Review
Rabu, 01 Februari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (4)
Selasa, 31 Januari 2023 | 11:45 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 31 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (3)
Senin, 30 Januari 2023 | 12:00 WIB
TAJUK PERPAJAKAN
Fokus
Literasi
Senin, 30 Januari 2023 | 14:24 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 30 Januari 2023 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 30 Januari 2023 | 10:45 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 27 Januari 2023 | 17:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 01 Februari 2023 | 10:00 WIB
KMK 6/2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 09:31 WIB
KURS PAJAK 1 FEBRUARI - 7 FEBRUARI 2023
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Reportase

Perhatikan! Beda Pemeriksaan Bukper Terbuka dan Tertutup Makin Tegas

A+
A-
2
A+
A-
2
Perhatikan! Beda Pemeriksaan Bukper Terbuka dan Tertutup Makin Tegas

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Melalui PMK 177/2022, pemerintah mempertegas perbedaan antara pemeriksaan bukti permulaan (bukper) secara terbuka dan tertutup.

Pemeriksaan bukper secara terbuka atau tertutup sama-sama dilakukan terhadap dugaan peristiwa pidana yang ditentukan dalam Surat Perintah Pemeriksaan Bukti Permulaan (SPPBP). Perbedaan utama keduanya, yakni pemeriksaan bukper secara terbuka didahului dengan penyampaian SPPBP kepada orang pribadi atau badan, sedangkan pada pemeriksaan bukper secara tertutup tidak.

"Pemeriksaan bukti permulaan secara tertutup ... dilakukan tidak dengan surat pemberitahuan pemeriksaan bukti permulaan kepada orang pribadi atau badan yang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan," bunyi Pasal 5 ayat (4) PMK 177/2022, dikutip pada Kamis (8/12/2022).

Baca Juga: Tidak Transparan Soal Pajak, Menteri Ini Akhirnya Dipecat

Bab IV PMK 177/2022 menjelaskan perbedaan antara hak dan kewajiban pemeriksa bukper saat melaksanakan pemeriksaan bukper secara terbuka dan tertutup. Demikian pula soal hak dan kewajiban antara orang pribadi atau badan yang dilakukan pemeriksaan bukper secara terbuka dan tertutup.

Pasal 8 ayat (1) menyebut terdapat 6 kewajiban yang harus dipenuhi oleh pelaksana pemeriksaan buper. Namun, untuk pemeriksaan bukper secara tertutup, ada 3 poin yang dikecualikan. Kewajiban pemeriksa yang dikecualikan dalam pemeriksaan bukper secara tertutup setidaknya terbagi ke dalam 3 aspek.

Pertama, menyampaikan SPPBP, SPPBP Perubahan, surat pemberitahuan perpanjangan jangka waktu pemeriksaan bukper, pemberitahuan hasil pemeriksaan buper, pemberitahuan tindak lanjut pemeriksaan bukper, atau pemberitahuan perubahan tindak lanjut pemeriksaan bukper kepada orang pribadi atau badan yang dilakukan pemeriksaan bukper.

Baca Juga: Ini Maksud 'Dimulainya Penyidikan' dalam Pengungkapan Ketidakbenaran

Kedua, memperlihatkan kartu tanda pengenal pemeriksa bukper jika diminta oleh orang pribadi atau badan yang dilakukan pemeriksaan bukper, serta memperlihatkan kartu tanda pengenal pemeriksa bukper jika diminta oleh orang pribadi atau badan yang dilakukan pemeriksaan bukper.

Ketiga, memperlihatkan SPPBP atau SPPBP Perubahan jika diminta oleh orang pribadi atau badan yang dilakukan pemeriksaan bukper.

Kemudian Pasal 8 ayat (6) beleid yang sama juga menyatakan terdapat pengecualian kewajiban orang pribadi atau badan yang dilakukan pemeriksaan bukper dalam pemeriksaan tertutup.

Baca Juga: Perdana Menteri Ini Perintahkan Otoritas Pajak Periksa Ketua Partai

Kewajiban yang dikecualikan, yakni memberikan kesempatan kepada pemeriksa bukper untuk memasuki dan/atau memeriksa tempat atau ruangan tertentu, barang bergerak, dan/atau barang tidak bergerak yang diduga atau patut diduga digunakan untuk menyimpan bukper; serta memberikan kesempatan kepada pemeriksa bukper untuk mengakses dan/atau mengunduh data elektronik.

Selain itu, orang pribadi atau badan yang dilakukan pemeriksaan bukper tertutup dikecualikan dari kewajiban memperlihatkan dan/atau meminjamkan bahan bukti kepada pemeriksa bukper; memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis kepada pemeriksa bukper; serta memberikan bantuan kepada pemeriksa bukper permulaan guna kelancaran pemeriksaan bukper.

Mengenai hak orang pribadi atau badan yang dilakukan pemeriksaan bukper, juga ada pengecualian jika dilaksanakan pemeriksaan bukper tertutup.

Baca Juga: Komite Kepatuhan Bikin Pengawasan dan Pemeriksaan KPP Lebih Terarah

Hak tersebut yakni, pertama, meminta pemeriksa bukper menyampaikan SPPBP, surat pemberitahuan SPPBP Perubahan, surat pemberitahuan perpanjangan jangka waktu pemeriksaan buper, pemberitahuan hasil pemeriksaan bukper, pemberitahuan tindak lanjut pemeriksaan bukper, atau pemberitahuan perubahan tindak lanjut pemeriksaan bukper.

Kedua, melihat kartu tanda pengenal pemeriksa bukper. Ketiga, melihat SPPBP atau SPPBP Perubahan. Keempat, menerima kembali bahan bukti yang telah dipinjam ketika pemeriksaan buper selesai dilaksanakan. (sap)

Baca Juga: Catat! TP Doc Perlu Disusun Sejak Awal Tahun, Ternyata Ini Alasannya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pemeriksaan pajak, pemeriksaan, bukti permulaan, bukper, PMK 177/2022

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 22 Desember 2022 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Libur Tahun Baru ke Luar Negeri, Pahami Aturan Barang Bawaan Penumpang

Selasa, 20 Desember 2022 | 12:00 WIB
PER-14/BC/2022

Pemeriksaan Pabean Impor Barang Kiriman pada AEO/MITA Bakal Minimal

Sabtu, 17 Desember 2022 | 15:00 WIB
KPP PRATAMA GROBOGAN

AR Datangi Toko Pertanian, Ternyata Punya Tunggakan & Belum Lapor SPT

Jum'at, 16 Desember 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor?

berita pilihan

Rabu, 01 Februari 2023 | 15:07 WIB
KANWIL DJP JAKARTA TIMUR

Wah! DJP Telusuri Jaringan Penerbit Faktur Pajak Fiktif di Jakarta

Rabu, 01 Februari 2023 | 14:43 WIB
KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Jokowi Bakal Setop Ekspor Konsentrat Tembaga Tahun Ini

Rabu, 01 Februari 2023 | 14:15 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Selepas Natal dan Tahun Baru, Tingkat Inflasi Masih Tembus 5%

Rabu, 01 Februari 2023 | 14:07 WIB
BINCANG ACADEMY

Mengejar Penyusunan Kebijakan Keuangan Daerah sebagai Turunan UU HKPD

Rabu, 01 Februari 2023 | 13:14 WIB
UNIVERSITAS TRILOGI

Penerapan CRM dan Teknologi Berpeluang Wujudkan Kepatuhan Kooperatif

Rabu, 01 Februari 2023 | 12:45 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

Seleksi CHA: Triyono Martanto Ingin Pangkas Backlog Sengketa Pajak

Rabu, 01 Februari 2023 | 12:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Awas Kena Sanksi, Begini Contoh Faktur Pajak yang Terlambat Dibuat

Rabu, 01 Februari 2023 | 12:00 WIB
KPP PRATAMA DENPASAR BARAT

Tagih Tunggakan Pajak, Saldo Rekening WP Dipindahbukukan ke Kas Negara

Rabu, 01 Februari 2023 | 11:30 WIB
PP 55/2022

Ini Contoh Penghitungan Jangka Waktu Pakai Fasilitas PPh Final 0,5%