Fokus
Literasi
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Kamis, 21 Juli 2022 | 12:30 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Reportase

Kewajiban yang Harus Dipenuhi Agar Dapat Supertax Deduction Litbang

A+
A-
4
A+
A-
4
Kewajiban yang Harus Dipenuhi Agar Dapat Supertax Deduction Litbang

PERUSAHAAN yang ingin memperoleh insentif supertax deduction atas kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) harus memenuhi kewajiban tertentu, salah satunya adalah mendaftarkan hak kekayaan intelektual berupa paten atau hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT).

Kewajiban tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Peraturan Menteri Keuangan No. 153/PMK.010/2020 tentang Pemberian Pengurangan Penghasilan Bruto atas Penelitian dan Pengembangan Tertentu di Indonesia (PMK 153/2020).

Sesuai dengan Pasal 6 PMK 153/2020, perusahaan wajib mendaftarkan hak kekayaan intelektual tersebut atas nama wajib pajak yang menerima tambahan pengurangan penghasilan bruto atau atas nama bersama wajib pajak lainnya yang melakukan kerja sama dalam kegiatan litbang di Indonesia.

Baca Juga: BKPM Jamin Insentif Pajak Bisa Diurus Lewat OSS Kurang dari Sebulan

Adapun pengertian hak paten adalah hak eksklusif yang diberikan negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Sementara itu, hak PVT adalah hak khusus yang diberikan negara kepada pemulia dan/atau pemegang hak PVT untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu.

Perlu dipahami, hak kekayaan intelektual berupa paten dan/atau hak PVT dari kegiatan litbang yang memperoleh insentif tambahan pengurangan penghasilan bruto tidak dapat dialihkan ke pihak lain.

Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Perluas Cakupan Tax Allowance, Begini Skemanya

Apabila wajib pajak melakukan pengalihan, atas tambahan pengurangan penghasilan bruto yang telah dimanfaatkan akan diperhitungkan sebagai penghasilan bagi wajib pajak dan terutang pajak penghasilan pada saat dilakukannya pengalihan.

Namun, sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat (3) PMK 153/2020, pengalihan ke pihak lain dapat dilakukan dalam kondisi tertentu. Kondisi yang dimaksud adalah jika pengalihan dilakukan setelah jangka waktu perlindungan hak kekayaan intelektual berupa paten dan/atau hak PVT tidak lagi dimiliki wajib pajak berdasarkan pada peraturan perundang-undangan.

Apabila kegiatan litbang dilakukan melalui kerja sama antara satu atau lebih wajib pajak, dan masing-masing wajib pajak menanggung sebagian atau seluruh biaya litbang, maka terdapat kewajiban lainnya yang harus dipenuhi. Kewajiban yang dimaksud adalah membuat proposal kegiatan litbang bersama yang diatur dalam Pasal 8 ayat (1) PMK 153/2020.

Baca Juga: Fitur Permohonan Insentif PPh Pasal 25 Sudah Tersedia di DJP Online

Sesuai dengan Pasal 8 ayat (2) PMK 153/2020, proposal kegiatan litbang bersama paling sedikit harus memuat 9 komponen. Pertama, nomor dan tanggal proposal kegiatan litbang. Kedua, nama dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Ketiga, fokus, tema, dan topik litbang. Keempat, target capaian dari kegiatan litbang. Kelima, nama dan NPWP dari rekanan kerja sama, jika penelitian dan pengembangan dilakukan melalui kerja sama.

Keenam, estimasi waktu yang dibutuhkan sampai mencapai hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan litbang. Ketujuh, perkiraan jumlah pegawai dan/atau pihak lain yang terlibat dalam kegiatan litbang.

Baca Juga: Pacu Industri Cip, Korea Selatan Makin Jorjoran Beri Insentif Pajak

Kedelapan, perkiraan biaya dan tahun pengeluaran biaya. Kesembilan, pencantuman rencana kegiatan dan biaya yang ditanggung masing-masing wajib pajak yang bekerja sama.

Selanjutnya, berdasarkan pada Pasal 8 ayat (3), masing-masing wajib pajak yang melakukan kerja sama tersebut menyampaikan permohonan melalui aplikasi Online Single Submission (OSS) dengan melampirkan 2 dokumen. Dokumen tersebut adalah proposal kegiatan litbang dan Surat Keterangan Fiskal (SKF). (vallen/kaw)

Baca Juga: Insentif Pajak Bantu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Ini Penjelasan BPS
Topik : kelas pajak, supertax deduction, kelas pajak supertax deduction, insentif pajak, litbang

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 25 Juli 2022 | 11:30 WIB
PMK 114/2022

Manfaatkan Insentif PPh Pasal 25, WP Perlu Ajukan Pemberitahuan Lagi

Minggu, 24 Juli 2022 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ada Beberapa Perubahan Pengaturan dalam 2 PMK Baru Insentif Pajak

Minggu, 24 Juli 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Terbit 2 Peraturan Baru Perpanjangan Masa Insentif Pajak, Ini Kata DJP

berita pilihan

Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Audit Kepabeanan?

Senin, 08 Agustus 2022 | 18:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

BKPM Jamin Insentif Pajak Bisa Diurus Lewat OSS Kurang dari Sebulan

Senin, 08 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Buka Opsi Perluas Cakupan Tax Allowance, Begini Skemanya

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA LAMONGAN

Petugas KPP Datangi Desa Gelap, Jaring Data Calon Wajib Pajak Baru

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:21 WIB
PER-30/PJ/2009

Hibah Bapak ke Anak Kandung Bukan Objek PPh, Tapi Perlu Permohonan SKB

Senin, 08 Agustus 2022 | 17:00 WIB
PER-03/PJ/2022

Ingat! NIK Pembeli Sudah Bisa Dicantumkan dalam Faktur Pajak

Senin, 08 Agustus 2022 | 16:37 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pindah Alamat di KPP yang Berbeda? Wajib Pajak Perlu Tahu Ini

Senin, 08 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Susun RAPBN 2023, Begini Proyeksi Sri Mulyani Soal Penerimaan Negara

Senin, 08 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT II

Dilakukan Serentak! Kantor Pajak Sita Mobil, Tanah Hingga Rekening WP

Senin, 08 Agustus 2022 | 15:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Masuki Kuartal III/2022, Kemenkeu Prediksi Kinerja Ekonomi Makin Kuat