Berita
Rabu, 03 Maret 2021 | 11:45 WIB
PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Rabu, 03 Maret 2021 | 11:30 WIB
KABUPATEN SUMENEP
Rabu, 03 Maret 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 10:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Review
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Komunitas
Rabu, 03 Maret 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 11:10 WIB
BUTET KARTAREDJASA:
Minggu, 28 Februari 2021 | 08:01 WIB
MOHAMAD FERIADI:
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:30 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

2021 Masih Pandemi, Ini Permintaan Pengusaha Ekspedisi

A+
A-
5
A+
A-
5
2021 Masih Pandemi, Ini Permintaan Pengusaha Ekspedisi

Petugas ekspedisi menata paket ke mobil pengangkut di Palembang,Sumsel, Rabu (30/12/2020). Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) meminta pemerintah memperpanjang pemberian insentif pajak karena pandemi Covid-19 berlanjut hingga 2021. (ANTARA FOTO/Feny Selly/rwa)
 

JAKARTA, DDTCNews - Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) meminta pemerintah memperpanjang pemberian insentif pajak karena pandemi Covid-19 berlanjut hingga 2021.

Ketua DPP Asperindo Mohamad Feriadi mengatakan bisnis jasa ekspedisi saat ini memang cenderung stabil, walaupun sempat menurun pada pekan-pekan awal pandemi Covid-19.

Meski demikian, pengusaha harus mengeluarkan biaya lebih untuk menjalankan berbagai protokol kesehatan demi mencegah penularan virus. "Insentif ini bermanfaat untuk membantu mengatur arus kas perusahaan selama masa pandemi," katanya kepada DDTCNews, Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Baru Dilantik, Gubernur Ini Siap Beri Insentif untuk Pengusaha

Feriadi mengatakan pelaku usaha ekspedisi termasuk yang memperoleh insentif pajak tahun lalu, yakni pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) dan diskon angsuran 50% PPh Pasal 25.

Menurutnya, insentif PPh Pasal 21 DTP efektif menjaga daya beli karyawannya, sedangkan diskon angsuran PPh Pasal 25 mampu melonggarkan cash flow perusahaan.

Pelaku usaha merasa terbantu dengan insentif pajak tersebut karena dana yang biasanya dipakai membayar pajak bisa dialihkan untuk kebutuhan lain, terutama yang menyangkut kesehatan pegawai.

Baca Juga: Penerimaan PBB Tak Capai Target 3 Tahun, Penghapusan Denda Diberikan

Feriadi menjelaskan selama pandemi pengusaha ekspedisi harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat, seperti menyiapkan masker dan hand sanitizer untuk semua kurir dan petugas lainnya.

Di perusahaan tempatnya bekerja, JNE Express, juga memberlakukan prosedur sterilisasi di seluruh area kerja menggunakan cairan disinfektan secara rutin.

Di sisi lain, pandemi memaksa perusahaan melakukan transformasi digital di berbagai bidang, baik yang menyangkut kinerja internal, sampai dengan pengembangan produk layanan maupun fasilitas untuk pelanggan.

Baca Juga: Tanggung Pajak Mobil dan Rumah, Pemerintah Ingin Orang Kaya Belanja

Jika insentif pajak berlanjut, Feriadi optimistis sektor usaha ekspedisi akan tumbuh lebih baik, seiring dengan semakin bergesernya gaya konsumsi masyarakat dari konvensional menjadi serbadigital.

Namun, dia menambahkan, kebutuhan insentif pajak ternyata tidak hanya berlaku bagi pengusaha ekspedisi, tetapi juga para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi mitra erat penyedia jasa kurir.

"Setelah vaksinasi Covid-19 sukses, insentif pajak masih dibutuhkan dunia usaha, termasuk UMKM. Akan baik lagi jika dilengkapi dengan insentif untuk meningkatkan daya saing," ujarnya. (Bsi)

Baca Juga: Awas! Rumah yang Dapat PPN DTP Tidak Boleh Dipindahtangankan Setahun

Topik : pengusaha ekspedisi, jasa pengiriman, insentif pajak
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

widyadisty tiara

Sabtu, 23 Januari 2021 | 23:18 WIB
setuju

Franco Hardyan Dewayani Putra

Sabtu, 23 Januari 2021 | 18:03 WIB
Setuju dengan pernyataan beliau, mengingat perusahaan ekspedisi sedang banyak diminati akibat pandemi yang mengharuskan masyarakat di rumah dan berbelanja otomatis secara online. Pegawai yang tiap hari berinteraksi khususnys kurir harus diperhatikan kesehatannya melalui dana yang biasanya dipakai me ... Baca lebih lanjut
1
artikel terkait
Selasa, 23 Februari 2021 | 11:15 WIB
PP 7/2021
Selasa, 23 Februari 2021 | 10:30 WIB
KONSULTASI
Senin, 22 Februari 2021 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 22 Februari 2021 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Rabu, 03 Maret 2021 | 11:45 WIB
PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Rabu, 03 Maret 2021 | 11:30 WIB
KABUPATEN SUMENEP
Rabu, 03 Maret 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 10:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Rabu, 03 Maret 2021 | 10:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:40 WIB
KERJA SAMA INTERNASIONAL
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:01 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI