Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Sejumlah Asumsi Makro Dasar Pengajuan RAPBN 2020 Disepakati

1
1

Ilustrasi rapat kerja dengan Komisi XI DPR.

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah dan Komisi XI DPR RI telah menyepakati asumsi makro yang akan dipakai pemerintah untuk mengajukan RAPBN 2020. Terdapat beberapa perubahan asumsi makro dari usulan awal yang disampaikan pemerintah saat rapat paripurna DPR bulan lalu.

Adapun beberapa asumsi dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) yang berubah antara lain nilai tukar rupiah dan tingkat bunga surat perbendaharaan negara (SPN). Target pertumbuhan ekonomi juga ikut berubah dalam pembahasan dengan Komisi XI.

Asumsi pertumbuhan ekonomi disepakati berada dalam rentang 5,2%—5,5%. Angka tersebut tercatat lebih rendah dari usuan awal pemerintah yakni 5,3%—5,6%. Tahun lalu, dalam KEM-PPKF 2019, asumsi pertumbuhan ekonomi dipatok di rentang 5,4%—5,8%, meskipun dalam APBN 2019 dipatok 5,3%.

Baca Juga: Penerimaan Tertekan, Sri Mulyani Tetap Lanjutkan Kebijakan Insentif

Selanjutnya, tingkat inflasi diperkirakan berada di rentang 2%—4%, sama seperti usulan awal. Adapun asumsi tingkat inflasi dalam APBN 2019 dipatok sebesar 3,5%, masuk dalam rentang 2,5%—4,5% yang diajukan dalam KEM-PPKF 2019.

Nilai tukar rupiah disepakati bergerak di kisaran Rp14.000—Rp14.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Hasil kesepakatan ini tercatat lebih kuat dari usulan awal Rp14.000—Rp15.000 per dolar AS. Tahun ini, asumsi nilai tukar rupiah dipatok senilai Rp15.000 per dolar AS, lebih lemah dari usulan dalam KEM-PPKF 2019 senilai Rp13.700—Rp14.000 per dolar AS.

Kemudian, tingkat suku bunga SPN 3 bulan disepakati berada di kisaran 5%—5,3%, lebih rendah dari usulan awal 5%—5,6%. Tahun ini, salah satu indikator asumsi makro ekonomi tersebut dipatok sebesar 5,3%, lebih tinggi dari usulan awal terdahulu sebesar 4,6%—5,2%.

Baca Juga: Pemerintah Luncurkan Indonesian AID, Apa Itu?

“Kita sepakati perubahan kerangka makro. Untuk target pembangunan di bawahnya, [kita] ikut pemerintah,” Kata pimpinan Raker Melchias Markus Mekeng di Ruang Rapat Komisi XI, Senin (17/6/2019).

Sebagai informasi, target pembangunan yang hendak dicapai antara lain tingkat pengangguran di perkirakan menjadi 4,8%—5% pada 2020. Lalu, tingkat kemiskinan ditargetkan bergerak di kisaran 8,5% hingga 9%. Selanjutnya, rasio gini atau ketimpangan ditargetkan 0,375—0,380 pada tahun depan. Kemudian, indeks pembangunan manusia ditargetkan berada di angka 72,51. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani Blokir Importir Tak Patuh Aturan Perpajakan & Tata Niaga

Asumsi pertumbuhan ekonomi disepakati berada dalam rentang 5,2%—5,5%. Angka tersebut tercatat lebih rendah dari usuan awal pemerintah yakni 5,3%—5,6%. Tahun lalu, dalam KEM-PPKF 2019, asumsi pertumbuhan ekonomi dipatok di rentang 5,4%—5,8%, meskipun dalam APBN 2019 dipatok 5,3%.

Baca Juga: Penerimaan Tertekan, Sri Mulyani Tetap Lanjutkan Kebijakan Insentif

Selanjutnya, tingkat inflasi diperkirakan berada di rentang 2%—4%, sama seperti usulan awal. Adapun asumsi tingkat inflasi dalam APBN 2019 dipatok sebesar 3,5%, masuk dalam rentang 2,5%—4,5% yang diajukan dalam KEM-PPKF 2019.

Nilai tukar rupiah disepakati bergerak di kisaran Rp14.000—Rp14.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Hasil kesepakatan ini tercatat lebih kuat dari usulan awal Rp14.000—Rp15.000 per dolar AS. Tahun ini, asumsi nilai tukar rupiah dipatok senilai Rp15.000 per dolar AS, lebih lemah dari usulan dalam KEM-PPKF 2019 senilai Rp13.700—Rp14.000 per dolar AS.

Kemudian, tingkat suku bunga SPN 3 bulan disepakati berada di kisaran 5%—5,3%, lebih rendah dari usulan awal 5%—5,6%. Tahun ini, salah satu indikator asumsi makro ekonomi tersebut dipatok sebesar 5,3%, lebih tinggi dari usulan awal terdahulu sebesar 4,6%—5,2%.

Baca Juga: Pemerintah Luncurkan Indonesian AID, Apa Itu?

“Kita sepakati perubahan kerangka makro. Untuk target pembangunan di bawahnya, [kita] ikut pemerintah,” Kata pimpinan Raker Melchias Markus Mekeng di Ruang Rapat Komisi XI, Senin (17/6/2019).

Sebagai informasi, target pembangunan yang hendak dicapai antara lain tingkat pengangguran di perkirakan menjadi 4,8%—5% pada 2020. Lalu, tingkat kemiskinan ditargetkan bergerak di kisaran 8,5% hingga 9%. Selanjutnya, rasio gini atau ketimpangan ditargetkan 0,375—0,380 pada tahun depan. Kemudian, indeks pembangunan manusia ditargetkan berada di angka 72,51. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani Blokir Importir Tak Patuh Aturan Perpajakan & Tata Niaga
Topik : KEM-PPKF 2020, RAPBN 2020, asumsi makro ekonomi, Sri Mulyani
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 21 Juni 2016 | 16:31 WIB
RUU PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 10:38 WIB
KEBIJAKAN PAJAK 2017
Kamis, 14 Juli 2016 | 13:25 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:58 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
berita pilihan
Selasa, 12 Desember 2017 | 09:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 13 Desember 2017 | 09:21 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 03 November 2017 | 09:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 November 2017 | 09:19 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 07 November 2017 | 09:36 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 08 November 2017 | 09:18 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 18 Desember 2017 | 09:53 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 19 Desember 2017 | 09:44 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 10 November 2017 | 09:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 20 Desember 2017 | 10:04 WIB
BERITA PAJAK HARI INI