Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Pemerintah Luncurkan Buku Putih Ekonomi Digital

A+
A-
1
A+
A-
1
Pemerintah Luncurkan Buku Putih Ekonomi Digital

Peluncuran buku putih. (foto: Humas Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, DDTCNews – Proses digitalisasi berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Menyikapi hal tersebut, pemerintah menyusun buku putih untuk menyambut era baru digitalisasi, khususnya dalam perekonomian.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo dalam acara peluncuran buku putih (white book) berjudul “Indonesia Digital for Future Economy & Inclusive Urban Transformation”.

“Digitalisasi telah menimbulkan perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sejalan dengan perkembangan internet yang pesat," katanya dalam keterangan resmi, Senin (23/12/2019).

Baca Juga: Soal Pajak Google, Simak Penjelasan Dirjen Pajak Ini

Menurutnya, buku ini menjadi panduan pemerintah dalam menghadapi perkembangan digitalisasi dalam struktur perekonomian nasional. Dia menambahkan buku putih ekonomi digital merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam melakukan sinergi.

Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan secara komprehensif segala sisi dari perkembangan ekonomi digital. Buku putih, sambungnya, merefleksikan potensi, tantangan, status terkini serta usulan langkah-langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia Digital.

Beberapa isu tersebut menjadi kunci Indonesia dalam melakukan transformasi ekonomi yang inklusif dalam jangka panjang menuju suksesnya transformasi ekonomi bangsa dan inklusivitas urban di masa depan.

Baca Juga: Untuk Edukasi Pajak Pelaku Usaha Digital, DJP Gandeng Google

Pada akhirnya, segala aspek yang termaktub dalam buku ini diharapkan menjadi dasar dalam mengarahkan kebijakan pemerintah untuk mendorong pemerataan dan seluruh manfaat dalam pembangunan. Hal ini terutama untuk mewujudkan ekonomi digital yang inklusif dan adil.

Salah satu penekanan dari perkembangan ekonomi digital adalah pentingnya memiliki infrastruktur yang mumpuni. Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) yang andal dengan kecepatan tinggi dibutuhkan untuk menghubungkan infrastruktur ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI) dan kawasan pariwisata, serta UMKM.

"Penggunaan TIK akan menimbulkan efisiensi tinggi dalam menghubungkan Sabang sampai Merauke," imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: OECD: PPN Ekonomi Digital Sudah Dikenakan di Lebih dari 50 Negara

“Digitalisasi telah menimbulkan perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sejalan dengan perkembangan internet yang pesat," katanya dalam keterangan resmi, Senin (23/12/2019).

Baca Juga: Soal Pajak Google, Simak Penjelasan Dirjen Pajak Ini

Menurutnya, buku ini menjadi panduan pemerintah dalam menghadapi perkembangan digitalisasi dalam struktur perekonomian nasional. Dia menambahkan buku putih ekonomi digital merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam melakukan sinergi.

Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan secara komprehensif segala sisi dari perkembangan ekonomi digital. Buku putih, sambungnya, merefleksikan potensi, tantangan, status terkini serta usulan langkah-langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia Digital.

Beberapa isu tersebut menjadi kunci Indonesia dalam melakukan transformasi ekonomi yang inklusif dalam jangka panjang menuju suksesnya transformasi ekonomi bangsa dan inklusivitas urban di masa depan.

Baca Juga: Untuk Edukasi Pajak Pelaku Usaha Digital, DJP Gandeng Google

Pada akhirnya, segala aspek yang termaktub dalam buku ini diharapkan menjadi dasar dalam mengarahkan kebijakan pemerintah untuk mendorong pemerataan dan seluruh manfaat dalam pembangunan. Hal ini terutama untuk mewujudkan ekonomi digital yang inklusif dan adil.

Salah satu penekanan dari perkembangan ekonomi digital adalah pentingnya memiliki infrastruktur yang mumpuni. Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) yang andal dengan kecepatan tinggi dibutuhkan untuk menghubungkan infrastruktur ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI) dan kawasan pariwisata, serta UMKM.

"Penggunaan TIK akan menimbulkan efisiensi tinggi dalam menghubungkan Sabang sampai Merauke," imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: OECD: PPN Ekonomi Digital Sudah Dikenakan di Lebih dari 50 Negara
Topik : ekonomi digital, digitalisasi, perekonomian Indonesia
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 28 Oktober 2019 | 13:44 WIB
RAPAT TAHUNAN KE-49 SGATAR
Senin, 28 Oktober 2019 | 14:12 WIB
RAPAT TAHUNAN KE-49 SGATAR
Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:59 WIB
RAPAT TAHUNAN KE-49 SGATAR
Senin, 04 November 2019 | 14:45 WIB
AGENDA PAJAK
berita pilihan
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:36 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:11 WIB
KOTA BOGOR
Kamis, 20 Februari 2020 | 18:03 WIB
ALOKASI DANA TRANSFER
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:50 WIB
PROFIL PAJAK KOTA SURABAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:15 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:26 WIB
SELEKSI CALON PROFESIONAL DDTC
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:18 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:07 WIB
INDEKS KERAHASIAAN FINANSIAL GLOBAL
Kamis, 20 Februari 2020 | 15:57 WIB
PROYEKSI EKONOMI