Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Kemenko Perekonomian)
JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi tambahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021, terutama dari sisi konsumsi masyarakat.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan strategi pertama yakni mendorong pengusaha segera membayarkan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan. Menurutnya, kinerja sektor usaha telah menunjukkan perbaikan, terutama setelah pemerintah memberikan berbagai insentif pajak.
"Sudah waktunya pihak swasta untuk memberikan THR karena berbagai kebijakan [insentif pajak] sudah diberikan," katanya melalui konferensi video, Rabu (7/4/2021).
Airlangga mengatakan pemerintah akan berupaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama pada bulan puasa dan Lebaran. Menurutnya, THR yang diterima pegawai akan meningkatkan konsumsi masyarakat sehingga berdampak positif pada perekonomian.
Dia memperkirakan perputaran dana di pasar karena pembayaran THR oleh perusahaan kepada pegawai akan mencapai Rp215 triliun. Jika THR lebih cepat dibayarkan, peluangnya untuk mendorong konsumsi masyarakat pada bulan puasa dan Lebaran tahun ini juga akan makin besar.
Strategi selanjutnya adalah mempercepat penyaluran subsidi bantuan sosial beras selama bulan Ramadan. Dengan kebijakan ini, pemerintah akan mentransfer sekitar Rp2 triliun kepada Perum Bulog. Dana tersebut bisa digunakan untuk menyerap gabah petani sebanyak 440.000 ton.
Kemudian, pemerintah akan menyalurkan dana perlindungan sosial senilai total Rp14,12 triliun pada kuartal II/2021. Airlangga menyebut ada berbagai program perlindungan sosial yang akan menyasar jutaan keluarga miskin dan rentan di Indonesia, misalnya program keluarga harapan, kartu sembako, dan bantuan langsung tunai.
Pada pencairan bantuan sembako, pemerintah akan memajukan jadwalnya dari Juni menjadi awal Mei selama dua bulan.
Selanjutnya, pemerintah akan memberikan penjaminan kredit untuk sektor hotel dan restoran. Sektor itu juga dapat mengakses kredit usaha rakyat (KUR). Mereka dapat menggunakan skema KUR dengan subsidi bunga 3% pada 2021.
"Sehingga harapannya PDB kuartal II bisa tumbuh positif," ujarnya.
Airlangga juga menyinggung beberapa insentif untuk mendorong konsumsi masyarakat yang telah diumumkan sebelumnya. Misalnya, pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) pada kendaraan bermotor DTP dan pajak pertambahan nilai (PPN) pada rumah DTP.
Insentif PPnBM mobil DTP berlaku sepanjang Maret hingga Desember 2021. Sementara itu, insentif PPN rumah DTP berlaku pada Maret hingga Agustus 2021.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2021 akan berkisar 4,5% hingga 5,3%. Sementara pada tahun lalu, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi 2,07% karena pandemi Covid-19. (kaw)