh PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu. Lantas, apa yang dimaksud dengan PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu?

Definisi
KETENTUAN mengenai PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu di antaranya diatur dalam UU PPN dan Peraturan Menteri Keuangan No.79/PMK.03/2010. Berdasarkan beleid tersebut, PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu terbentuk dari kata ‘PKP’ dan ‘kegiatan usaha tertentu’.

Mengacu Pasal 1 angka 15 dan Pasal 1 angka 3 PMK 79/2010, PKP adalah pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak (PKP) dan/atau penyerahan jasa kena pajak (JKP) yang dikenai pajak berdasarkan UU PPN.

Baca Juga: Apa Itu Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha?

Sementara itu, kegiatan usaha tertentu adalah kegiatan usaha yang semata-mata melakukan di antara 2 jenis usaha. Pertama, penyerahan kendaraan bermotor bekas secara eceran (Pasal 1 angka 4 huruf a). Kedua, penyerahan emas perhiasan secara eceran (Pasal 1 angka 4 huruf b).

Dalam implementasinya, PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu tersebut wajib menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan pajak masukan dalam menghitung besarnya pajak masukan yang dapat dikreditkan.

Pedoman penghitungan pajak masukan tersebut berupa persentase tertentu dari pajak keluaran. Misal, untuk PKP penjual kendaraan bermotor bekas secara eceran, besaran pajak masukan yang dapat dikreditkan adalah sebesar 90% dari pajak keluaran.

Baca Juga: Makin Banyak! Bappebti Rilis 383 Aset Kripto yang Legal Diperdagangkan

Namun, ketentuan mengenai pedoman penghitungan pajak masukan atas penyerahan emas perhiasan dalam PMK 79/2010 telah dicabut. Ketentuan terkait dengan penyerahan PPN atas emas perhiasan saat ini diatur dalam PMK No. 30/2014.

Pencabutan itu juga dilakukan terhadap Pasal 1 angka 3 huruf b PMK 79/2010 yang menerangkan penyerahan emas perhiasan secara eceran termasuk cakupan kegiatan usaha tertentu. Dengan demikian, definisi kegiatan usaha tertentu dalam PMK 79/2010 tidak lagi mencakup penyerahan emas perhiasan secara eceran.

Simpulan
Dalam konteks PMK 79/2010, PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu (PKP kegiatan usaha tertentu) adalah PKP yang kegiatan usahanya semata-mata menyerahkan kendaraan bermotor bekas secara eceran. (rig)

Baca Juga: Aturan PPN Terbaru atas Kegiatan Membangun Sendiri, Cek di Sini!

Topik : kamus pajak, kamus, PPN, pengusaha kena pajak, pajak masukan, pajak keluaran

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 02 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Catat! PSE dan PPN PMSE adalah Hal yang Berbeda Meski Bisa Beririsan

Selasa, 02 Agustus 2022 | 13:55 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemungut PPN PMSE Diblokir Kominfo, Ditjen Pajak Bakal Koordinasi

Senin, 01 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu?

Senin, 01 Agustus 2022 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Walau Diblokir Kemenkominfo, Steam Tetap Setor Pajak ke DJP

berita pilihan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Keterbukaan Informasi Perpajakan Punya Peran dalam Menekan Korupsi

Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Menyimak Lagi Siasat DJBC Lindungi Perusahaan dari Pukulan Pandemi

Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha?

Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:05 WIB
PER-03/PJ/2022

Upload Faktur Pajak Muncul Eror ETAX-API-10041, Perhatikan Tanggalnya

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:10 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Kembangkan CRM-BI, Data Keuangan dan Aset Wajib Pajak Berperan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:30 WIB
PMK 112/2022

NIK Jadi NPWP Bisa Dorong Standardisasi Identitas, Ini Alasannya

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:09 WIB
PER-03/PJ/2022

Isi Keterangan Jenis Barang dalam Faktur Pajak? Begini Ketentuannya

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:00 WIB
KPP PRATAMA BATANG

WP Tak Lunasi Tagihan Rp285 Juta, Kantor Pajak Adakan Penyitaan Aset

Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:30 WIB
CRYPTOCURRENCY

Makin Banyak! Bappebti Rilis 383 Aset Kripto yang Legal Diperdagangkan