JAKARTA, DDTCNews – Sebanyak 44 peserta mengikuti kegiatan company visit di Menara DDTC pada Sabtu (31/10/2026). Mayoritas peserta merupakan mahasiswa Program Studi Administrasi Perpajakan Vokasi Universitas Indonesia (UI).
Selain mahasiswa Vokasi UI, kegiatan tersebut juga diikuti mahasiswa dari Universitas Mercu Buana serta sejumlah siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).
Melalui kunjungan ini, para peserta berkesempatan mengenal lebih dekat DDTC, mulai dari perjalanan perusahaan, nilai dan budaya yang dibangun oleh para pendiri, hingga peluang untuk mengembangkan kompetensi dan memulai karier di bidang perpajakan.
Mewakili Founder DDTC Darussalam, Head of Human Capital DDTC Adinda Nur Larasati memaparkan sejarah perjalanan DDTC beserta nilai-nilai yang secara konsisten ditanamkan dan menjadi bagian dari budaya perusahaan.
Adinda menjelaskan salah satu prinsip yang senantiasa ditekankan oleh Founder DDTC Darussalam kepada para profesional DDTC, yaitu membangun kebiasaan membaca, menulis, dan memublikasikan pemikiran.
"Bapak Darussalam selaku pendiri DDTC senantiasa menerapkan prinsip baca, tulis, publikasi sebagai resep sukses berkarier di bidang konsultan pajak," ujar Adinda.
Semangat baca, tulis, dan publikasi tersebut diterjemahkan DDTC melalui pembangunan ekosistem pengetahuan. Untuk mendorong budaya membaca, misalnya, DDTC memiliki DDTC Library yang memperoleh rekor MURI sebagai perpustakaan dengan koleksi buku perpajakan terbanyak.
Sementara itu, budaya riset dan publikasi terus dikembangkan untuk mendorong para profesional DDTC menghasilkan serta menyebarluaskan pengetahuan. Hal tersebut tecermin dari beragam publikasi domestik dan internasional, termasuk 44 buku yang telah diterbitkan DDTC.
Prinsip tersebut juga dinilai relevan bagi mahasiswa yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Pasalnya, perkembangan dunia perpajakan menuntut para praktisi untuk terus memperbarui pengetahuan sekaligus memiliki kemampuan untuk menuangkan dan mengomunikasikan pemikirannya.
Kebiasaan tersebut dapat mulai dibangun sejak mahasiswa masih berada di bangku perkuliahan. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya terbatas pada pemahaman materi perkuliahan, tetapi juga mencakup pengembangan kemampuan berpikir kritis, menulis, dan menyampaikan gagasan secara terstruktur.
Dalam kesempatan yang sama, Human Capital Generalist DDTC Inayya Putri Pidata memperkenalkan salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional di DDTC, yakni melalui DDTC Executive Internship Program (EIP).
Program tersebut dirancang agar peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman bekerja, tetapi juga berkesempatan belajar dan terlibat langsung dalam praktik pekerjaan bersama para profesional DDTC yang bertindak sebagai mentor.
"Program ini sudah menghasilkan lebih dari 250 alumni dan disusun sedemikian rupa sehingga peserta bisa belajar sekaligus berpraktik bersama para mentor yang merupakan profesional DDTC," ujar Inayya.
Melalui pemaparan tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai kesempatan untuk mengenal dunia kerja dan memperoleh pengalaman profesional sejak masih berstatus mahasiswa.
Pengalaman magang menjadi salah satu sarana untuk menjembatani pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dengan praktik pekerjaan secara langsung. Hal ini terutama relevan bagi mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri dan membangun karier di industri perpajakan.
Kegiatan company visit kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam sesi tersebut, peserta berkesempatan berinteraksi langsung serta menggali lebih jauh informasi mengenai DDTC dan berbagai peluang karier di bidang perpajakan.

Tidak hanya berbagi pengalaman dan informasi mengenai peluang karier, DDTC juga menyiapkan 10 eksemplar buku Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda: Panduan, Interpretasi, dan Aplikasi (Edisi Kedua) untuk dibagikan kepada peserta.
Sebanyak 5 buku diberikan kepada peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, 5 buku lainnya disiapkan bagi pembaca yang memberikan komentar terbaik pada artikel DDTCNews mengenai kunjungan tersebut.
Buku Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda: Panduan, Interpretasi, dan Aplikasi (Edisi Kedua) merupakan karya Darussalam, Danny Septriadi, dan Riyhan Juli Asyir. Buku terbitan DDTC ini terdiri atas 27 bab yang membahas P3B secara sistematis, mulai dari konsep dasar pajak internasional, perkembangan model P3B, penerapan P3B, hingga interpretasi pasal demi pasal.
Dengan ketebalan lebih dari 1.000 halaman, buku tersebut juga mengulas perkembangan berbagai isu P3B, termasuk base erosion and profit shifting (BEPS). Pembahasannya memadukan literatur, interaksi dengan praktisi dan akademisi, serta pengalaman para penulis dalam praktik pajak internasional.
Melalui kegiatan company visit ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh gambaran mengenai lingkungan kerja dan peluang karier di bidang perpajakan, tetapi juga memahami pentingnya membangun kebiasaan belajar secara berkelanjutan sejak bangku perkuliahan.
Lebih dari itu, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat terus dikembangkan dan diterapkan ketika memasuki dunia profesional.
Kegiatan company visit tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya DDTC untuk mendekatkan praktik profesional di bidang perpajakan dengan lingkungan akademik. Hingga saat ini, DDTC telah menjalin kerja sama pendidikan dengan 40 perguruan tinggi di Indonesia.

Kemitraan tersebut menjadi salah satu upaya DDTC untuk memperluas akses mahasiswa terhadap pengetahuan, praktik, dan perkembangan terkini di bidang perpajakan. (dik)
