Fokus
Data & Alat
Rabu, 23 Juni 2021 | 10:02 WIB
KURS PAJAK 23 JUNI 2021-29 JUNI 2021
Senin, 21 Juni 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Susah Lapor SPT Masa PPN Lewat e-Faktur 3.0, Berikut Saran DJP

A+
A-
39
A+
A-
39
Susah Lapor SPT Masa PPN Lewat e-Faktur 3.0, Berikut Saran DJP

Ilustrasi. (DJP)

JAKARTA, DDTCNews – Menjelang tutup tahun 2020, wajib pajak masih mengalami kendala saat melaporkan SPT Masa PPN melalui aplikasi e-faktur 3.0. Ditjen Pajak (DJP) memberikan beberapa saran agar pengadministrasian PPN secara elektronik tetap bisa dilakukan.

Dalam media sosial, Kring Pajak DJP menyebutkan apabila wajib pajak mendapatkan kendala berupa kode error ETAX-40001, wajib pajak bisa melakukan beberapa tahap. Pertama, memastikan koneksi internet stabil.

"Kedua, jika menggunakan proxy maka di aplikasi e-faktur juga harus setting proxy," tulis DJP dalam akun Twitter @kring_pajak, dikutip Senin (28/12/2020).

Baca Juga: Soal Revisi UU KUP, Ini Kata Ketua Banggar DPR

Ketiga, wajib pajak diminta menonaktifkan firewall atau antivirus. Keempat, wajib pajak diminta untuk memastikan masa berlaku sertifikat elektronik (sertel) dengan mencoba mengunduh ulang sertel dan memasangnya kembali pada aplikasi e-faktur.

Apabila wajib pajak masih mengalami kendala dalam mengakses e-faktur 3.0 maka disarankan untuk kembali mencoba secara berkala, terutama pada periode bukan jam sibuk. "Jika semua langkah di atas sudah dicoba tetapi masih terkendala, silahkan coba secara berkala," sebut DJP.

Selanjutnya, jika mengalami kendala berupa data input tidak masuk dalam SPT Induk maka bisa mencoba beberapa tahap, mulai dari menghapus riwayat informasi pada browser atau clear cache dan cookies. Lalu, menggunakan mode private atau incognito window.

Baca Juga: DJP Akhirnya Serahkan Penerbit Faktur Pajak Fiktif ke Kejari

Langkah selanjutnya adalah menghapus semua sertel pada browser dan mengunduh ulang sertel melalui aplikasi e-nofa online. Jika sertel telah diunduh, wajib pajak bisa menutup browser dan mengimpor kembali sertel baru pada browser yang digunakan.

Setelah melakukan impor sertel, wajib pajak bisa melakukan input kembali kompensasi di lampiran AB dalam SPT Masa PPN dan simpan. Kemudian, cek data input pada SPT Induk.

"Tidak disarankan menyimpan (bookmark) halaman e-faktur web. Apabila belum berhasil, silahkan hapus postingan SPT yang terkendala dan coba posting ulang," kata DJP. (rig)

Baca Juga: Dapat Surat Teguran dari DJP, Beberapa Wajib Pajak Datangi KP2KP

Topik : kring pajak, DJP, media sosial, e-faktur 3.0, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Riza Bagus Prasetyo

Selasa, 29 Desember 2020 | 21:11 WIB
Untuk SPT tidak valid silahkan menghapus semua sertel di browser, kemudian unduh kembali dan install. Hapus juga SPT yang telah diposting dan Repost SPT Masa Anda.

Riza Bagus Prasetyo

Selasa, 29 Desember 2020 | 21:09 WIB
Maaf sedikit koreksi Pelaporan SPT Masa PPN mulai Masa September 2020 untuk implementasi secara nasional sudah bukan dilakukan pada aplikasi efaktur 3.0, akan tetapi pada Efaktur Web-Based alias http://web-efaktur.pajak.go.id

Steven

Selasa, 29 Desember 2020 | 13:02 WIB
Masih terkendala.. lapor PPN di website nya web-efaktur. Bunyi nya spt tidak valid melulu.

ahmad

Jum'at, 01 Januari 2021 | 07:21 WIB
Betuuuul Saudaraku... Ampeee pusing sayanya...

Bang Jefson Simarmata

Selasa, 29 Desember 2020 | 00:06 WIB
bukankah sudah pengalaman setiap spt tahunan pasti masalah server. mengapa sok pake web efaktur lagi? saya slalu jd korban jk sudah sampai akhir2 bulan.

Arya Pradana

Senin, 28 Desember 2020 | 20:45 WIB
masalahnya, yang terdampak itu ratusan user/wp selama 2-3 minggu. masa iya semua terdampak dalam waktu yg bersamaan? djp wajib mengakui kesalahan & mengupgrade servernya

ahmad

Jum'at, 01 Januari 2021 | 07:23 WIB
Kalo menurut saya pribadi... Mohonmaaaaaaaf... Tenaga ahlinya / it Pajak nya kurang menguasai programnya.... Troubleshooting luar biasa...
1
artikel terkait
Rabu, 23 Juni 2021 | 14:04 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 23 Juni 2021 | 14:00 WIB
BEA MASUK
Rabu, 23 Juni 2021 | 12:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
berita pilihan
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:09 WIB
REVISI UU KUP
Kamis, 24 Juni 2021 | 19:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:35 WIB
SPANYOL
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:30 WIB
KABUPATEN CIAMIS
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:20 WIB
KABUPATEN MEMPAWAH
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:05 WIB
KABUPATEN SANGGAU
Kamis, 24 Juni 2021 | 18:00 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:43 WIB
LKPP 2020
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:04 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 24 Juni 2021 | 17:00 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA