Fokus
Literasi
Jum'at, 03 Juli 2020 | 17:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:00 WIB
PROFIL PAJAK PROVINSI SUMATRA BARAT
Jum'at, 03 Juli 2020 | 15:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 Juli 2020 | 11:15 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Rabu, 01 Juli 2020 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 1 JULI-7 JULI 2020
Selasa, 30 Juni 2020 | 14:14 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Minggu, 28 Juni 2020 | 15:12 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Tiga Profesi

A+
A-
1
A+
A-
1
Tiga Profesi

PADA suatu siang yang panas tiga orang sahabat dengan profesi yang berbeda berdebat panjang tentang keunggulan pekerjaan mereka. Satu orang berprofesi sebagai detektif swasta, satu lagi sebagai dokter, dan terakhir adalah seorang konsultan pajak.

Pembicaraan ketiganya tak kunjung berhasil menyimpulkan mana profesi yang punya manfaat dan berkontribusi lebih baik. Akhirnya, satu solusi ditemukan. Ketiganya sepakat untuk melakukan jajak pendapat secara acak untuk menentukan profesi mana yang terbaik.

Namun, sebelum melakukan jajak pendapat, ketiganya sedikit memaparkan keunggulan profesinya pada tautan survei. Si detektif swasta menulis bahwa profesinya telah membantu banyak orang menemukan keadilan dan menghadirkan Dewi Themis bukan hanya semata sebagai simbol.

Baca Juga: Ujian Terakhir

Kemudian, si dokter pun tak mau kalah. Ia menyatakan bahwa pekerjaan yang ia lakukan adalah untuk kemanusiaan. Sakit tidak mengenal unsur SARA dan Sumpah Hippocrates yang diucapkannya bukan hanya deretan janji tanpa makna.

Ribuan tautan survei disebar secara acak untuk menilai profesi mana yang paling sahih terbaik di antara ketiganya. Hasilnya, sang konsultan pajak pun memenangkan kontestasi tersebut secara meyakinkan.

Kedua temannya tampak heran bagaimana mungkin konsultan itu berhasil memenangkan kontestasi. Aksara macam apa ia tuliskan hingga bisa meyakinkan khalayak ramai untuk memilih konsultan pajak sebagai profesi terbaik.

Baca Juga: Kembali ke Kantor

Penasaran dengan trik sang konsultan, mereka pun membuka tautan survei untuk mengetahui apa yang dia tuliskan. Ternyata ada satu kalimat di sana: “Cuma kematian dan pajak yang pasti datang di dunia ini, dan kami akan temukan lebih banyak deduksi untuk tagihan pajak anda.” (Gfa/Amu)

Topik : anekdot pajak, humor pajak, cerita lucu, profesi fiskus
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 01 Desember 2016 | 14:55 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 02 November 2016 | 21:05 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:01 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 29 September 2016 | 17:12 WIB
ANEKDOT AKUNTAN
berita pilihan
Sabtu, 04 Juli 2020 | 09:12 WIB
PELAYANAN PAJAK
Sabtu, 04 Juli 2020 | 09:01 WIB
PERPRES 72/2020
Sabtu, 04 Juli 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 04 Juli 2020 | 07:01 WIB
PROVINSI PAPUA BARAT
Sabtu, 04 Juli 2020 | 06:01 WIB
PPN LAYANAN DIGITAL
Jum'at, 03 Juli 2020 | 19:03 WIB
SE-014/PP/2020
Jum'at, 03 Juli 2020 | 17:33 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Jum'at, 03 Juli 2020 | 17:32 WIB
KENORMALAN BARU
Jum'at, 03 Juli 2020 | 17:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:48 WIB
PER-12/PJ/2020