Fokus
Data & Alat
Selasa, 24 Mei 2022 | 20:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Tekan Harga Minyak Goreng, BPDPKS Ditugasi Tutup Selisih Harga dan PPN

A+
A-
0
A+
A-
0
Tekan Harga Minyak Goreng, BPDPKS Ditugasi Tutup Selisih Harga dan PPN

Seorang pedagang menunjukkan minyak goreng kemasan dagangannya di Pasar Malaka, Rorotan, Jakarta, Senin (3/1/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

 

JAKARTA, DDTCNews - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengaku sudah memiliki dana yang cukup untuk menutup selisih harga sekaligus PPN atas minyak goreng.

Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman mengatakan dana senilai Rp3,6 triliun sudah disiapkan untuk menutup selisih antara harga pasar dan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yang ditetapkan Kementerian Perdagangan dan PPN.

"Perlu diinformasikan ketersediaan dana BPDPKS untuk bisa mendanai program tadi bisa dilakukan sampai 6 bulan ini," ujar Eddy, Rabu (5/1/2022).

Baca Juga: Inflasi Masih Tinggi, Negara Ini Pangkas Lagi Tarif Pajak Impor

Pemerintah sendiri telah menetapkan HET minyak goreng adalah sebesar Rp14.000 per liter dengan volume minyak goreng yang diproduksi sebanyak 1,2 miliar liter.

Untuk mendukung kebijakan ini, pemerintah telah menggandeng 5 industri untuk melaksanakan penyediaan minyak goreng dengan kemasan sederhana di tengah masyarakat.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan produksi minyak goreng oleh 5 industri tersebut akan dimulai selambat-lambatnya pada pekan depan.

Baca Juga: Bakal Audit Seluruh Perusahaan Sawit, Luhut Singgung Soal Pajak

Ke depannya, secara bertahap akan ada lebih dari 70 industri produsen minyak goreng dan 225 packer yang digandeng oleh pemerintah untuk mendukung penyediaan minyak goreng.

"Mudah-mudahan ini dapat memberikan harga minyak goreng yang terjangkau bagi masyarakat dan memberikan nilai aman kepada masyarakat," ujar Lutfi. (sap)

Baca Juga: Inflasi Rendah, Menkeu Thailand Klaim Karena Kebijakan Pajak
Topik : inflasi, subsidi, insentif fiskal, minyak goreng, lonjakan harga, Airlangga Hartarto

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 10 Mei 2022 | 13:00 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI

Ekonomi Mampu Tumbuh 5,01%, BPS Sebut Sejalan dengan Penerimaan Pajak

Selasa, 10 Mei 2022 | 11:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Inflasi Tinggi, Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Pulih

berita pilihan

Jum'at, 27 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:54 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak, DJP: Bukan untuk UMKM WP Badan

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Surat Tanggapan dalam Proses Gugatan Pajak?

Jum'at, 27 Mei 2022 | 16:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Sudah Ikut PPS, Gubernur Ajak Warganya Juga Ungkapkan Hartanya

Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Leburkan Kegiatan Pemeriksaan & Pengawasan, Ternyata Ini Tujuannya

Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK

Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak di e-Faktur 3.2

Jum'at, 27 Mei 2022 | 14:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Restitusi Pajak Diprediksi Meningkat, DJP: Berkat Tingginya Impor