Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Kisah Gembala dan Anjingnya

3
3

SUATU ketika ada seorang gembala yang sedang menjaga domba-dombanya di sebuah padang rumput yang sepi. Ia berdiri persis di tepi jalan sambil menggosok-gosokkan cincin batu akiknya ke celananya yang lebar.

Tiba-tiba sebuah Porsche lewat dan berhenti tak jauh darinya. Pengemudinya, seorang lelaki muda dengan setelan Armani, sepatu Cerutti, kacamata Ray-Ban, jam tangan TAG-Heuer, dan dasi Pierre Cardin, keluar dan bertanya kepada sang gembala.

“Pak, jika saya dapat memberi tahu Bapak berapa banyak domba yang Bapak gembala di sini, maukah Bapak memberikan kepada saya, salah satu dari gembalaan Bapak itu?

Baca Juga: Tersedak Koin

Gembala tersebut memandang lelaki muda itu sebentar, lalu melihat ke sekawanan besar domba yang sedang merumput di belakangnya. “Oke,” katanya tanpa pikir panjang.

Pria muda itu kemudian memarkir mobilnya, menghubungkan laptopnya ke faks-mobile, memasuki situs web NASA, memindai tanah dengan menggunakan GPS, membuka database dan 60 tabel excel yang diisinya dengan algoritma, sekaligus memenuhi tabel pivotnya.

Lalu ia mencetak laporan setebal 150 halaman dari printer mini berteknologi tinggi yang ada di mobilnya, dan menoleh ke gembala. “Bapak memiliki tepat 1.586 domba,” katanya sambil tersenyum.

Baca Juga: Pangling

Kontan gembala itu pun bersorak. “Luar biasa. Betapa tepatnya! Itu sungguh benar, kamu dapat memiliki dombamu. Ambillah,” katanya.

Sambil terkekeh, lelaki muda itu kemudian mengambil salah satu hewan dari kumpulan kawanannya dan meletakkannya di belakang Porsche-nya. Namun, sebelum lelaki itu pergi, gembala itu menatapnya dan bertanya. “Jika saya bisa menebak profesi Anda dengan tepat, maukah Anda mengembalikan hewan itu kepada saya?”

Pemuda itu menjawab, “Ya, mengapa tidak?” sahutnya.

Baca Juga: Memeriksa Penjudi

Gembala itu berkata. “Anda seorang auditor.”

“Lho, kok Bapak bisa tahu? tanya pemuda itu.

“Sangat sederhana,” jawab gembala. “Pertama, Anda datang ke sini tanpa diinginkan. Kedua, Anda membebankan biaya kepada saya untuk memberi tahu saya sesuatu yang sudah saya ketahui. Ketiga, Anda tak mengerti apa-apa tentang bisnis saya. Sekarang, bisakah saya dapatkan anjing saya kembali?” (Bsi)

Baca Juga: Kisah Dulbahar, Dulmaton, dan Dulkenyot

“Pak, jika saya dapat memberi tahu Bapak berapa banyak domba yang Bapak gembala di sini, maukah Bapak memberikan kepada saya, salah satu dari gembalaan Bapak itu?

Baca Juga: Tersedak Koin

Gembala tersebut memandang lelaki muda itu sebentar, lalu melihat ke sekawanan besar domba yang sedang merumput di belakangnya. “Oke,” katanya tanpa pikir panjang.

Pria muda itu kemudian memarkir mobilnya, menghubungkan laptopnya ke faks-mobile, memasuki situs web NASA, memindai tanah dengan menggunakan GPS, membuka database dan 60 tabel excel yang diisinya dengan algoritma, sekaligus memenuhi tabel pivotnya.

Lalu ia mencetak laporan setebal 150 halaman dari printer mini berteknologi tinggi yang ada di mobilnya, dan menoleh ke gembala. “Bapak memiliki tepat 1.586 domba,” katanya sambil tersenyum.

Baca Juga: Pangling

Kontan gembala itu pun bersorak. “Luar biasa. Betapa tepatnya! Itu sungguh benar, kamu dapat memiliki dombamu. Ambillah,” katanya.

Sambil terkekeh, lelaki muda itu kemudian mengambil salah satu hewan dari kumpulan kawanannya dan meletakkannya di belakang Porsche-nya. Namun, sebelum lelaki itu pergi, gembala itu menatapnya dan bertanya. “Jika saya bisa menebak profesi Anda dengan tepat, maukah Anda mengembalikan hewan itu kepada saya?”

Pemuda itu menjawab, “Ya, mengapa tidak?” sahutnya.

Baca Juga: Memeriksa Penjudi

Gembala itu berkata. “Anda seorang auditor.”

“Lho, kok Bapak bisa tahu? tanya pemuda itu.

“Sangat sederhana,” jawab gembala. “Pertama, Anda datang ke sini tanpa diinginkan. Kedua, Anda membebankan biaya kepada saya untuk memberi tahu saya sesuatu yang sudah saya ketahui. Ketiga, Anda tak mengerti apa-apa tentang bisnis saya. Sekarang, bisakah saya dapatkan anjing saya kembali?” (Bsi)

Baca Juga: Kisah Dulbahar, Dulmaton, dan Dulkenyot
Topik : anekdot pajak, gembala
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 04 Juni 2018 | 15:50 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 12 Juli 2019 | 15:33 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 01 Desember 2016 | 14:55 WIB
ANEKDOT PAJAK
Selasa, 05 Juli 2016 | 10:02 WIB
ANEKDOT PAJAK
berita pilihan
Senin, 04 Juni 2018 | 15:50 WIB
ANEKDOT PAJAK
Selasa, 22 Januari 2019 | 16:15 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 09 Januari 2017 | 10:34 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 14 Juli 2017 | 18:38 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 12 Juli 2019 | 15:33 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 19 Oktober 2018 | 18:05 WIB
ANEKDOT PAJAK
Selasa, 26 Februari 2019 | 16:00 WIB
ANEKDOT PAJAK
Kamis, 01 Desember 2016 | 14:55 WIB
ANEKDOT PAJAK
Jum'at, 12 April 2019 | 16:48 WIB
ANEKDOT PAJAK
Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:01 WIB
ANEKDOT PAJAK
Terpopuler
1
ANEKDOT AUDITOR