Fokus
Data & Alat
Senin, 21 Juni 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Komunitas
Senin, 21 Juni 2021 | 17:30 WIB
IBI KWIK KIAN GIE
Senin, 21 Juni 2021 | 15:30 WIB
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Minggu, 20 Juni 2021 | 08:00 WIB
SEKJEN APSyFI REDMA GITA WIRAWASTA
Sabtu, 19 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Soal Pencairan Anggaran PEN 2021, Ini Kata Anggota Komisi XI DPR

A+
A-
0
A+
A-
0
Soal Pencairan Anggaran PEN 2021, Ini Kata Anggota Komisi XI DPR

Ilustrasi. Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 0,74% pada kuartal I/2021. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah perlu mengoptimalkan pencairan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 yang mencapai Rp699,43 triliun.

Anggota Komisi XI DPR Eriko Sotarduga mengatakan PEN memiliki peran penting untuk menjaga tren positif perekonomian dan meningkatkan konsumsi.

"Serapan PEN menjadi penting karena ini merupakan upaya kita bersama dalam menghadapi masa sulit dengan memberikan manfaat kepada masyarakat kecil berupa sembako, kartu pra kerja, dukungan UMKM, hingga vaksinasi," ujar Eriko, Selasa (11/5/2021).

Baca Juga: Pembetulan Laporan Realisasi PPh Pasal 21 DTP, Bolehkah?

Hingga saat ini, realisasi anggaran PEN dalam bentuk insentif dunia usaha sudah mencapai Rp26,2 triliun atau 46% dari pagu yang mencapai Rp56,72 triliun.

Meski demikian, realisasi anggaran PEN untuk sektor kesehatan masih sangat minim, yakni hanya sebesar Rp21,15 triliun atau 12% dari pagu senilai Rp175,22 triliun.

Serapan anggaran PEN untuk sektor kesehatan dinilai perlu dioptimalkan agar program vaksinasi nasional dapat berjalan dengan baik. Harapannya, Indonesia bisa segera terbebas dari pandemi Covid-19.

Baca Juga: Sri Mulyani: Pemerintah Komitmen Bahas RUU KUP Secara Transparan

"Setelah sistem kesehatan optimal dan produksi di berbagai sektor industri bangkit maka kita akan melihat adanya perbaikan ekonomi yang seiring sejalan dengan penanganan terhadap pandemi Covid-19," ujar Eriko.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2021 tercatat masih mengalami kontraksi hingga 0,74%. Meskipun masih minus, capaian ini masih lebih baik bila dibandingkan dengan kinerja pada kuartal II/2020 hingga kuartal IV/2020.

Indikasi mulai membaiknya perekonomian terutama, dari sisi konsumsi, juga mulai tampak pada hasil survei konsumen yang dirilis Bank Indonesia (BI). Untuk pertama kalinya sejak April 2020, indeks keyakinan konsumen (IKK) pada April 2021 kembali masuk ke zona optimis dengan posisi IKK mencapai 101,5.

Baca Juga: PMK Baru! Ini Cakupan Pengambilalihan Usaha yang Bisa Tidak Kena Pajak

“Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terpantau membaik, didorong oleh perbaikan persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja, penghasilan, dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama," tulis BI dalam hasil surveinya. (kaw)

Topik : pemulihan ekonomi nasional, PEN, insentif pajak, DPR
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 21 Juni 2021 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 21 Juni 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Minggu, 20 Juni 2021 | 12:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:01 WIB
KOREA SELATAN
berita pilihan
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:15 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:03 WIB
PMK 61/2021
Selasa, 22 Juni 2021 | 10:00 WIB
KOTA BENGKULU SELATAN
Selasa, 22 Juni 2021 | 09:58 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 Juni 2021 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 Juni 2021 | 08:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 Juni 2021 | 08:04 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 21 Juni 2021 | 18:34 WIB
KINERJA FISKAL
Senin, 21 Juni 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PPh