Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Pemerintah Berencana Pangkas PPN Tiket Kereta Api

0
0

Ilustrasi. 

BERLIN, DDTCNews – Pemerintah berencana untuk menurunkan pajak pertambahan nilai (PPN) pada tiket kereta api jarak jauh. Rencana ini bertujuan untuk membuat perjalanan kereta api lebih menarik dan mengurangi emisi karbon.

Menteri Transportasi Jerman Andreas Scheuer mengatakan melalui penurunan tarif PPN tersebut, pemerintah juga berencana untuk meningkatkan jumlah penumpang kereta api menjadi 150 juta per tahun.

“Untuk mencapai hal itu dan membuat kereta lebih menarik maka kami perlu menurunkan tarif PPN atas tiket kereta api dari 19% menjadi 7%,” katanya, seperti dikutip pada Kamis (18/4/2019).

Baca Juga: Tren Reformasi PPN & Cukai di Dunia

Penurunan tarif PPN pada tiket kereta juga akan menurunkan harga jual tiket dari Berlin ke Munich, dari sebelumnya 153 euro (Rp2,42 juta) menjadi 129 euro (Rp2,04 juta). Dengan tarif baru tersebut, pelanggan kereta api akan menghemat 24 euro (Rp379,91 ribu) per perjalanan.

Scheuer menjelaskan ada keseriusan pemerintah untuk mengatasi perubahan iklim. Pemerintah juga menginginkan semakin banyak warga beralih dari penggunaan mobil pribadi atau pesawat ke moda tranportasi berupa kereta api.

Menanggapi hal ini, grup transportasi kereta api Allianz pro memberi respons positif kepada Scheuer. Grup tersebut mengungkap sinyal penting untuk iklim yang lebih besar di sektor transportasi karena transportasi jarak dekat dan jauh tetap dikenakan tarif PPN 7%.

Baca Juga: Simulasi Perubahan Tarif PPh & PPN Mulai Dilakukan

Aliansi pendukung kereta mengatakan Scheuer mengadopsi ide penting dari komisi transportasi Jerman. Melalui kebijakan itu, tidak ada kerugian untuk tiket kereta api yang harus berhadapan dengan tiket pesawat. Tiket pesawat dalam kasus koneksi internasional saat ini tidak dikenakan pajak sama sekali.

Mengurangi emisi di sektor transportasi telah terbukti sangat sulit bagi Jerman. Jejak karbon mobil, pesawat, dan alat transportasi lainnya sebagian besar tetap stagnan sejak 1990. Komisi transportasi nasional ditugaskan untuk mengusulkan upaya agar menurunkan produksi gas rumah kaca.

Kendati demikian, Scheuer telah dikritik karena gagal sepenuhnya mendukung pekerjaan badan tersebut. Bahkan, setelah berbulan-bulan negosiasi yang kontroversial, proposal komisi – yang dirilis pada akhir Maret – tidak mengandung langkah-langkah yang cukup untuk mencapai target pengurangan emisi transportasi Jerman.

Baca Juga: Jerman Harapkan Kesepakatan Pajak Minimum untuk Perusahaan Digital

“Untuk mencapai hal itu dan membuat kereta lebih menarik maka kami perlu menurunkan tarif PPN atas tiket kereta api dari 19% menjadi 7%,” katanya, seperti dikutip pada Kamis (18/4/2019).

Baca Juga: Tren Reformasi PPN & Cukai di Dunia

Penurunan tarif PPN pada tiket kereta juga akan menurunkan harga jual tiket dari Berlin ke Munich, dari sebelumnya 153 euro (Rp2,42 juta) menjadi 129 euro (Rp2,04 juta). Dengan tarif baru tersebut, pelanggan kereta api akan menghemat 24 euro (Rp379,91 ribu) per perjalanan.

Scheuer menjelaskan ada keseriusan pemerintah untuk mengatasi perubahan iklim. Pemerintah juga menginginkan semakin banyak warga beralih dari penggunaan mobil pribadi atau pesawat ke moda tranportasi berupa kereta api.

Menanggapi hal ini, grup transportasi kereta api Allianz pro memberi respons positif kepada Scheuer. Grup tersebut mengungkap sinyal penting untuk iklim yang lebih besar di sektor transportasi karena transportasi jarak dekat dan jauh tetap dikenakan tarif PPN 7%.

Baca Juga: Simulasi Perubahan Tarif PPh & PPN Mulai Dilakukan

Aliansi pendukung kereta mengatakan Scheuer mengadopsi ide penting dari komisi transportasi Jerman. Melalui kebijakan itu, tidak ada kerugian untuk tiket kereta api yang harus berhadapan dengan tiket pesawat. Tiket pesawat dalam kasus koneksi internasional saat ini tidak dikenakan pajak sama sekali.

Mengurangi emisi di sektor transportasi telah terbukti sangat sulit bagi Jerman. Jejak karbon mobil, pesawat, dan alat transportasi lainnya sebagian besar tetap stagnan sejak 1990. Komisi transportasi nasional ditugaskan untuk mengusulkan upaya agar menurunkan produksi gas rumah kaca.

Kendati demikian, Scheuer telah dikritik karena gagal sepenuhnya mendukung pekerjaan badan tersebut. Bahkan, setelah berbulan-bulan negosiasi yang kontroversial, proposal komisi – yang dirilis pada akhir Maret – tidak mengandung langkah-langkah yang cukup untuk mencapai target pengurangan emisi transportasi Jerman.

Baca Juga: Jerman Harapkan Kesepakatan Pajak Minimum untuk Perusahaan Digital
Topik : kereta api, PPN, Jerman
artikel terkait
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Senin, 29 Agustus 2016 | 11:02 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 10 Mei 2019 | 16:37 WIB
ZAMBIA
Rabu, 15 Agustus 2018 | 12:10 WIB
ZAMBIA
Senin, 10 September 2018 | 09:45 WIB
YUNANI
Jum'at, 15 Juni 2018 | 17:42 WIB
ARAB SAUDI
Jum'at, 27 Juli 2018 | 16:21 WIB
JEPANG
Senin, 03 September 2018 | 15:12 WIB
INDIA