KURS PAJAK 06 DESEMBER 2023 - 12 DESEMBER 2023

Kurs Pajak Terbaru: Rupiah Menguat Atas Dolar AS dan Mayoritas Mitra

Nora Galuh Candra Asmarani | Rabu, 06 Desember 2023 | 09:15 WIB
Kurs Pajak Terbaru: Rupiah Menguat Atas Dolar AS dan Mayoritas Mitra

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Rupiah masih menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) untuk patokan pelunasan pajak (kurs beli) yang berlaku satu pekan ke depan.

Kurs pajak untuk setiap US$1 ditetapkan senilai Rp15.474. Nilai kurs pajak terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut mengalami penurunan dibandingkan posisi pada pekan lalu yang berada pada level Rp15.524 per dolar AS

Selanjutnya, dolar Australia mengalami penguatan pada pekan ini. Nilai kurs pajak ditetapkan senilai Rp10.260,06 per dolar Australia atau naik dari posisi minggu lalu yang bertengger pada level Rp10.183,30 per dolar Australia.

Baca Juga:
Dampak Digitalisasi terhadap Urusan Pajak Perusahaan dan Otoritas

Dolar Singapura juga kembali menguat pada pekan ini. Nilai kurs pajak ditetapkan senilai Rp11.596,59 per dolar Singapura. Patokan kurs pajak tersebut naik dari posisi pekan lalu senilai Rp11.585,79 per dolar Singapura.

Sementara itu, nilai kurs pajak terhadap mata uang Negeri Jiran ditetapkan senilai Rp3.314,97 per ringgit Malaysia. Nilai kurs pajak tersebut turun tipis dibandingkan posisi minggu lalu yang senilai Rp3.321,31 per ringgit Malaysia.

Adapun nilai kurs pajak untuk setiap €1 ditetapkan senilai Rp16.924,62. Kurs pajak terhadap mata uang zona Eropa tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi minggu lalu yang berada pada level Rp16.946,71 per euro.

Baca Juga:
Dapat Kiriman Hadiah dari Luar Negeri, Tetap Harus Bayar Bea Masuk?

Kurs pajak ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.9/KM.10/KF.42023. Kurs ini digunakan untuk pelunasan pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan bea masuk.

Berikut kurs pajak periode 06 Desember 2023 - 12 Desember 2023:

No Mata Uang Nilai Perubahan
1 Dolar Amerika Serikat (USD) 15.474,00 -50,00
2 Dolar Australia (AUD) 10.260,06 76,76
3 Dolar Kanada (CAD) 11.405,13 64,78
4 Kroner Denmark (DKK) 2.270,00 -3,02
5 Dolar Hongkong (HKD) 1.982,96 -8,46
6 Ringgit Malaysia (MYR) 3.314,97 -6,34
7 Dolar Selandia Baru (NZD) 9.517,62 131,93
8 Kroner Norwegia (NOK) 1.448,69 1,76
9 Poundsterling Inggris (GBP) 19.605,30 146,22
10 Dolar Singapura (SGD) 11.596,59 10,80
11 Kroner Swedia (SEK) 1.488,37 5,46
12 Franc Swiss (CHF) 17.677,88 116,23
13 Yen Jepang (JPY) 10.477,50 63,32
14 Kyat Myanmar (MMK) 7,37 -0,03
15 Rupee India (INR) 185,67 -0,58
16 Dinar Kuwait (KWD) 50.119,36 -191,60
17 Rupee Pakistan (PKR) 54,23 -0,12
18 Peso Philipina (PHP) 279,30 -0,70
19 Riyal Saudi Arabia (SAR) 4.125,18 -13,84
20 Rupee Sri Lanka (LKR) 47,14 -0,22
21 Baht Thailand (THB) 441,92 1,63
22 Dolar Brunei Darussalam (BND) 11.588,82 8,74
23 Euro Euro (EUR) 16.924,62 -22,09
24 Yuan Renminbi Tiongkok (CNY) 2.166,88 -2,82
25 Won Korea (KRW) 11,93 -0,04

Note: untuk JPY adalah Nilai Rupiah per 100

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
BERITA PILIHAN
Selasa, 20 Februari 2024 | 19:00 WIB RESENSI BUKU

Dampak Digitalisasi terhadap Urusan Pajak Perusahaan dan Otoritas

Selasa, 20 Februari 2024 | 18:00 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN

Dapat Kiriman Hadiah dari Luar Negeri, Tetap Harus Bayar Bea Masuk?

Selasa, 20 Februari 2024 | 17:30 WIB PENGAWASAN CUKAI

Desak Mobil ke Rest Area Tol, Bea Cukai Amankan 300.000 Rokok Ilegal

Selasa, 20 Februari 2024 | 17:00 WIB KEBIJAKAN PAJAK

DJP: Koreksi Harga Transfer Tak Serta Merta Berujung Penyesuaian PPN

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:45 WIB PMK 9/2024

Pemerintah Beri Insentif PPnBM DTP atas Mobil Listrik CBU dan CKD

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:36 WIB PMK 172/2023

Indikator Harga Transaksi Independen, Data Pembanding Bisa Tahun Jamak

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:30 WIB PERPRES 79/2023

Pemerintah Revisi Aturan Kendaraan Listrik, Termasuk Insentif Pajak

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:13 WIB PEREKONOMIAN INDONESIA

Pebisnis Wait and See, Jokowi Berharap Investasi Meningkat Usai Pemilu