Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Usulan Partai Demokrat Soal Pajak Capital Gains Dikritik

A+
A-
0
A+
A-
0
Usulan Partai Demokrat Soal Pajak Capital Gains Dikritik

Ilustrasi.

WASHINGTON D.C., DDTCNews – Senator Republik Carolina Selatan, Amerika Serikat (AS) Tim Scott menilai usulan pajak capital gains dari Partai Demokrat dapat merusak keseluruhan sistem AS apabila terealisasi.

Scott menyatakan Demokrat saat ini tidak hanya berencana menaikkan tarif pajak, tetapi juga tengah mencari sumber penerimaan negara baru. Namun, ia menegaskan dirinya tidak menyetujui rencana kebijakan dari Demokrat tersebut.

"[Wacana kebijakan pajak Demokrat] Itu adalah sesuatu yang tidak hanya bermasalah, tetapi juga merupakan sesuatu yang sebenarnya akan melemahkan sistem itu sendiri," katanya seperti dilansir foxnews.com, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Pajaki Orang Kaya, DJP Perlu Antisipasi Passive Income

Untuk diketahui, Demokrat mengusulkan adanya pungutan pajak atas capital gains di atas kertas atau belum dikantongi. Contoh, opsi saham yang tetap berada di rekening dana seseorang, tetapi belum dilikuidasi atau ditarik.

Selama ini, IRS hanya mengenakan pajak keuntungan modal atau capital gains saat sudah terealisasi atau dicairkan. Menurut Scott, pemajakan keuntungan yang belum terealisasi tersebut dapat merusak pasar modal atau pasar properti AS.

“Penduduk AS yang menjual rumah atau bisnis untuk pertama kalinya, lalu dikenai pajak berganda, bukanlah tindakan yang benar,” tutur Scott.

Baca Juga: Sudah Ada Kantor Pajak yang Catatkan Penerimaan Lebih dari 100%

Scott menambahkan kebijakan legislatif yang destruktif tersebut bukanlah apa yang dipilih rakyat Amerika dalam pemilu. Sementara itu, pengamat lain berpendapat Presiden Joe Biden dipilih sebagai pilihan moderat di pihak Demokrat. (vallen/rig)

Topik : amerika serikat, capital gains, presiden joe biden, unrealized gains, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:19 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II

UU HPP Terbit, Kanwil DJP Jatim II Gelar Sosialisasi Secara Maraton

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:00 WIB
PAPUA NUGINI

Kebijakan 2022 Ditetapkan, Tarif Cukai Rokok dan Minol Dipangkas

Kamis, 02 Desember 2021 | 18:36 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Apakah Dapat SP2DK Pasti Harus Bayar Pajak Lagi? Ini Penjelasan DJP

Kamis, 02 Desember 2021 | 18:30 WIB
FILIPINA

Karena Pajak, KPU Didesak Coret Anak Ferdinand Marcos sebagai Capres

berita pilihan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajaki Orang Kaya, DJP Perlu Antisipasi Passive Income

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:39 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Sudah Ada Kantor Pajak yang Catatkan Penerimaan Lebih dari 100%

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:30 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Kencangkan Pengawasan, Petugas Pajak Aktif Kunjungan Sampaikan SP2DK

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Lapor Pemanfaatan Penurunan Tarif PPh untuk Perusahaan Terbuka

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

PLN Usul Insentif Pajak Mobil Listrik Ditambah, Ini Respons Kemenkeu

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:30 WIB
KINERJA FISKAL

PDB Per Kapita Indonesia Terus Tumbuh, Tapi Tax Ratio Masih Stagnan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:11 WIB
UU HPP

Pajak Atas Natura Tak Dikenakan ke Pegawai Level Menengah-Bawah

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Rugikan Negara Rp20 Miliar, 8 Bus Milik Pengemplang Pajak Disita

Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:34 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kewajiban Perpajakan Pedagang Online Sama dengan UMKM? Ini Kata DJP

Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:30 WIB
UU CIPTA KERJA

Pasca-Putusan MK, Penetapan Upah Minimum Tetap Mengacu UU Ciptaker