Review
Jum'at, 09 April 2021 | 11:41 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 06 April 2021 | 09:23 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 04 April 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA BARAT SUPARNO:
Selasa, 30 Maret 2021 | 09:10 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Jum'at, 02 April 2021 | 10:00 WIB
KMK 20/2021
Rabu, 31 Maret 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 31 MARET - 6 APRIL 2021
Rabu, 24 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 24 MARET - 30 MARET 2021
Komunitas
Senin, 12 April 2021 | 12:59 WIB
UNIVERSITAS SURABAYA
Minggu, 11 April 2021 | 08:01 WIB
KETUA UMUM ASPAKRINDO TEGUH KURNIAWAN HARMANDA
Sabtu, 10 April 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 09 April 2021 | 15:15 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Soal Konsensus Pajak Digital Global, AS Mulai Kompromi

A+
A-
0
A+
A-
0
Soal Konsensus Pajak Digital Global, AS Mulai Kompromi

Menteri Keuangan AS Janet Yellen. (foto: AFP/financial times)

WASHINGTON D.C., DDTCNews – Pemerintahan AS di bawah Presiden Joe Biden mencabut usulan safe harbour approach dalam proposal pajak digital Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yakni Pillar 1: Unified Approach.

Komitmen untuk tidak mengusung safe harbour approach dalam pelaksanaan Pillar 1 disampaikan oleh Menteri Keuangan AS Janet Yellen kepada kementerian keuangan negara mitra pada pertemuan G-20.

"Yellen mengatakan AS berkomitmen untuk terlibat dalam pembahasan proposal Pillar 1 OECD dan AS sudah tidak mengusung safe harbour approach pada Pillar 1," kata pejabat Kementerian Keuangan AS seperti dilansir mnetax.com, dikutip Rabu (3/3/2021).

Baca Juga: Uni Eropa Minta AS Menangguhkan Perang Tarif Bea Masuk

Untuk diketahui, pencapaian konsensus atas proposal Pillar 1 pada tahun-tahun sebelumnya cenderung terhambat akibat safe harbour approach yang diusulkan oleh AS pada masa pemerintahan Donald Trump.

Bila safe harbour approach diterapkan, skema pajak digital pada proposal Pillar bukanlah skema pajak yang wajib dipatuhi oleh korporasi digital. Perusahaan dapat serta merta memilih keluar (opt out) dari skema pajak digital pada proposal Pillar 1.

Pernyataan Yellen pun memberikan angin segar atas prospek tercapainya kesepakatan dari negara-negara Inclusive Framework atas proposal Pillar 1.

Baca Juga: Semester II/2021, Erdogan Bakal Naikkan Tarif Pajak Korporasi

Pada surat yang ditulis oleh Yellen kepada seluruh negara mitra anggota G20, Yellen mengungkapkan komitmennya untuk mencapai suatu kompromi demi memuluskan tercapainya konsensus atas proposal Pillar 1.

Tak hanya Pillar 1, Yellen mengungkapkan komitmennya untuk mendukung tercapainya konsensus atas proposal Pillar 2: Global Anti-Base Erosion (GloBE) guna mengatasi tantangan perpajakan atas korporasi.

"Perubahan ekonomi global menimbulkan tantangan pada aspek perpajakan atas korporasi. AS berkomitmen melanjutkan pembahasan kedua pilar melalui Inclusive Framework, menyelesaikan ketidaksepakatan yang ada, dan mencari solusi yang adil dan bijak," tulis Yellen. (rig)

Baca Juga: Akhir Kuartal II/2021, Perjanjian Pajak Israel-UAE Siap Disahkan

Topik : amerika serikat, pajak digital, OECD, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 06 April 2021 | 11:45 WIB
THAILAND
Selasa, 06 April 2021 | 11:39 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 05 April 2021 | 13:18 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Senin, 12 April 2021 | 22:30 WIB
BELGIA
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
SEKOLAH KEDINASAN
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA
Senin, 12 April 2021 | 18:01 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Senin, 12 April 2021 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 12 April 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 12 April 2021 | 16:33 WIB
SURVEI PENJUALAN ECERAN
Senin, 12 April 2021 | 16:30 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN
Senin, 12 April 2021 | 16:19 WIB
CUKAI (9)