Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Realisasi Penerimaan Loyo, Strategi Utang Berubah? Ini Kata Kemenkeu

1
1

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman.

JAKARTA, DDTCNews – Kinerja penerimaan yang di bawah ekspektasi membuat pembiayaan (utang) berpotensi berubah tahun ini. Hal tersebut akan menjadi bagian dalam laporan pemerintah kepada DPR.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan opsi perubahan strategi dan patokan pembiayaan akan terlihat dalam penjabaran di laporan semester I dari pemerintah kepada DPR.

“Nanti, minggu depan Menkeu akan menyampaikan laporan semester kepada DPR. Nanti lihat saja angkanya di sana,” katanya saat membuka masa penawaran Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR007, Kamis (11/7/2019).

Baca Juga: Penerimaan Tertekan, Sri Mulyani Tetap Lanjutkan Kebijakan Insentif

Luky memaparkan kondisi perekonomian yang diliputi ketidakpastian turut memengaruhi kondisi keuangan negara. Kinerja penerimaan misalnya, ikut terpengaruh sehingga mencatatkan pertumbuhan yang tidak setinggi tahun lalu.

Iklim ketidakpastian yang berkembang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah. Perhatian pemerintah tidak hanya pada pos penerimaan, tetapi juga seluruh pos yang ada dalam APBN.

“Kondisi global masih diliputi ketidakpastian dan masih sangat volatile. Kita ini seperti naik rollercoaster, kadang ada berita bagus, kadang ada berita buruk. Kita terus cermati dan waspada kepada semua yang terjadi,” paparnya.

Baca Juga: Piutang Dikonversi, Kemenkeu Harapkan Dividen dan Pajak Tuban Petro

Seperti diketahui, pendapatan negara hingga akhir Mei 2019 tercatat senilai Rp728,5 triliun dengan laju pertumbuhan sebesar 6,2%. Realisasi pertumbuhan setoran ke kas negara tersebut lebih rendah dari tahun lalu dengan setoran senilai Rp686 triliun dengan laju pertumbuhan sebesar 15,5%.

Sementara itu, pembiayaan utang pemerintah hingga akhir Mei 2019 sebesar Rp159,6 triliun atau 44% dari pagu APBN senilai Rp359 triliun. Realisasi utang tersebut tumbuh negatif 10,6% dari tahun fiskal 2018 yang pembiayaan utangnya mencapai Rp178,5 triliun. (kaw)

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Melambat, Ada Apa?

“Nanti, minggu depan Menkeu akan menyampaikan laporan semester kepada DPR. Nanti lihat saja angkanya di sana,” katanya saat membuka masa penawaran Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR007, Kamis (11/7/2019).

Baca Juga: Penerimaan Tertekan, Sri Mulyani Tetap Lanjutkan Kebijakan Insentif

Luky memaparkan kondisi perekonomian yang diliputi ketidakpastian turut memengaruhi kondisi keuangan negara. Kinerja penerimaan misalnya, ikut terpengaruh sehingga mencatatkan pertumbuhan yang tidak setinggi tahun lalu.

Iklim ketidakpastian yang berkembang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah. Perhatian pemerintah tidak hanya pada pos penerimaan, tetapi juga seluruh pos yang ada dalam APBN.

“Kondisi global masih diliputi ketidakpastian dan masih sangat volatile. Kita ini seperti naik rollercoaster, kadang ada berita bagus, kadang ada berita buruk. Kita terus cermati dan waspada kepada semua yang terjadi,” paparnya.

Baca Juga: Piutang Dikonversi, Kemenkeu Harapkan Dividen dan Pajak Tuban Petro

Seperti diketahui, pendapatan negara hingga akhir Mei 2019 tercatat senilai Rp728,5 triliun dengan laju pertumbuhan sebesar 6,2%. Realisasi pertumbuhan setoran ke kas negara tersebut lebih rendah dari tahun lalu dengan setoran senilai Rp686 triliun dengan laju pertumbuhan sebesar 15,5%.

Sementara itu, pembiayaan utang pemerintah hingga akhir Mei 2019 sebesar Rp159,6 triliun atau 44% dari pagu APBN senilai Rp359 triliun. Realisasi utang tersebut tumbuh negatif 10,6% dari tahun fiskal 2018 yang pembiayaan utangnya mencapai Rp178,5 triliun. (kaw)

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Melambat, Ada Apa?
Topik : pembiayaan, utang, penerimaan pajak, shortfall
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Jum'at, 27 September 2019 | 09:54 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 16:49 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 16:45 WIB
SHORTFALL PAJAK
Jum'at, 18 Oktober 2019 | 18:54 WIB
PERUNDANG-UNDANGAN
Jum'at, 18 Oktober 2019 | 16:28 WIB
KORPORASI
Jum'at, 18 Oktober 2019 | 14:34 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Jum'at, 18 Oktober 2019 | 11:46 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Jum'at, 18 Oktober 2019 | 10:52 WIB
THAILAND
Jum'at, 18 Oktober 2019 | 09:30 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 17 Oktober 2019 | 18:49 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 17 Oktober 2019 | 18:11 WIB
ADMINISTRASI PAJAK