Review
Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 11:42 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:00 WIB
TIPS PERPAJAKAN
Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:00 WIB
KAMUS KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:05 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (7)
Senin, 18 Oktober 2021 | 19:04 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 OKTOBER - 26 OKTOBER 2021
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Senin, 18 Oktober 2021 | 18:54 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:42 WIB
HASIL SURVEI PAJAK KARBON
Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:15 WIB
HASIL DEBAT 23 SEPTEMBER - 11 OKTOBER 2021
Senin, 11 Oktober 2021 | 11:05 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Apa Itu PKP Kegiatan Usaha Tertentu?

A+
A-
2
A+
A-
2
Apa Itu PKP Kegiatan Usaha Tertentu?

PENGENAAN PPN pada hakikatnya menyasar konsumsi pribadi yang dilakukan konsumen akhir. Untuk memastikan beban PPN tidak sampai ditanggung pengusaha kena pajak (PKP), PKP diberikan hak untuk mengkreditkan pajak masukannya terhadap pajak keluaran.

Pengkreditan pajak masukan juga dapat menjamin PKP hanya memungut PPN atas hasil pengurangan antara pajak keluaran dan pajak masukan. Dengan demikian, mekanisme pengkreditan pajak masukan dapat memastikan PPN hanya dipungut atas nilai tambah.

Pasal 9 ayat (2a) UU PPN menyatakan pajak masukan dikreditkan dengan pajak keluaran pada masa yang sama. Namun, penghitungan besarnya pajak masukan yang dapat dikreditkan untuk PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu sedikit berbeda.

Baca Juga: Nunggak Bayar PPN, 7 Mobil Milik Perusahaan Disita DJP

PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu diharuskan menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan pajak masukan. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam menghitung PPN yang harus disetor oleh PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu. Lantas, apa yang dimaksud dengan PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu?

Definisi
KETENTUAN mengenai PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu di antaranya diatur dalam UU PPN dan Peraturan Menteri Keuangan No.79/PMK.03/2010. Berdasarkan beleid tersebut, PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu terbentuk dari kata ‘PKP’ dan ‘kegiatan usaha tertentu’.

Mengacu Pasal 1 angka 15 dan Pasal 1 angka 3 PMK 79/2010, PKP adalah pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak (PKP) dan/atau penyerahan jasa kena pajak (JKP) yang dikenai pajak berdasarkan UU PPN.

Baca Juga: Apa Itu Edukasi Perpajakan?

Sementara itu, kegiatan usaha tertentu adalah kegiatan usaha yang semata-mata melakukan di antara 2 jenis usaha. Pertama, penyerahan kendaraan bermotor bekas secara eceran (Pasal 1 angka 4 huruf a). Kedua, penyerahan emas perhiasan secara eceran (Pasal 1 angka 4 huruf b).

Dalam implementasinya, PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu tersebut wajib menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan pajak masukan dalam menghitung besarnya pajak masukan yang dapat dikreditkan.

Pedoman penghitungan pajak masukan tersebut berupa persentase tertentu dari pajak keluaran. Misal, untuk PKP penjual kendaraan bermotor bekas secara eceran, besaran pajak masukan yang dapat dikreditkan adalah sebesar 90% dari pajak keluaran.

Baca Juga: Omzet UMKM di Bawah Rp500 Juta, Tidak Perlu Bayar Pajak Lagi?

Namun, ketentuan mengenai pedoman penghitungan pajak masukan atas penyerahan emas perhiasan dalam PMK 79/2010 telah dicabut. Ketentuan terkait dengan penyerahan PPN atas emas perhiasan saat ini diatur dalam PMK No. 30/2014.

Pencabutan itu juga dilakukan terhadap Pasal 1 angka 3 huruf b PMK 79/2010 yang menerangkan penyerahan emas perhiasan secara eceran termasuk cakupan kegiatan usaha tertentu. Dengan demikian, definisi kegiatan usaha tertentu dalam PMK 79/2010 tidak lagi mencakup penyerahan emas perhiasan secara eceran.

Simpulan
Dalam konteks PMK 79/2010, PKP yang melakukan kegiatan usaha tertentu (PKP kegiatan usaha tertentu) adalah PKP yang kegiatan usahanya semata-mata menyerahkan kendaraan bermotor bekas secara eceran. (rig)

Baca Juga: Gelar Webinar, USU & Kanwil DJP Sumut I Bahas Pajak Transaksi Digital

Topik : kamus pajak, kamus, PPN, pengusaha kena pajak, pajak masukan, pajak keluaran

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:30 WIB
KONSULTASI PAJAK

UU HPP Disahkan, Peraturan Pajak Mana yang Harus Dirujuk?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:00 WIB
KINERJA FISKAL

Ini Alasan Pemerintah Yakin Transisi Konsolidasi Fiskal Berjalan Mulus

berita pilihan

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:00 WIB
TIPS PERPAJAKAN

Lapor LACK-11 ke Bea Cukai, Ini Cara Daftar Akun Portal Pengguna Jasa

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:00 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP

DJP Lakukan Digitalisasi Surat Tagihan Pajak, Ini Tujuannya

Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:30 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP

Uji Coba KPP Mikro Tidak Dilanjutkan, Ini Hasil Evaluasi DJP

Rabu, 20 Oktober 2021 | 14:00 WIB
UU CIPTA KERJA

UMKM Dapat Porsi 40% Anggaran Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:30 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP

Pemanfaatan Insentif Sumbang 22,1% Penurunan Penerimaan Pajak 2020

Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:00 WIB
KOTA SURAKARTA

Nunggak Bayar PPN, 7 Mobil Milik Perusahaan Disita DJP

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:00 WIB
KAMUS KEBIJAKAN PAJAK

Apa Itu Edukasi Perpajakan?

Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:20 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

5 Jenis Natura atau Kenikmatan yang Dikecualikan dari Objek Pajak