DEPOK, DDTCNews - Rangkaian acara Taxplore 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) resmi ditutup.
Dosen Departemen Administrasi Fiskal FIA UI Neni Susilawati menegaskan ada 3 aspek penting yang dapat menjadi bekal bagi peserta Taxplore UI 2026 dalam memahami, menyusun, ataupun mengkritisi kebijakan fiskal masa mendatang. Ketiga aspek tersebut adalah konteks, analisis, dan kontribusi.
"Kebijakan fiskal selalu dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, perubahan teknologi, dinamika perdagangan, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Karena itu, untuk memahami kebijakan fiskal ada 3 hal penting dan dapat menjadi bekal bagi para peserta setelah Taxplore, yaitu konteks, analisis, dan kontribusi," ujarnya dalam Closing Ceremony and Awarding Taxplore UI 2026, Sabtu (7/11/2026).
Neni berharap seluruh peserta, baik siswa SMA maupun mahasiswa dari seluruh Indonesia, dapat terus berpikir kritis serta menerapkan ilmu yang didapatkan selama mengikuti perlombaan dengan sebaik-baiknya. Ilmu tersebut antara lain digunakan untuk memahami kebijakan, memperbaiki pelayanan, dan mencari solusi konkret ke depan.
"Bawa kebiasaan berpikir kritis ini ke dalam perkuliahan, penelitian, organisasi, dan pekerjaan kalian kelak. Kepada seluruh peserta, saya mengucapkan selamat karena telah berani mengambil bagian dari Taxplore UI 2026," tutur Neni.
Dalam acara puncak Taxplore UI pada hari ini, acara diramaikan dengan lomba debat sebagai babak terakhir Tax Essay Competition. Setelah para juri menentukan pemenang lomba Tax Essay Competition, ajang dilanjutkan dengan upacara penutupan dan pemberian penghargaan.
Perpajakan DDTC Lead Made Astrin Dwi Kartini menjadi salah satu dari tiga dewan juri pada lomba Tax Essay Competition. Sementara itu, peserta lomba debat dikerucutkan dari 8 tim menjadi 4 tim yang maju sebagai finalis dalam ajang tersebut.

Perpajakan DDTC Lead Made Astrin Dwi Kartini (kiri) menjadi salah satu dari tiga dewan juri pada lomba Tax Essay Competition.
Ada 2 topik pilihan yang menjadi bahan debat. Pertama, 'Indonesia should prioritize commodity price-linked export duties over corporate windfall profits taxes in Indonesia’s strategic resource sector'.
Sesuai dengan tema yang dipilih, peserta lomba debat yang terdiri atas tim pro dan tim kontra, membahas pentingnya menerapkan pungutan bea keluar berbasis harga komoditas dibandingkan dengan corporate windfall profit tax sebagai instrumen pemajakan di sektor sumber daya alam strategis.
Kedua, 'Indonesia should introduce a Net Wealth Tax over reforming Capital Gains Taxation to maximize tax revenue from High-Wealth Individuals'.
Melalui topik ini, peserta lomba debat membahas pro dan kontra penerapan pajak kekayaan bersih (net wealth tax) dibandingkan dengan reformasi pajak keuntungan modal (capital gains tax) untuk memaksimalkan penerimaan pajak dari kelompok superkaya (high-wealth individuals) di Indonesia.
"Ini rangkaian lomba yang cukup panjang, mulai dari menulis dan menyusun tax essay, diskusi dan mempresentasikan esai, hingga membawa tax essay ke dalam ajang perdebatan. Final round ini menjadi titik eksekusi, kami menguji, apakah teman-teman di sini memiliki jiwa kritis. Setelah saya lihat 2 sesi debat ini, saya optimistis dengan teman-teman peserta," ucap Astrin.
Selain Tax Essay Competition, Taxplore UI 2026 juga mengadakan dua kategori lomba lainnya, yaitu olimpiade Accountax yang diikuti oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia, serta olimpiade Taxtion yang diikuti oleh siswa-siswi SMA tingkat nasional.
Dalam Closing Ceremony and Awarding Taxplore UI 2026, penyelenggara menyerahkan piala dan uang tunai kepada para pemenang lomba. Pemenang tersebut terdiri atas juara I sampai dengan juara IV, serta runner up, dan tim terbaik.
Berikut adalah daftar pemenang Lomba Taxplore UI 2026 oleh FIA UI:
Lomba Tax Essay Competition
Lomba Accountax
Lomba Taxtion
