Review
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Fokus
Literasi
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN BANYUWANGI
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

6 Juta Orang Korban PHK Bisa Mendapat Kartu Pra-Kerja

A+
A-
1
A+
A-
1
6 Juta Orang Korban PHK Bisa Mendapat Kartu Pra-Kerja

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah memperkirakan setidaknya 6 juta orang yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat wabah virus Corona bisa mendapatkan manfaat dari program kartu pra-kerja.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan pemerintah telah menyiapkan program kartu pra-kerja berupa pelatihan dan insentif untuk 5,4 juta orang.

Sementara itu, BP Jamsostek, sebelumnya BPJS Ketenagakerjaan, juga telah berkomitmen memberi fasilitas serupa kartu pra-kerja untuk 600 ribu orang peserta yang kehilangan pekerjaan karena wabah.

Baca Juga: Ini Delapan Strategi BPK Audit Anggaran Penanganan Covid-19

"Setidaknya ini bisa meng-cover 6 juta orang untuk pra-kerja yang bisa di-support tahun 2020. Dari BPJS Ketenagakerjaan pun sudah siap melaksanakannya dalam waktu dekat," katanya melalui konferensi video, Rabu (8/4/2020).

Askolani menjelaskan para peserta bisa menikmati pelatihan secara online untuk meningkatkan keterampilan. Dia berharap banyak masyarakat yang memanfaatkan agar bisa segera terserap ke sektor lapangan kerja yang lain yang tidak terdampak virus Corona.

Selain pelatihan, para peserta juga akan mendapatkan dana pelatihan senilai Rp1 juta per periode pelatihan, dana bantuan senilai Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan, serta dana setelah pengisian survei sebesar Rp50 ribu per bulan selama 3 bulan. Secara keseluruhan, nilainya Rp3,55 juta untuk setiap peserta.

Baca Juga: BPK Soroti Bantuan Sosial Saat Masa Pandemi Covid-19

Askolani menambahkan penambahan jumlah penerima kartu pra-kerja dari 2 juta menjadi 5,4 juta berarti penambahan anggaran dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun tahun ini. Anggaran itu terdiri atas biaya pelatihan Rp5,6 triliun, dana insentif Rp13,45 triliun, dana survei Rp840 miliar, dan dana badan penyelenggaranya Rp100 juta.

Menurut Askolani, uang tunai yang diterima peserta bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat. "Ini bentuk bantuan sosial lain yang diberikan kepada masyarakat untuk meningkatkan daya beli," ujarnya.

Askolani menyebut masyarakat dapat mendaftar program kartu pra-kerja mulai hari ini, Kamis (9/4/2020). Namun hingga saat ini, pada laman resmi Prakerja.go.id belum tersedia menu untuk pendaftaran peserta. (Bsi)

Baca Juga: Diperpanjang, Pelayanan Tatap Muka DJP Berhenti Sampai 14 Juni 2020
Topik : kartu prakerja, 6 juta orang, covid-19, virus corona
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Minggu, 31 Mei 2020 | 08:00 WIB
AUDIT BPK
Minggu, 31 Mei 2020 | 07:00 WIB
RESTITUSI PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 30 Mei 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 09:00 WIB
PMK 56/2020
Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 22:19 WIB
PPN PRODUK DIGITAL