DDTC EXECUTIVE INTERNSHIP PROGRAM

Diskusi Seru Intern DDTC: Bahas Problem Solving dan Decision Making

Redaksi DDTCNews
Senin, 27 April 2026 | 18.15 WIB
Diskusi Seru Intern DDTC: Bahas Problem Solving dan Decision Making
<p>Para peserta magang DDTC di sela kegiatan Collaboration Discussion dengan topik&nbsp;<em>Problem Solving: The Foundation of Effective Thinking and Decision Making</em>, Senin (27/4/2026).</p>

JAKARTA, DDTCNews - Kegiatan collaborative discussion bagi para peserta magang DDTC kembali digelar. Pada edisi April 2026 ini, sebanyak 11 intern yang tergabung dalam DDTC Executive Internship Program diajak bertukar pikiran mengenai isu self-development yang relevan dengan lingkungan pekerjaan.

Melalui topik diskusi Problem Solving: The Foundation of Effective Thinking and Decision Making, para intern diajak memahami proses penyelesaian masalah, termasuk teknik dalam melihat tantangan serta strategi dalam meghadapinya. Head of Human Capital DDTC Adinda Nur Larasati menyampaikan bahwa kemampuan analitik setiap profesional dalam menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah penting untuk dimiliki.

"Problem solving merupakan kompetensi yang krusial karena masalah akan selalu ada di dunia kerja. Kemampuan ini berperan dalam menentukan kualitas pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi kerja, mendorong inovasi, serta membantu individu beradaptasi dengan perubahan," ujar Adinda dalam paparannya di hadapan peserta magang, Senin (27/4/2026).

Dalam acara ini, peserta magang juga diperkenalkan dengan proses problem solving yang meliputi identifikasi masalah, analisis akar penyebab, pengembangan alternatif solusi, pemilihan solusi terbaik, hingga evaluasi hasil. Adapun teknik yang dibahas yaitu Fishbone Diagram untuk memetakan kemungkinan penyebab masalah secara komprehensif, serta 5 Whys Root Cause Analysis untuk menggali akar permasalahan secara lebih mendalam.

Selain itu, tim Human Capital DDTC juga menjelaskan beberapa tantangan yang umum dihadapi dalam problem solving. Di antaranya, kecenderungan mengambil kesimpulan secara terlalu cepat tanpa memahami akar masalah, terjebak pada pola pikir atau pengalaman lama (mental set), keterbatasan informasi atau data, rasa takut salah atau kurang percaya diri dalam menyampaikan ide, serta kecenderungan langsung fokus pada satu solusi tanpa mempertimbangkan alternatif lain yang mungkin lebih efektif.

Setelah sesi materi, peserta melakukan self-reflection dengan menjawab beberapa pertanyaan panduan, seperti bagaimana cara mereka biasanya merespons masalah, hambatan yang sering dihadapi dalam menyelesaikan masalah, serta mencoba mengaitkan pengalaman pribadi dengan pendekatan 5 Whys untuk memahami apakah akar permasalahan yang selama ini dihadapi sudah benar teridentifikasi.

Dari proses refleksi tersebut, peserta menyampaikan bahwa mereka menjadi lebih menyadari pola berpikir masing-masing dalam menghadapi masalah, serta memahami pentingnya menggali akar penyebab sebelum menentukan solusi.

Melalui kegiatan ini, Adinda menambahkan, para intern diharapkan dapat makin memahami pentingnya problem solving sebagai kompetensi dasar, serta mampu menerapkannya dalam mendukung kinerja dan pengambilan keputusan yang lebih efektif ke depannya.

Bagaimana Tanggapan Intern DDTC?

Kegiatan collaborative discussion hari ini direspons baik oleh peserta magang DDTC. Angelica Rosdiana misalnya, seorang intern dari Prodi Akuntansi Universitas Gadjah Mada ini memandang sejatinya setiap orang punya mekanismenya sendiri-sendiri dalam menghadapi permasalahan. Begitu pula, ujarnya, dengan cara mereka menyelesaikannya.

Karena itu, Angelica meyakini setiap profesional tidak bisa hanya berfokus pada mencari ‘solusi’ secara instan, tetapi juga perlu memahami bahwa setiap masalah membutuhkan proses untuk diselesaikan dengan baik.

"Terkadang, pemikiran yang terlalu singkat justru belum mampu menghasilkan problem solving yang maksimal. Melalui collaborative discussion ini, saya belajar bahwa waktu, sudut pandang, dan proses yang dijalani bersamaan dapat membantu menemukan penyelesaian yang lebih tepat," katanya.

Senada, Cinta Della Ayu, seorang intern dari Prodi Perpajakan Universitas Brawijaya juga menyambut baik acara hari ini. Menurut Cinta, collaboration discussion hari ini mengajarkan bahwa setiap orang punya perjalanannya sendiri dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.

"Namun, apapun masalah yang sedang diselesaikan, pastikan bahwa problem solving yang dipilih merupakan pilihan yang sudah dipertimbangkan dengan yakin atas pro dan kontra yang masih bisa ditoleransi ke depannya, agar tidak menjadi penyebab masalah berikutnya," katanya.

Sebagai informasi, Collaborative Discussion merupakan agenda rutin yang khusus digelar untuk seluruh peserta magang di DDTC. Program pemagangan di DDTC memberikan beberapa keuntungan bagi para pesertanya, seperti remunerasi di atas rata-rata, fasilitas serupa dengan karyawan tetap, pekerjaan yang menantang dan analitis, peluang belajar langsung dari para ahli, dan akses pada perpustakaan pajak terlengkap.

Peserta DDTC Executive Internship Program juga mendapat golden ticket untuk menjadi profesional DDTC. Selama masa magang, peserta juga berpeluang berpartisipasi mengikuti berbagai kursus di DDTC Academy dan mendapat sertifikat. Peserta juga mendapat akses ke Perpajakan DDTC. (sap)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Angelica Rosdiana
baru saja
sangat berkesan topik diskusi yang dibawa, dan tentunya sangat relate. permasalahan yang ada harus dihadapi bukan untuk dihindari, oleh karena itu perlu adanya penggalian lebih dalam terkait akar permasalahan, supaya suatu masalah bisa terselesaikan secara optimal
user-comment-photo-profile
Cinta
baru saja
Collaborative discussion ini memberikan banyak insight yang inspiratif. Banyak hal yang bisa dipelajari, terutama dalam memahami cara melakukan problem solving dengan lebih baik. Yang paling penting, diskusi ini dapat membantu audiens untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang, sehingga proses pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih terarah dan terasa lebih mudah.
user-comment-photo-profile
Puti Andam Dewi
baru saja
Diskusi ini menunjukkan bahwa problem solving bukan sekadar mencari jawaban cepat, tetapi tentang kedalaman berpikir dalam memahami akar masalah sebelum mengambil keputusan. Pendekatan seperti 5 Whys dan Fishbone Diagram terasa sangat relevan terutama di lingkungan kerja yang dinamis seperti DDTC, karena membantu menghindari bias dan keputusan yang terburu-buru, sekaligus mendorong pola pikir yang lebih reflektif dan strategis sehingga solusi yang diambil tidak hanya menyelesaikan masalah saat ini, tetapi juga mencegah munculnya masalah baru di kemudian hari. Terima kasih DDTC telah menyediakan tempat Collaborative Discussion yang sangat menarik.
user-comment-photo-profile
Yana Yosiyana
baru saja
Pada collaborative discussion hari ini, diskusi sangatlah berkesan. Diskusi kali ini membahas bagaimana topik problem solving tidak hanya sekadar konseptual, tetapi juga melalui pendekatan yang lebih praktis. Diskusi berbasis kasus seperti ini membantu peserta magang memahami bahwa proses pengambilan keputusan seringkali membutuhkan pertimbangan yang kompleks dan tidak selalu memiliki satu jawaban yang pasti. Selain itu, adanya sesi diskusi dengan teman-teman juga menjadi hal yang tidak kalah seru. Sebab, diskusi tersebut memperkaya sudut pandang dalam melihat suatu permasalahan yang dialami terutama dalam hal bekerja dan belajar.
user-comment-photo-profile
zahra
baru saja
Menarik melihat bagaimana diskusi seperti ini tidak hanya membahas konsep problem solving dan decision making, tetapi juga langsung dipraktikkan lewat studi kasus. Hal ini penting karena kemampuan tersebut pada dasarnya berkembang dari pengalaman dan pertukaran perspektif, bukan hanya teori. Model pembelajaran seperti ini relevan untuk mempersiapkan saya menghadapi dinamika pengambilan keputusan di dunia profesional.
user-comment-photo-profile
Abdurrohman Shaleh Karnawidjaya
baru saja
Pada sesi ini, saya dapat memahami proses problem solving secara lebih sistematis seperti dari identifikasi masalah dan menemukan akar penyebab permasalahan dengan teknik “5 Whys?”, saya juga mendapatkan insight dari studi kasus nyata yang dibahas tadi. Terimakasih atas diskusi kali ini, saya sekarang dapat memecahkan masalah dengan lebih sistematis.
user-comment-photo-profile
Alvin
baru saja
Kegiatan Collaborative Discussion yang dilaksanakan telah memberikan segudang manfaat bagi para peserta magang DDTC. Melalui topik yang dibahas mengenai “Problem Solving: The Foundation of Effective Thinking and Decision Making”, saya dapat memahami proses problem solving secara menyeluruh. Pembahasan mengenai teknik seperti “Fishbone Diagram” dan “5 Whys Root Cause Analysis” membantu saya melihat pentingnya menggali akar masalah sebelum menemukan solusi. Terima kasih atas kesempatan dan pembelajaran yang telah diberikan. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mendorong saya untuk berpikir lebih kritis dan sistematis dalam pengambilan keputusan ke depannya.
user-comment-photo-profile
Fabian Maldini
baru saja
Sesi diskusi kali ini benar-benar membuka wawasan saya dalam melihat sebuah permasalahan secara lebih terstruktur dan mendalam. Saya belajar bahwa problem solving tidak hanya berfokus pada mencari jalan keluar secepat mungkin, tetapi dimulai dari kemampuan memahami akar permasalahan secara menyeluruh, termasuk faktor-faktor yang memengaruhinya. Dengan memahami masalah secara komprehensif, solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat sementara, melainkan lebih tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan dampak jangka panjang dibandingkan sekadar solusi cepat tanpa kepastian.