Review
Jum'at, 03 April 2020 | 20:18 WIB
MEMO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 April 2020 | 17:38 WIB
ANALISIS PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 18:59 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Rabu, 01 April 2020 | 18:28 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & alat
Jum'at, 03 April 2020 | 17:01 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 02 April 2020 | 14:31 WIB
PROFESI
Rabu, 01 April 2020 | 09:14 WIB
KURS PAJAK 1 APRIL-7 APRIL 2020
Rabu, 25 Maret 2020 | 07:34 WIB
KURS PAJAK 25 MARET-31 MARET 2020
Komunitas
Kamis, 02 April 2020 | 15:11 WIB
LEE JI-EUN:
Selasa, 31 Maret 2020 | 09:52 WIB
PROGRAM BEASISWA
Senin, 30 Maret 2020 | 17:29 WIB
UNIVERSITAS PANCASILA
Senin, 30 Maret 2020 | 16:19 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase

WP Repatriasi Harta, Properti Singapura Terancam

A+
A-
1
A+
A-
1
WP Repatriasi Harta, Properti Singapura Terancam

JAKARTA, DDTCNews – Di satu sisi program pengampunan pajak disebut akan memberikan dampak positif terhadap kondisi perekonomian Indonesia, namun di saat yang sama dapat memberikan dampak negatif terhadap Singapura mengingat dana Warga Negara Indonesia (WNI) banyak tersimpan di sana.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan sektor properti Singapura jelas akan mengalami penurunan besar-besaran, yang disebabkan oleh repatriasi program pengampunan pajak mengarah ke dalam negeri.

“Partisipan tax amnesty akan segera mengalokasikan dananya yang berada di Singapura, dan menempatkan dana tersebut ke sektor properti Indonesia. Dari sisi psikologis juga sudah terlihat Singapura meriang dengan kondisi ini,” ujarnya di Jakarta, Jumat (23/9).

Baca Juga: Diskon Pajak Properti 30% Belum Cukup Turunkan Harga Sewa

Ali menambahkan setidaknya Singapura tidak sampai bangkrut dengan adanya program pengampunan pajak Indonesia. Pemerintah juga harus tetap memberikan sejumlah insentif untuk menggenjot sektor properti di Indonesia.

Dampak positif yang disebabkan oleh program pengampunan pajak akan terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap sektor properti nasional. Namun, roda perekonomian akan berputar kencang jika program ini berjalan dengan sangat baik.

Sejumlah dana besar dari luar negeri siap masuk ke berbagai sektor padat modal yang salah satunya yaitu pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tersebut sebagai salah satu tujuan investasi yang melalui pembelian tanah maupun bangunan.

Baca Juga: Efek Virus Corona, DJP Beri Kelonggaran Peserta Amnesti Pajak

Walaupun dampak program pengampunan pajak pada kuartal III di tahun 2016 belum terasa signifikan di sektor properti. Ia menekankan bahwa pada tahun 2017 baru bisa merasakan dampak di sektor properti yang disebabkan karena kebijakan perpajakan Indonesia.

“Penerimaan dana yang melalui program tax amnesty tiap harinya selalu mengalami peningkatan, ditambah pendaftaran program periode I tersebut akan berakhir pada 7 hari ke depan,” tuturnya. (Amu)

Baca Juga: Seorang Penghindar Pajak Didenda Rp10 Miliar

“Partisipan tax amnesty akan segera mengalokasikan dananya yang berada di Singapura, dan menempatkan dana tersebut ke sektor properti Indonesia. Dari sisi psikologis juga sudah terlihat Singapura meriang dengan kondisi ini,” ujarnya di Jakarta, Jumat (23/9).

Baca Juga: Diskon Pajak Properti 30% Belum Cukup Turunkan Harga Sewa

Ali menambahkan setidaknya Singapura tidak sampai bangkrut dengan adanya program pengampunan pajak Indonesia. Pemerintah juga harus tetap memberikan sejumlah insentif untuk menggenjot sektor properti di Indonesia.

Dampak positif yang disebabkan oleh program pengampunan pajak akan terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap sektor properti nasional. Namun, roda perekonomian akan berputar kencang jika program ini berjalan dengan sangat baik.

Sejumlah dana besar dari luar negeri siap masuk ke berbagai sektor padat modal yang salah satunya yaitu pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tersebut sebagai salah satu tujuan investasi yang melalui pembelian tanah maupun bangunan.

Baca Juga: Efek Virus Corona, DJP Beri Kelonggaran Peserta Amnesti Pajak

Walaupun dampak program pengampunan pajak pada kuartal III di tahun 2016 belum terasa signifikan di sektor properti. Ia menekankan bahwa pada tahun 2017 baru bisa merasakan dampak di sektor properti yang disebabkan karena kebijakan perpajakan Indonesia.

“Penerimaan dana yang melalui program tax amnesty tiap harinya selalu mengalami peningkatan, ditambah pendaftaran program periode I tersebut akan berakhir pada 7 hari ke depan,” tuturnya. (Amu)

Baca Juga: Seorang Penghindar Pajak Didenda Rp10 Miliar
Topik : tax amnesty, singapura, sektor properti
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
0/1000
artikel terkait
Sabtu, 24 September 2016 | 05:59 WIB
PAJAK INTERNASIONAL (15)
Senin, 27 Juni 2016 | 09:25 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Sabtu, 08 April 2017 | 07:41 WIB
PASCA TAX AMNESTY
Selasa, 28 Juni 2016 | 09:19 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
berita pilihan
Senin, 06 April 2020 | 07:05 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 April 2020 | 07:00 WIB
SAMBUTAN KETUM KADIN
Minggu, 05 April 2020 | 14:03 WIB
KAMUS DEFINISI PAJAK
Minggu, 05 April 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 05 April 2020 | 09:00 WIB
SE 09/2020
Minggu, 05 April 2020 | 08:39 WIB
KELAS PPN
Minggu, 05 April 2020 | 08:05 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Minggu, 05 April 2020 | 08:00 WIB
PAJAK DIGITAL