Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Tiba di Vienna, 3 Profesional DDTC Siap Timba Ilmu Pajak Internasional

A+
A-
13
A+
A-
13
Tiba di Vienna, 3 Profesional DDTC Siap Timba Ilmu Pajak Internasional

Specialist Transfer Pricing Services Atika Ritmelina, Assistant Manager Tax Compliance & Litigation Services Riyhan Juli Asyir, dan Senior Specialist Transfer Pricing Services Yurike Yuki berfoto di salah satu sudut kampus Vienna University of Economics and Business (WU).

DDTC kembali membuktikan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia dan keilmuan, khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda seluruh dunia.

Salah satunya ialah dengan mengirimkan tiga profesionalnya untuk melanjutkan studi magister perpajakan internasional di Vienna, Austria. Mereka adalah Assistant Manager Tax Compliance & Litigation Services Riyhan Juli Asyir, Senior Specialist Transfer Pricing Services Yurike Yuki, dan Specialist Transfer Pricing Services Atika Ritmelina.

Ketiganya telah tiba di Vienna, Austria pada Oktober ini untuk melanjutkan studi S-2 International Tax Law full-time program secara tatap muka di Vienna University of Economics and Business (WU) tahun ajaran 2021/2022 dengan beasiswa penuh dari DDTC.

Baca Juga: Pengenaan Pajak Keuntungan Modal atas Cryptocurrency Akhirnya Ditunda

Full-time program 2021/2022 merupakan salah satu program terbaik di dunia yang sangat unik. Hal ini disebabkan beberapa hal. Pertama, berbeda dengan tahun sebelumnya, full-time program 2021/2022 berkomitmen untuk mengadakan perkuliahan secara tatap muka meskipun pandemi Covid-19 masih melanda seluruh dunia, termasuk di Vienna, Austria.

Perkuliahan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, seperti syarat menunjukkan sertifikat vaksinasi secara penuh atau menunjukkan hasil PCR Swab Test sebelum perkuliahan dimulai. Namun, para peserta program yang belum dapat tiba di Vienna diperbolehkan untuk menghadiri perkuliahan secara online.

Kedua, peserta program terdiri dari 31 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai negara seperti Austria, Peru, Chili, India, Jepang, Belgia, Jerman, Panama, Turki, Meksiko, Italia, Kuwait, Brazil, Perancis, dan tentunya Indonesia.

Baca Juga: Tegas! Denda Maksimum Bagi Pengelak Pajak Dinaikkan 10 Kali Lipat

Peserta program juga berasal dari berbagai latar belakang dan profesi, mulai dari tax lawyer, konsultan, peneliti pajak, hingga otoritas pajak. Selain itu, pengajar dalam program ini merupakan profesor dan praktisi terbaik di bidangnya, seperti Michael Lang, Jeffrey Owens, Pasquale Pistone, Robert Risse, Alexander Rust, Josef Schuch, Claus Staringer, dan Alfred Storck.

Ketiga, program magister selama satu tahun ini terdiri atas 90 satuan kredit yang terbagi dalam beberapa blocks. Satuan kredit terbesar yang wajib diselesaikan seluruh mahasiswa adalah master thesis. Topik tesis yang diangkat untuk full-time program 2021/2022 adalah Justice, Equality, and Tax Law sebagai topik besar dengan subtopik masing-masing.

Bagi peserta yang dapat menyelesaikan perkuliahan selama satu tahun dan master thesis, selain berhak mendapatkan gelar LL.M. Int Tax, tesis mereka akan dipublikasikan dalam buku Series on International Taxation oleh Linde. Adapun Linde dikenal menerbitkan buku-buku perpajakan bertaraf internasional.

Baca Juga: Tarif PPh Badan Naik di 2023, Pengusaha Beri Warning Soal Ini

Dengan demikian, setelah menyelesaikan studi di WU tahun ini, Riyhan, Yurike, dan Atika akan resmi bergelar LL.M. Int Tax dan sekaligus menjadi penulis pada publikasi literatur pajak bertaraf internasional.

Berbekal fokus pada komparasi perpajakan global, mereka yakin ilmu yang didapat akan sangat bermanfaat untuk profesinya sebagai specialist, baik di bidang transfer pricing maupun pajak domestik. Mereka juga berharap bisa memberikan nilai tambah dalam pemberian kualitas jasa kepada para klien DDTC.

Beasiswa penuh S-2 ke luar negeri ini bukan merupakan pertama kalinya dilakukan DDTC. Sebelum Riyhan, Yurike, dan Atika, DDTC telah memberangkatkan beberapa orang profesionalnya untuk menempuh studi S-2 di luar negeri.

Baca Juga: KPP Pratama Boyolali Lelang 2 Unit Apartemen Wajib Pajak

Profesional DDTC yang dimaksud adalah Partner Research and Training Services B. Bawono Kristiaji, Partner Transfer Pricing Services Romi Irawan, Senior Manager Tax Compliance & Litigation Services Deborah, Senior Manager Transfer Pricing Services Yusuf Wangko Ngantung, Senior Manager Tax Compliance & Litigation Services Ganda C. Tobing, Head of DDTC Academy Rahmat Muttaqin, dan Manager Tax Compliance & Litigation Services Anggi P.I. Tambunan.

Satu profesional DDTC, Senior Reseacher Dea Yustisia, juga sedang menempuh program M.SC International Business Tax Economics di Tilburg University Belanda pada saat ini.

Keberangkatan mereka merupakan bagian dari program Human Resource Program Development (HRDP) yang selalu diberikan DDTC kepada para profesionalnya untuk mengikuti berbagai pelatihan, kursus, hingga studi lanjut S-2 di berbagai instansi atau universitas ternama, baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Berlaku Hingga 31 Januari 2022, Pemprov Beri Diskon BBNKB untuk Mobil

Topik : reportase, DDTC, HRDP, Vienna, Austria, pajak, pajak internasional, transfer pricing

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 05 Desember 2021 | 11:30 WIB
KOTA BENGKULU

Tagih Pajak PBB, Petugas Mulai Turun ke Lapangan

Minggu, 05 Desember 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PERPAJAKAN

Jenis-Jenis Audit Kepabeanan dan Cukai

Minggu, 05 Desember 2021 | 10:30 WIB
JEPANG

Gaji Karyawan Ditambah, Pemberi Kerja Dapat Keringanan Pajak

berita pilihan

Senin, 06 Desember 2021 | 15:00 WIB
KOREA SELATAN

Pengenaan Pajak Keuntungan Modal atas Cryptocurrency Akhirnya Ditunda

Senin, 06 Desember 2021 | 14:30 WIB
TAIWAN

Tegas! Denda Maksimum Bagi Pengelak Pajak Dinaikkan 10 Kali Lipat

Senin, 06 Desember 2021 | 14:00 WIB
INGGRIS

Tarif PPh Badan Naik di 2023, Pengusaha Beri Warning Soal Ini

Senin, 06 Desember 2021 | 13:33 WIB
PENEGAKAN HUKUM

KPP Pratama Boyolali Lelang 2 Unit Apartemen Wajib Pajak

Senin, 06 Desember 2021 | 13:30 WIB
PROVINSI BENGKULU

Berlaku Hingga 31 Januari 2022, Pemprov Beri Diskon BBNKB untuk Mobil

Senin, 06 Desember 2021 | 13:00 WIB
BANGLADESH

Otoritas Pajak Minta Harga di Label Produk Sudah Termasuk PPN

Senin, 06 Desember 2021 | 12:30 WIB
ALBANIA

Berlaku Mulai Juli 2022, Ketentuan Penghasilan Kena Pajak Direvisi

Senin, 06 Desember 2021 | 12:00 WIB
ARAB SAUDI

Mulai Desember 2021, PKP Wajib Terbitkan Faktur Pajak Digital

Senin, 06 Desember 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN

Dukung Ketahanan Energi, DJBC Berikan Sederet Fasilitas Kepabeanan

Senin, 06 Desember 2021 | 11:25 WIB
METERAI ELEKTRONIK

Dapatkan Meterai Elektronik, Peruri Jelaskan Dua Saluran Ini