Berita
Senin, 30 November 2020 | 11:00 WIB
LOMBA GRAFITAX DDTCNEWS 2020
Senin, 30 November 2020 | 09:28 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 30 November 2020 | 08:45 WIB
PERPRES 112/2020
Senin, 30 November 2020 | 08:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Review
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 15 November 2020 | 08:01 WIB
KEPALA KANTOR BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA FINARI MANAN:
Fokus
Data & alat
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Rabu, 18 November 2020 | 09:35 WIB
KURS PAJAK 18 NOVEMBER - 24 NOVEMBER 2020
Sabtu, 14 November 2020 | 13:05 WIB
STATISTIK PAJAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Komunitas
Senin, 30 November 2020 | 10:29 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 29 November 2020 | 11:30 WIB
AGENDA KEPABEANAN
Minggu, 29 November 2020 | 10:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Sabtu, 28 November 2020 | 15:14 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Reportase
Glosarium

Mulai Hari Ini! Minta SK UMKM & Insentif PMK 44/2020 di DJP Online

A+
A-
208
A+
A-
208
Mulai Hari Ini! Minta SK UMKM & Insentif PMK 44/2020 di DJP Online

Tampilan menu Info KSWP di DJP Online. 

JAKARTA, DDTCNews – Pengajuan insentif yang ada di dalam PMK 44/2020 sudah bisa dilakukan melalui DJP Online.

Hal ini disampaikan Ditjen Pajak (DJP) melalui Siaran Pers No.SP-20/2020 berjudul ‘Persyaratan Perluasan Sektor Insentif Pajak Hadapi Corona Telah Tersedia Secara Online’ yang dipublikasikan pagi ini, Sabtu (2/5/2020).

Dalam keterangan resmi tersebut, DJP menyatakan telah melakukan deployment sistem aplikasi online terkait perluasan sektor penerima insentif yang sebelumnya ada di PMK 23/2020 tersebut. Dengan demikian, wajib pajak sudah bisa mengaksesnya.

Baca Juga: Apa Saja Insentif Pajak yang Diberikan pada 2021? Ini Kata Kemenkeu

“Dapat diakses oleh wajib pajak untuk menyampaikan pemberitahuan atau memperoleh surat keterangan yang diperlukan sebagai syarat untuk mendapatkan insentif pajak tersebut, mulai pada tanggal 2 Mei 2020 ini,” demikian pernyataan DJP.

Pemenuhan persyaratan insentif pajak secara online dilakukan dengan login pada www.pajak.go.id (DJP Online) dan menyampaikan pemberitahuan atau pengajuan surat keterangan yang tersedia pada menu Layanan – Info KSWP – Profil Pemenuhan Kewajiban Saya.

DDTCNews mencoba mengeceknya, di menu tersebut memang sudah ada pengajuan untuk fasilitas PPh Pasal 21 DTP, fasilitas pengurang PPh Pasal 25, SKB PPh Pasal 22 Impor. Pengajuan Surat Keterangan (PP 23) untuk UMKM juga tersedia. Simak artikel 'Biar Pajaknya Ditanggung Pemerintah, Pelaku UMKM Minta Ini Dulu ke DJP'.

Baca Juga: Skema Baru Sanksi Administrasi Berlaku, DJP Susun Ketentuan Pembetulan

“Fasilitas berlaku sejak masa pajak pemberitahuan disampaikan atau saat surat keterangan diterbitkan hingga masa pajak September 2020,” imbuh DJP.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada lima insentif yang masuk dalam PMK 44/2020. Sebanyak 4 insentif sama dengan PMK 23/2020. Simak artikel ‘Penjelasan Resmi DJP Soal Perluasan Insentif, Termasuk Pajak UMKM’.

Pertama, insentif PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP) untuk wajib pajak di salah satu dari 1.062 KLU, pada perusahaan yang mendapatkan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE), dan pada perusahaan di kawasan berikat.fasilitas ini sebelumnya hanya diberikan kepada 440 bidang industri dan perusahaan KITE.

Baca Juga: Kebijakan Fiskal Pemerintah Dinilai Sudah Berorientasi Jangka Panjang

Kedua, insentif pembebasan dari pemungutan PPh Pasal 22 Impor wajib pajak yang bergerak di salah satu dari 431 KLU, pada perusahaan KITE, dan pada perusahaan di kawasan berikat. Fasilitas ini sebelumnya hanya diberikan kepada 102 bidang industri dan perusahaan KITE

Ketiga, insentif pengurangan 30% angsuran PPh Pasal 25 Wajib pajak yang bergerak di salah satu dari 846 KLU, perusahaan KITE, dan perusahaan di kawasan berikat. Fasilitas ini sebelumnya hanya diberikan kepada 102 bidang industri dan perusahaan KITE.

Keempat, insentif restitusi PPN dipercepat hingga jumlah lebih bayar maksimal Rp5 miliar untuk wajib pajak yang bergerak di salah satu dari 431 KLU, perusahaan KITE, dan perusahaan di kawasan berikat. Fasilitas ini sebelumnya hanya diberikan kepada 102 bidang industri dan perusahaan KITE.

Baca Juga: Jembatani Wajib Pajak dengan DJP, Akuntan Punya Peran Penting

Selain keempat fasilitas itu, ada satu insentif tambahan, yaitu PPh final 0,5% (PP 23/2018) DTP untuk pelaku UMKM. Dengan demikian wajib pajak UMKM tidak perlu melakukan setoran pajak. Pemotong atau pemungut pajak tidak melakukan pemotongan atau pemungutan pajak pada saat melakukan pembayaran kepada pelaku UMKM. Simak artikel ‘Pajak UMKM Resmi Ditanggung Pemerintah Selama 6 Bulan, Ini Aturannya’. (kaw)

Topik : PMK 44/2020, insentif pajak, UMKM, PPh final, PP 23/2018, DJP Online, DJP, PPh Pasal 21 DTP
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Ria Indah Rahmawati

Jum'at, 15 Mei 2020 | 22:49 WIB
saya juga punya kasus sama wp masuk dlm skema pp23 status tidak terpenuhi KLU jg sesuai dgn daftar 440 KLU yg dicantumkan. kenapa kira2?? saya baru buka CV dan daftar PKP th 2019. apakah mempengaruhi ?? tolong bantu ya yg tau

MIA

Senin, 04 Mei 2020 | 14:29 WIB
saya adalah UMKM dengan omset dibawah 4,8Milyar setahun dan saya ingin mengajukan Surat Keterangan PP23 untuk mengikuti program Insentif Pajak untuk UMKM Tetapi kenapa pada saat saya mengajukan informasi yang saya dapat adalah "status tidak dipenuhi" padahal sebelumnya saya sudah memiliki Surat Ke ... Baca lebih lanjut

Andy

Minggu, 03 Mei 2020 | 04:54 WIB
KLU di SPT 2018 harus sama dengan KLU di profil yah

Ahmadanoval

Sabtu, 02 Mei 2020 | 16:03 WIB
sy juga sama klu masuk ditolak.namun blm cetak alasan penolakannya. mau coba cara manual. bikin srt ke kpp terdaftar.

Wilhan

Sabtu, 02 Mei 2020 | 13:00 WIB
KLU sudah masuk di lampiran PMK 44/2020, tetapi tetap ditolak. Mau melapor kemana? Karena wajib pajak tidak pernah tahu cara kerja sistem di djponline.. hanya bisa menerima nasib (diterima atau ditolak). #MariBicara

Andy

Minggu, 03 Mei 2020 | 04:55 WIB
Apakah KLU di SPT 2018 sama dengan KLU di profil?

MIA

Senin, 04 Mei 2020 | 14:28 WIB
WP masuk dalam skema PP23

Ria Indah Rahmawati

Jum'at, 15 Mei 2020 | 22:50 WIB
kalau buka CV nya thn 2019 apa berpengaruh ??
1
artikel terkait
Rabu, 25 November 2020 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 25 November 2020 | 15:20 WIB
UU CIPTA KERJA
Rabu, 25 November 2020 | 14:20 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 25 November 2020 | 14:14 WIB
UU CIPTA KERJA
berita pilihan
Senin, 30 November 2020 | 10:29 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Senin, 30 November 2020 | 09:56 WIB
BEA METERAI (4)
Senin, 30 November 2020 | 09:28 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 30 November 2020 | 08:45 WIB
PERPRES 112/2020
Senin, 30 November 2020 | 08:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Minggu, 29 November 2020 | 16:01 WIB
KOTA JAMBI
Minggu, 29 November 2020 | 15:01 WIB
CHINA
Minggu, 29 November 2020 | 13:30 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN
Minggu, 29 November 2020 | 13:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Minggu, 29 November 2020 | 12:01 WIB
INFORMASI PUBLIK