Berita
Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:01 WIB
APEC 2021
Sabtu, 27 Februari 2021 | 14:01 WIB
KOTA MATARAM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PPnBM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:01 WIB
INSENTIF KEPABEANAN
Fokus
Literasi
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Komunitas
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:30 WIB
KOMIK PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 20:58 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 15:16 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 13:49 WIB
INSTITUT STIAMI
Reportase
Perpajakan.id

Mendag: RI Siap Hadapi Gugatan Uni Eropa Soal Larangan Ekspor Nikel

A+
A-
10
A+
A-
10
Mendag: RI Siap Hadapi Gugatan Uni Eropa Soal Larangan Ekspor Nikel

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. (tangkapan layar Zoom)

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan pemerintah siap menghadapi gugatan negara-negara Uni Eropa terkait dengan kebijakan larangan ekspor nikel di World Trade Organization (WTO).

Pemerintah, sambung Lutfi, menilai gugatan Uni Eropa tersebut sebagai langkah yang wajar di tengah persaingan global. Dia pun akan mempelajari materi gugatan itu serta membentuk tim legal terbaik untuk melawan Uni Eropa di WTO.

"Kami akan melayani sengketa ini di WTO dan saya menganggap secara pribadi sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum, ini adalah proses yang baik dan benar. Kita akan perjuangkan hak-hak kita," katanya melalui konferensi video, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga: Larangan Ekspor Nikel Kembali Digugat di WTO, Ini Kata Mendag

Lutfi mengatakan Indonesia dan Uni Eropa akan saling berhadapan untuk memperjuangkan kepentingan masing-masing. Uni Eropa menganggap kebijakan larangan ekspor nikel telah mengganggu produktivitas industri stainless steel yang melibatkan 30.000 pekerja langsung dan 200.000 pekerja tidak langsung.

Namun, Lutfi menyebut catatan Kemendag menyatakan impor komoditas nikel Uni Eropa dari Indonesia ternyata sangat kecil.

Di sisi lain, pemerintah membuat kebijakan larangan ekspor nikel juga untuk mendorong hilirisasi di dalam negeri. Menurutnya, kebijakan itu menjadi bagian dari transformasi Indonesia dari penjual barang mentah menjadi barang industri berteknologi tinggi.

Baca Juga: Irlandia Cs Tolak Proposal Transparansi Perusahaan Multinasional di UE

Secara umum, Lutfi menilai sengketa-sengketa perdagangan internasional, seperti soal nikel, sebagai hal biasa dan berpotensi kembali terulang pada masa datang. Oleh karena itu, dia akan memastikan Kemendag siap menghadapi setiap gugatan di WTO dengan membuat tim legal yang solid.

Pasalnya, selain menghadapi gugatan Uni Eropa mengenai nikel (nomor gugatan DS 592), Indonesia juga sedang menggugat Uni Eropa soal diskriminasi sawit di WTO (nomor gugatan DS 593).

"Sengketa-sengketa ini saya jamin bukan yang pertama, tapi juga bukan yang terakhir. Pasti akan kejadian lagi," ujarnya.

Baca Juga: Masuk Daftar Negara Suaka Pajak, Pemerintah Janji Lakukan Reformasi

Sebelumnya, pemerintah menetapkan larangan ekspor bijih nikel mulai 1 Januari 2020 dengan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 11/2019. Komisi Uni Eropa merespons kebijakan itu dengan menggugat Indonesia ke WTO. Namun, sejak awal, Presiden Joko Widodo menegaskan siap menghadapi gugatan tersebut. (kaw)

Topik : menteri perdagangan, nikel, Uni Eropa, WTO
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 11 Januari 2021 | 10:30 WIB
PORTUGAL
Selasa, 05 Januari 2021 | 11:11 WIB
UNI EROPA
Jum'at, 18 Desember 2020 | 10:53 WIB
UNI EROPA
Selasa, 15 Desember 2020 | 17:00 WIB
BELGIA
berita pilihan
Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:01 WIB
APEC 2021
Sabtu, 27 Februari 2021 | 14:01 WIB
KOTA MATARAM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PPnBM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:01 WIB
INSENTIF KEPABEANAN
Sabtu, 27 Februari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 27 Februari 2021 | 09:01 WIB
KOTA PADANG
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:30 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 27 Februari 2021 | 07:01 WIB
SIDANG WTO
Sabtu, 27 Februari 2021 | 06:01 WIB
PMK 20/2021