Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Rabu, 19 Januari 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Kewajiban yang Harus Dipenuhi Agar Dapat Supertax Deduction Litbang

A+
A-
4
A+
A-
4
Kewajiban yang Harus Dipenuhi Agar Dapat Supertax Deduction Litbang

PERUSAHAAN yang ingin memperoleh insentif supertax deduction atas kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) harus memenuhi kewajiban tertentu, salah satunya adalah mendaftarkan hak kekayaan intelektual berupa paten atau hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).

Kewajiban tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Peraturan Menteri Keuangan No. 153/PMK.010/2020 tentang Pemberian Pengurangan Penghasilan Bruto atas Penelitian dan Pengembangan Tertentu di Indonesia (PMK 153/2020).

Sesuai dengan Pasal 6 PMK 153/2020, perusahaan wajib mendaftarkan hak kekayaan intelektual tersebut atas nama wajib pajak yang menerima tambahan pengurangan penghasilan bruto atau atas nama bersama wajib pajak lainnya yang melakukan kerja sama dalam kegiatan litbang di Indonesia.

Baca Juga: Skema Insentif PPnBM Mobil DTP Berubah, Begini Catatan Gaikindo

Adapun pengertian hak paten adalah hak eksklusif yang diberikan negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Sementara itu, hak PVT adalah hak khusus yang diberikan negara kepada pemulia dan/atau pemegang hak PVT untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu.

Perlu dipahami, hak kekayaan intelektual berupa paten dan/atau hak PVT dari kegiatan litbang yang memperoleh insentif tambahan pengurangan penghasilan bruto tidak dapat dialihkan ke pihak lain.

Baca Juga: Insentif Pajak Mobil Diperpanjang, Menperin: Jaga Momentum Pemulihan

Apabila wajib pajak melakukan pengalihan, atas tambahan pengurangan penghasilan bruto yang telah dimanfaatkan akan diperhitungkan sebagai penghasilan bagi wajib pajak dan terutang pajak penghasilan pada saat dilakukannya pengalihan.

Namun, sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat (3) PMK 153/2020, pengalihan ke pihak lain dapat dilakukan dalam kondisi tertentu. Kondisi yang dimaksud adalah jika pengalihan dilakukan setelah jangka waktu perlindungan hak kekayaan intelektual berupa paten dan/atau hak PVT tidak lagi dimiliki wajib pajak berdasarkan pada peraturan perundang-undangan.

Apabila kegiatan litbang dilakukan melalui kerja sama antara satu atau lebih wajib pajak, dan masing-masing wajib pajak menanggung sebagian atau seluruh biaya litbang, maka terdapat kewajiban lainnya yang harus dipenuhi. Kewajiban yang dimaksud adalah membuat proposal kegiatan litbang bersama yang diatur dalam Pasal 8 ayat (1) PMK 153/2020.

Baca Juga: Soal Insentif PPN Sewa Toko Ditanggung Pemerintah, Ini Kata DJP

Sesuai dengan Pasal 8 ayat (2) PMK 153/2020, proposal kegiatan litbang bersama paling sedikit harus memuat 9 komponen. Pertama, nomor dan tanggal proposal kegiatan litbang. Kedua, nama dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Ketiga, fokus, tema, dan topik litbang. Keempat, target capaian dari kegiatan litbang. Kelima, nama dan NPWP dari rekanan kerja sama, jika penelitian dan pengembangan dilakukan melalui kerja sama.

Keenam, estimasi waktu yang dibutuhkan sampai mencapai hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan litbang. Ketujuh, perkiraan jumlah pegawai dan/atau pihak lain yang terlibat dalam kegiatan litbang.

Baca Juga: Warga DKI Bakal Bisa Cicil PBB, Tinggal Tunggu Persetujuan Anies

Kedelapan, perkiraan biaya dan tahun pengeluaran biaya. Kesembilan, pencantuman rencana kegiatan dan biaya yang ditanggung masing-masing wajib pajak yang bekerja sama.

Selanjutnya, berdasarkan pada Pasal 8 ayat (3), masing-masing wajib pajak yang melakukan kerja sama tersebut menyampaikan permohonan melalui aplikasi Online Single Submission (OSS) dengan melampirkan 2 dokumen. Dokumen tersebut adalah proposal kegiatan litbang dan Surat Keterangan Fiskal (SKF). (vallen/kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani Ingatkan Lagi, Batas Omzet Tak Kena Pajak Resmi Berlaku
Topik : kelas pajak, supertax deduction, kelas pajak supertax deduction, insentif pajak, litbang

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 12 Januari 2022 | 15:00 WIB
PENANGAN COVID-19

Pemerintah Jamin Vaksin Booster Bebas Pajak dan Gratis

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:51 WIB
PMK 226/2021

Insentif Pajak Penanganan Covid-19 Diperpanjang, Ini Penjelasan DJP

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ini Insentif Pajak Penanganan Covid-19 yang Tak Dilanjutkan Tahun Ini

Selasa, 11 Januari 2022 | 16:00 WIB
KONSENSUS PAJAK GLOBAL

Bak 2 Sisi Mata Pisau, Thailand Khawatir Efek Negatif Konsensus Global

berita pilihan

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Luncurkan Buku Panduan Lengkap Cara Ikut PPS, Unduh di Sini

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:14 WIB
KANWIL DJP JAKARTA BARAT

PPS Diproyeksi Mampu Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Lapor SPT

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Memperpanjang Waktu Penyampaian Tanggapan atas SPHP Pajak

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:39 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! Kalau Sudah Rajin Bayar Pajak, Tak Perlu Ikut PPS

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK

Pembetulan SPT Masa PPh Unifikasi, Seperti Apa Risiko Sanksinya?

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:13 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Sri Mulyani Anggarkan Ibu Kota Baru di PEN 2022, DPR Beri Catatan

Rabu, 19 Januari 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP JAKARTA BARAT

Kanwil DJP Ini Bakal Manfaatkan PPS untuk Capai Target Setoran Pajak