Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Rabu, 19 Januari 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Anggaran Mulai Surplus, Otoritas Belum Mau Turunkan Tarif PPN

A+
A-
0
A+
A-
0
Anggaran Mulai Surplus, Otoritas Belum Mau Turunkan Tarif PPN

Ilustrasi.

RIYADH, DDTCNews - Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad Al-Jadaan mengatakan pemerintah belum akan menurunkan tarif PPN dalam waktu dekat.

Al-Jadaan mengatakan kebijakan tentang tarif PPN baru akan dievaluasi oleh Pemerintah Arab Saudi bila situasi anggaran sudah lebih baik.

"Ketika anggaran sudah lebih baik, mungkin dalam waktu 5 tahun yang akan datang kebijakan PPN akan dievaluasi. Namun, untuk saat ini tidak ada rencana menurunkan tarif PPN," ujar Al-Jadaan, dikutip Selasa (2/11/2021).

Baca Juga: Masuk Program Prioritas, Digitalisasi Pajak 100% Mulai Berjalan 2022

Guna menjaga kesehatan anggaran dan ruang fiskal, Al-Jadaan mengatakan, kerajaan akan tetap menjaga belanja pada level yang tetap rasional meski pendapatan anggaran mulai menunjukkan pemulihan. Penerimaan memang mulai meningkat karena kenaikan harga minyak mentah.

Per kuartal III/2021, Arab Saudi untuk pertama kalinya mencatat surplus anggaran sejak 2019. Surplus anggaran pada tahun ini diperkirakan mencapai SAR6,7 miliar. Surplus anggaran per kuartal III/2021 didorong oleh kenaikan penerimaan dari minyak yang mencapai 60% dan belanja yang masih sedikit mengalami penurunan.

"Kami akan tetap menjaga volume belanja meski penerimaan terus meningkat. Kami akan bekerja secara efisien. Meski demikian kami membuka peluang untuk meningkatkan belanja sejalan dengan level inflasi di masa depan," ujar Al-Jadaan seperti dilansir arabnews.com.

Baca Juga: Ini Sebab Insentif Pajak Rumah Dilanjutkan Meski Kurang Dimanfaatkan

Untuk diketahui, Arab Saudi adalah salah satu negara yang meningkatkan tarif PPN-nya di tengah pandemi Covid-19. Pada Juli 2020, tarif PPN diputuskan naik dari 5% menjadi 15%.

Keputusan tersebut diambil mengingat harga minyak pada kala itu mengalami penurunan. Oleh karena itu, tarif PPN diputuskan naik untuk memenuhi kebutuhan penerimaan yang tidak dapat dipenuhi oleh minyak mentah.

Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman menceritakan kenaikan tarif PPN pada masa awal pandemi Covid-19 bukanlah keputusan yang mudah untuk diambil. Muhammad bin Salman berjanji tarif PPN akan diturunkan bila situasi perekonomian dan anggaran kembali normal.

Baca Juga: Kurangi Polusi, Jasa Penerbangan Bakal Kena Pajak

"Tergantung pada situasi perekonomian, tarif PPN akan tetap berlaku sebesar 15% selama 1 tahun hingga 5 tahun," ujar Muhammad bin Salman pada Mei 2021. (sap)

Topik : pajak internasional, PPN, Arab Saudi, penerimaan negara

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 19 Januari 2022 | 09:30 WIB
VIETNAM

Mulai Februari 2022, Tarif PPN Dipangkas 2 Persen

Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022

Bergerak Dinamis, Rupiah Kembali Menguat Terhadap Dolar AS

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:30 WIB
POLANDIA

Redam Inflasi, Program Keringanan Pajak Berlaku Mulai 1 Februari

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:07 WIB
INSENTIF PAJAK

Soal Insentif PPN Sewa Toko Ditanggung Pemerintah, Ini Kata DJP

berita pilihan

Jum'at, 21 Januari 2022 | 14:45 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Bebas Risiko! Wamenkeu Ajak Peserta PPS Tempatkan Harta di SBN

Jum'at, 21 Januari 2022 | 14:23 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

DJBC Rilis Aturan Soal Bentuk, Spesifikasi, dan Desain Pita Cukai 2022

Jum'at, 21 Januari 2022 | 14:12 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ini Sebab Insentif Pajak Rumah Dilanjutkan Meski Kurang Dimanfaatkan

Jum'at, 21 Januari 2022 | 14:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Sederet Dokumen yang Dipersamakan dengan Bukti Pot/Put Unifikasi

Jum'at, 21 Januari 2022 | 13:30 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN

Ramai Tagar 'LupaEFIN' di Twitter, DJP Bantu Wajib Pajak Lapor SPT

Jum'at, 21 Januari 2022 | 13:00 WIB
BELGIA

Kurangi Polusi, Jasa Penerbangan Bakal Kena Pajak

Jum'at, 21 Januari 2022 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Penerbitan 10 Juta Sertifikat Halal UMKM Terganjal Verifikasi Data

Jum'at, 21 Januari 2022 | 12:00 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Ada Omicron, Kemenkeu Pindahkan 2 Pertemuan G-20 dari Bali ke Jakarta

Jum'at, 21 Januari 2022 | 11:34 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

UU HPP Jadi Jembatan Menuju Sistem Pajak yang Lebih Modern