Fokus
Literasi
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:11 WIB
CUKAI (18)
Data & Alat
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Selasa, 08 Juni 2021 | 18:33 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 16 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 14 Juni 2021 | 14:11 WIB
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Penjualan Eceran Kian Merosot, Ini Data Survei BI

A+
A-
3
A+
A-
3
Penjualan Eceran Kian Merosot, Ini Data Survei BI

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Bank Indonesia mencatat indeks penjualan riil (IPR) pada November 2020 masih terkontraksi.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) dalam Survei Penjualan Eceran, IPR pada November 2020 terkontraksi hingga 16,3%. Kontraksi tersebut tercatat lebih dalam dibandingkan kinerja pada Oktober 2020 yang mencapai minus 14,9%.

"[Kinerja] terutama dipengaruhi oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta perlengkapan rumah tangga lainnya," tulis BI dalam laporannya, Selasa (12/1/2021).

Baca Juga: Dalam Satu Dekade, Kebocoran Pajak di Negara Ini Tembus Rp333 Triliun

Otoritas moneter memproyeksi kontraksi IPR pada Desember 2020 akan makin dalam hingga 20,7%. Menurut BI, penurunan IPR pada Desember 2020 akan didorong penurunan penjualan pada subkelompok sandang dan kelompok peralatan informasi dan komunikasi.

Dengan tren IPR yang diproyeksi masih minus hingga akhir tahun, BI memperkirakan IPR pada kuartal IV/2020 akan terkontraksi hingga 17,3%, sedikit lebih baik bila dibandingkan dengan kinerja pada kuartal II/2020 yang tercatat minus 18,2%.

Penurunan diindikasikan karena tertahannya konsumsi masyarakat, khususnya saat PSBB jilid II sampai minggu kedua Oktober 2020 di Jakarta. Selain itu, adanya demonstrasi sepanjang Oktober-November di beberapa kota besar cakupan survei juga berpengaruh.

Baca Juga: Pengusaha Minta Periode Insentif Pajak dalam PMK 9/2021 Diperpanjang

Proyeksi penurunan IPR pada kuartal IV/2020 juga mengonfirmasi proyeksi Kementerian Keuangan terkait dengan konsumsi rumah tangga yang masih belum sepenuhnya pulih pada akhir 2020.

Kementerian Keuangan memperkirakan konsumsi rumah tangga pada kuartal IV/2020 masih akan minus 2,6% hingga minus 3,6%, sedikit lebih baik bila dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal III/2020 yang mencapai 4%. (kaw)

Baca Juga: Kembalikan Defisit di Bawah 3% PDB, Ini Saran World Bank
Topik : survei penjualan eceran, indeks penjualan riil, IPR, Bank Indonesia, BI
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 16 Juni 2021 | 17:44 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 16:38 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:47 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
MESIR
berita pilihan
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:30 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:18 WIB
DDTC NEWSLETTER
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:55 WIB
KEKAYAAN NEGARA
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:48 WIB
LAYANAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:07 WIB
PMK 56/2021
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:05 WIB
EFEK VIRUS CORONA