Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Sri Mulyani: Isu Perpajakan Bakal Jadi Pembahasan Sentral KTT Asean

1
1

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (foto: Facebook Sri Mulyani)

JAKARTA, DDTCNews – Presiden Joko Widodo akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asean (Asean Summit) di Thailand pada 22-23 Juni 2019. Sejumlah isu akan menjadi pembahasan sentral.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan untuk isu perpajakan, pembahasan nantinya tidak jauh berbeda dengan pertemuan G20 beberapa waktu lalu. Tantangan soal pemajakan ekonomi digital tetap menjadi isu yang akan dibahas para pemimpin negara Kawasan Asean.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya untuk materi isu mengenai perpajakan digital, juga pasti nanti akan dimunculkan,” katanya usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga: Soal Hambatan Investasi, Ini Kata Sri Mulyani

Terkait penguatan kolaborasi antarnegera Asean, menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, akan dilakukan dalam aspek kepabeanan. Penggunaan satu dokumen pabean untuk kegiatan dagang di kawasan Asean akan diangkat menjadi topik pembahasan.

Kebijakan dokumen tunggal untuk kepabeanan ini sebagai upaya meningkatkan efisiensi perdagangan lintas negara di kawasan Asia Tenggara. Kebijakan tersebut dapat menekan biaya untuk pengurusan dokumen pabaen bagi pelaku usaha.

“Seperti kalau di Asean itu ada kerja sama mengenai kepabeanan, bagaimana bisa menggunakan suatu single document sehingga mereka menciptakan efisiensi,” paparnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Beri Penghargaan 10 Mantan Dirjen Pajak

Selain isu perpajakan, dinamika perang dagang yang kembali menghangat juga akan menjadi perhatian serius seluruh negara Asean. Penguatan kerja sama di tingkat regional dinilai sangat krusial untuk merespons dinamika perang dagang.

Kerangka kerja sama tersebut, menurut Sri Mulyani, tidak hanya sebatas kebijakan fiskal. Sinergitas dalam ranah moneter dan akses pembiayaan perlu ditingkatkan untuk menjamin ketahanan ekonomi di Kawasan Asean.

“Ada juga kebijakan menggunakan local currency yang sekarang ini antara bank sentral negara-negara Asean sehingga lebih mengurangi kebutuhan transaksi dengan dolar AS. Kemudian, bagiaman menciptakan asuransi bencana alam yang memang sudah dirintis Indonesia,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani: Reformasi Pajak Tidak Parsial

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya untuk materi isu mengenai perpajakan digital, juga pasti nanti akan dimunculkan,” katanya usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga: Soal Hambatan Investasi, Ini Kata Sri Mulyani

Terkait penguatan kolaborasi antarnegera Asean, menurut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, akan dilakukan dalam aspek kepabeanan. Penggunaan satu dokumen pabean untuk kegiatan dagang di kawasan Asean akan diangkat menjadi topik pembahasan.

Kebijakan dokumen tunggal untuk kepabeanan ini sebagai upaya meningkatkan efisiensi perdagangan lintas negara di kawasan Asia Tenggara. Kebijakan tersebut dapat menekan biaya untuk pengurusan dokumen pabaen bagi pelaku usaha.

“Seperti kalau di Asean itu ada kerja sama mengenai kepabeanan, bagaimana bisa menggunakan suatu single document sehingga mereka menciptakan efisiensi,” paparnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Beri Penghargaan 10 Mantan Dirjen Pajak

Selain isu perpajakan, dinamika perang dagang yang kembali menghangat juga akan menjadi perhatian serius seluruh negara Asean. Penguatan kerja sama di tingkat regional dinilai sangat krusial untuk merespons dinamika perang dagang.

Kerangka kerja sama tersebut, menurut Sri Mulyani, tidak hanya sebatas kebijakan fiskal. Sinergitas dalam ranah moneter dan akses pembiayaan perlu ditingkatkan untuk menjamin ketahanan ekonomi di Kawasan Asean.

“Ada juga kebijakan menggunakan local currency yang sekarang ini antara bank sentral negara-negara Asean sehingga lebih mengurangi kebutuhan transaksi dengan dolar AS. Kemudian, bagiaman menciptakan asuransi bencana alam yang memang sudah dirintis Indonesia,” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani: Reformasi Pajak Tidak Parsial
Topik : perpajakan, Sri Mulyani, KTT Asean, ekonomi digital
artikel terkait
Selasa, 16 Juli 2019 | 11:34 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Selasa, 16 Juli 2019 | 08:33 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 15 Juli 2019 | 18:13 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Senin, 15 Juli 2019 | 16:05 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 15 Juni 2018 | 18:05 WIB
KREDIT PAJAK
Rabu, 06 Maret 2019 | 11:54 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 31 Januari 2019 | 17:33 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 13 Maret 2019 | 12:39 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 11:29 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Selasa, 09 Oktober 2018 | 19:27 WIB
PERTEMUAN TAHUNAN IMF-BANK DUNIA
Jum'at, 12 April 2019 | 11:51 WIB
PEREKONOMIAN GLOBAL
Jum'at, 23 September 2016 | 17:01 WIB
PEMERIKSAAN BPK
Selasa, 29 Januari 2019 | 11:54 WIB
KEBIJAKAN CUKAI