Berita
Minggu, 25 Oktober 2020 | 16:01 WIB
KABUPATEN TABANAN
Minggu, 25 Oktober 2020 | 15:01 WIB
FILIPINA
Minggu, 25 Oktober 2020 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK DAERAH
Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:01 WIB
RUMANIA
Review
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:24 WIB
MATRIKS AREA KEBIJAKAN
Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 14 OKTOBER - 20 OKTOBER 2020
Komunitas
Minggu, 25 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 25 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:01 WIB
ALPHONZUS WIDJAJA:
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:47 WIB
TASYA KAMILA:
Kolaborasi
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:13 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:54 WIB
KONSULTASI
Reportase

Survei Terbaru BPS: 82,8% Pelaku Usaha Akui Alami Penurunan Pendapatan

A+
A-
7
A+
A-
7
Survei Terbaru BPS: 82,8% Pelaku Usaha Akui Alami Penurunan Pendapatan

Tampilan depan laporan Analisis Hasil Survei Dampak Covid-19 Terhadap Pelaku Usaha yang dipublikasikan hari ini, Selasa (15/9/2020).

JAKARTA, DDTCNews – Sebanyak 82,85% pelaku usaha yang telah disurvei Badan Pusat Statistik (BPS) mengaku mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi Covid-19.

Tercatat, hanya 14,6% dari pelaku usaha yang disurvei yang mengaku masih memiliki pendapatan yang stabil di tengah pandemi Covid-19, sedangkan 2,55% sisanya mengaku mengalami peningkatan pendapatan di tengah pandemi. Dampak pandemi terhadap pendapatan cenderung bervariasi.

"Dampak pandemi terhadap perusahaan berbeda menurut skala perusahaan. Namun, lokasi usaha dan sektor usaha diduga juga mempengaruhi besarnya perubahan pendapatan,” tulis BPS dalam laporan Analisis Hasil Survei Dampak Covid-19 Terhadap Pelaku Usaha yang dipublikasikan hari ini, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga: 'Mal Jangan Bertarung Dengan Online'

Bila dilihat dari sisi skala usaha, tercatat lebih banyak pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang mengaku mengalami penurunan penerimaan bila dibandingkan dengan usaha menengah dan besar (UMB).

BPS mencatat 84,2% pelaku UMK yang disurvei mengaku mengalami penurunan pendapatan, sedangkan UMB yang mengaku mengalami penurunan pendapatan sebanyak 82,29%.

Secara sektoral, ada 3 sektor usaha yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19. Ketiganya adalah sektor akomodasi, makanan, dan minuman; sektor jasa lainnya; serta sektor transportasi dan pergudangan.

Baca Juga: Meski Ada Pandemi, BKPM Optimistis Target Investasi Bisa Tercapai

Pelaku usaha akomodasi, makanan, dan minuman yang mengaku mengalami penurunan pendapatan mencapai 92,47%. Kemudian, sebanyak 90,34% pelaku usaha sektor transportasi dan pergudangan yang disurvei mengaku mengalami penurunan pendapatan.

Sementara itu, hanya 59,15% dari pelaku usaha real estate yang mengaku mengalami penurunan pendapatan di tengah pandemi Covid-19. Kemudian, 68% pelaku usaha sektor air dan pengelolaan sampah mengaku mengalami penurunan pendapatan.

"Persentase perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan pada sektor usaha lain berkisar antara 70,67% sampai 87,93%," tulis BPS dalam laporan tersebut.

Baca Juga: Tumbuh Tipis, Investasi Masih Melambat dari Capaian Tahun Lalu

Dari lokasi usaha, pelaku usaha di Provinsi Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banten, dan DKI Jakarta paling banyak mengeluhkan penurunan pendapatan. Sebanyak 92,18% pelaku usaha di Bali dan 86,55% pelaku usaha di DKI Jakarta yang mengaku mengalami penurunan pendapatan.

Survei ini dilakukan BPS pada 10 Juli 2020 hingga 26 Juli 2020 atas 34.559 responden. Sebanyak 25.256 pelaku usaha yang disurvei berstatus UMK, sedangkan 6,821 sisanya berstatus UMB. Sebanyak 16.391 pelaku usaha yang disurvei menjalankan usahanya di Jawa, sedangkan sisanya terletak di luar Jawa. (kaw)

Baca Juga: Ada Dana Bantuan dari Facebook untuk UMKM di Jakarta, Cek Deadlinenya
Topik : survei, BPS, virus Corona, UMKM, pelaku usaha
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:26 WIB
DANA DESA
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 13:17 WIB
PROVINSI RIAU
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 10:02 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 09:23 WIB
KERJA SAMA EKONOMI
berita pilihan
Minggu, 25 Oktober 2020 | 16:01 WIB
KABUPATEN TABANAN
Minggu, 25 Oktober 2020 | 15:01 WIB
FILIPINA
Minggu, 25 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 25 Oktober 2020 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK DAERAH
Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:01 WIB
RUMANIA
Minggu, 25 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 25 Oktober 2020 | 10:01 WIB
PENERIMAAN PPN
Minggu, 25 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:01 WIB
ALPHONZUS WIDJAJA:
Minggu, 25 Oktober 2020 | 07:01 WIB
MAROKO