Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Ada 3 Tantangan Adang Penerimaan Pajak Tahun Ini, Apa Saja?

A+
A-
2
A+
A-
2
Ada 3 Tantangan Adang Penerimaan Pajak Tahun Ini, Apa Saja?

Kepala KPP Pratama Jakarta Matraman Ani Natalia. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Pajak (DJP) mengungkapkan pencapaian target penerimaan pada tahun ini masih diliputi sejumlah tantangan. Apalagi ekonomi nasional belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19.

Kepala KPP Pratama Jakarta Matraman Ani Natalia mengatakan setidaknya terdapat 3 tantangan dalam mengamankan penerimaan pajak pada tahun ini. Pertama, tantangan mengamankan target yang tumbuh lebih tinggi dari laju pemulihan ekonomi.

Pada tahun ini target penerimaan pajak ditetapkan sebesar Rp1.229,58 triliun atau tumbuh 14,7%. Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi pada masa pemulihan moderat pada angka 3% hingga 4%.

Baca Juga: Ekonomi Digital Jadi Ancaman Penerimaan Pajak, Begini Catatan Kemenkeu

"Target peneriman tumbuh sekitar 14%, padahal ekonomi tumbuh 3% sampai 4%. Ini menjadi tantangan sekali dan menjadi faktor risiko penerimaan pada tahun ini," katanya dalam acara Webinar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bertajuk Pemulihan Ekonomi di Indonesia Selama Pandemi Covid-19 dari Sisi Perpajakan, Sabtu (28/8/2021).

Kedua, Ani melanjutkan, pemerintah menghadapi tantangan dari sektor ekonomi utama yang selama ini menjadi penyumbang pembayaran pajak terbesar. Sejumlah sektor ekonomi utama diprediksikan akan tumbuh moderat dalam jangka menengah. Sehingga masih ada risiko penerimaan dalam jangka pendek khususnya pada tahun ini.

Ketiga, adanya dampak penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) badan dan pemberian insentif dalam upaya penanggulangan pandemi. Ani mengungkapkan hal tersebut berpotensi menggerus penerimaan PPh Pasal 25 dan meningkatkan permohonan restitusi atau pengembalian pajak.

Baca Juga: Pangkas Tarif Cukai BBM, Setoran ke Negara Ini Hilang Rp188 Triliun

Merespons kondisi tersebut, pemerintah menyasar sektor ekonomi lain yang masih tumbuh positif selama pandemi. Salah satu kebijakan yang dilakukan adalah mulai memungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE).

"Jadi mulai tahun lalu mulai kenalkan PPN PMSE atas impor produk digital dari luar negeri. Hasilnya cukup lumayan pada masa pandemi ini dengan penerimaan Rp1,6 triliun," terangnya.

Selain itu, pemerintah masih melanjutkan upaya reformasi struktural dalam pembaruan kebijakan perpajakan. Langkah itu diawali dengan terbitnya UU No.2/2020 dan UU No.11/2020 tentang Cipta Kerja pada klaster perpajakan. Proses tersebut kembali berlanjut dengan upaya pembaruan RUU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) yang tengah dibahas bersama DPR.

Baca Juga: Kumpulkan WP Prominen, DJP Kembali Ingatkan Segera Ikut PPS

"Jadi saat ini sedang ada pembahasan lagi bagaimana cara mengumpulkan penerimaan pascapandemi saat ekonomi sudah bangkit. Ini menjadi salah satu cara agar tidak lagi menambah utang maka penerimaan pajak harus kuat," imbuhnya. (sap)

Topik : UNS, penerimaan negara, penerimaan pajak, penerimaan perpajakan, target penerimaan, APBN, RUU KUP, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 20 Mei 2022 | 16:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Mulai Tahun Depan, DJP Tindak Lanjuti Pelaksanaan PPS

Jum'at, 20 Mei 2022 | 14:41 WIB
KEM-PPKF 2023

KEM-PPKF 2023 Jadi Baseline Kebijakan Fiskal Pasca UU 2/2020

Jum'at, 20 Mei 2022 | 14:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Kemenkeu Bakal Kembali Tawarkan SBSN Khusus PPS, Ini Perinciannya

Jum'at, 20 Mei 2022 | 13:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Inflasi Indonesia 'Hanya' 3,5%, Sri Mulyani: Tekanannya Lebih Rendah

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 14:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Penghapusan NPWP Orang Pribadi yang Meninggal Dunia, Begini Caranya

Senin, 23 Mei 2022 | 14:07 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Upload Faktur Pajak Kena Reject dan Muncul ETAX-API-1001? Coba Ini

Senin, 23 Mei 2022 | 14:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Progres PPS Melandai, DJP Yakin Peserta Ramai pada 1 Bulan Terakhir

Senin, 23 Mei 2022 | 13:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Tempat-Tempat yang Tidak Dapat Menjadi Pemusatan PPN

Senin, 23 Mei 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Kumpulkan WP Prominen, DJP Kembali Ingatkan Segera Ikut PPS

Senin, 23 Mei 2022 | 11:05 WIB
DATA PPS HARI INI

Progres PPS Melambat, Harta WP yang Diungkap Tercatat Rp94,5 Triliun

Senin, 23 Mei 2022 | 11:00 WIB
KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Waduh! Ratusan Kendaraan Dinas Daerah Ini Ketahuan Tunggak Pajak