Fokus
Data & Alat
Senin, 02 Agustus 2021 | 17:00 WIB
KMK 43/2021
Rabu, 28 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 28 JULI 2021 - 3 AGUSTUS 2021
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:15 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Saya Tak Bermaksud Menghindari Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Saya Tak Bermaksud Menghindari Pajak

PARA pekerja seni dan artis di berbagai belahan dunia seringkali harus menghadapi masalah perpajakan atas penghasilan yang diterimanya. Sengketa pajak yang dihadapi biasanya disebabkan oleh kurangnya pemahaman yang memadai dari para selebriti terhadap sistem perpajakan.

Kali ini, seorang aktor asal Amerika Serikat (As) Johnny Depp yang tengah menghadapi masalah pajak dengan pihak manajemennya. Johnny Depp menuduh mantan manajernya menelan biaya hingga lebih dari US$6 juta atau Rp79,9 miliar atas denda dari sengketa pajak yang tengah dihadapinya.

Bintang Pirates of the Caribbean ini menggugat bos dalam The Grup Manajemen (TMG) atas penipuan yang telah dilakukan pada Januari 2017. Johnny Depp mengatakan pihak manajemennya telah memanipulasi keuangannya dengan mencantumkan US$28 juta atau Rp371,9 miliar atas biaya yang tidak pernah disetujuinya.

Baca Juga: 'Mereka Mencuri Uang Saya'

Tidak hanya itu, pria yang dijuluki aktor 1000 wajah karena kemahirannya dalam memerankan beraneka ragam tokoh dengan karakter yang berbeda-beda ini mengungkapkan bahwa pihak manajemennya telah berulang kali melaporkan pajaknya secara tidak tepat waktu.

“Saya telah mempercayakan pihak manajemen untuk mengurus pajak atas penghasilan yang saya terima. Saya tidak bermaksud untuk menghindari pajak, secepatnya sengketa pajak ini akan saya selesaikan dengan otoritas pajak AS,” ungkap pria yang mengawali karirnya sejak tahun 1984.

Pengacara Johnny Depp, Adam Waldman telah mengajukan berkas-berkas persyaratan untuk menyelesaikan perselisihan tersebut. Dalam berkas tersebut, pihak Johnny Depa juga memberikan beberapa bukti mengenai tanda terima dari otoritas pajak AS (Internal Reveneu Services/IRS) yang memerinci tagihan pajaknya dari tahun 2000-2015.

Baca Juga: Kumpulkan Artis, Ternyata Ini Maksud Kanwil DJP Jaktim

“Kami telah melampirkan dokumen-dokumen dari IRS yang memerinci tagihan pajak Johnny Depp dari tahun 2010-2015 sebagai akibat dari kelalaian dan kesalahan yang telah dilakukan oleh manajemen TMG,” ungkap pengacara Johnny Depp.

Sejak saat itu, aktor yang memiliki naman lengkap John Christopher Depp II ini telah melunasi semua tagihan pajaknya kepada IRS. Pria yang juga berkarir sebagai musisi rock AS tersebut mengatakan akan memperbaiki semua kesalahan pajaknya di masa lalu dan akan segera menyelesaikan sengketa pajaknya. (Amu)

Baca Juga: Artis-artis Ini Kumpul Curhat Soal Pajak, Apa yang Dibahas?
Topik : artis pajak, pajak artis, johnny depp

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 15 September 2017 | 14:06 WIB
GIRING NIDJI:

Bayar Pajak Bikin Happy

Kamis, 07 September 2017 | 10:15 WIB
IVY BATUTA:

Masih Bingung

Jum'at, 18 Agustus 2017 | 18:32 WIB
MICHAEL ESSIEN

Saya Ingin Jadi Pesepak Bola yang Taat Pajak

Jum'at, 04 Agustus 2017 | 16:15 WIB
RHOMA IRAMA:

Koruptor Pajak Harus Diberi Sanksi Tegas

berita pilihan

Selasa, 03 Agustus 2021 | 11:30 WIB
KABUPATEN GIANYAR

Penerimaan Masih Tertekan, Pemda Bakal Lakukan Intensifikasi

Selasa, 03 Agustus 2021 | 11:20 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Realisasi Dana PEN Capai 41%, Begini Perinciannya

Selasa, 03 Agustus 2021 | 10:45 WIB
TAJUK PAJAK

Menyerahkan Kedaulatan Pajak

Selasa, 03 Agustus 2021 | 10:37 WIB
PMK 102/2021

Resmi! Pemerintah Beri Insentif PPN Sewa Unit Mal Hingga Lapak Pasar

Selasa, 03 Agustus 2021 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Soal Proposal OECD Pilar 1, Ini Kata Periset Pajak

Selasa, 03 Agustus 2021 | 10:15 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Lini Masa Konsensus Pajak Digital

Selasa, 03 Agustus 2021 | 09:55 WIB
PERSPEKTIF

Mencermati Kesepakatan Pajak Minimum Global

Selasa, 03 Agustus 2021 | 09:45 WIB
KAMUS PAJAK INTERNASIONAL

Apa Itu Pilar 1 dan Pilar 2 Proposal Pajak OECD?

Selasa, 03 Agustus 2021 | 09:30 WIB
DIGITALISASI EKONOMI

Bersiap Menyambut Arsitektur Baru Pajak Internasional