Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Senin, 03 Oktober 2022 | 16:52 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Senin, 03 Oktober 2022 | 12:25 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

Kemenperin Usulkan Insentif PPN atas Pembelian Mobil Baru

A+
A-
2
A+
A-
2
Kemenperin Usulkan Insentif PPN atas Pembelian Mobil Baru

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Taufiek Bawazier (baris kedua paling kiri) dalam webinar Indonesia Development Forum 2020, Rabu (14/10/2020). (foto: hasil tangkapan layar dari medsos).

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Perindustrian meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk dapat memberikan insentif pajak berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) atas mobil baru.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan Kemenperin tidak hanya mengusulkan pembebasan PPnBM atas mobil baru, tetapi juga termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).

"Kami mengusulkan bagaimana demand ini bisa tumbuh. Kami berkirim surat ke Menteri Keuangan, karena ada instrumen PPnBM dan PPN," katanya dalam webinar Indonesia Development Forum 2020, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga: Celah Pajak e-Commerce Berisiko Melebar, Vietnam Siapkan Strategi Ini

Taufiek menuturkan insentif pajak tersebut akan menyasar kendaraan bermotor roda empat atau lebih produksi dalam negeri. Kendaraan tersebut mencakup mobil penumpang maupun komersial.

Dia menilai pembebasan PPnBM dan PPN atas kendaraan akan membuat harga mobil baru lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat. Kebijakan itu juga akan meningkatkan daya saing mobil produksi dalam negeri.

Selain itu, ia juga berharap insentif pajak mampu mendorong aktivitas ekonomi pada industri otomotif beserta subsektor pendukungnya, termasuk industri kecil dan menengah (IKM). Misal, industri yang mengolah karet, besi, baja, dan kaca.

Baca Juga: Korlantas Sebut Kendaraan yang Tunggak Pajak Bisa Ditilang

Saat ini, lanjut Taufiek, kontribusi industri terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 20%. Adapun sektor otomotif menyumbang sekitar 10% dari total kontribusi industri terhadap PDB. Kemenperin juga mencatat sekitar 1,5 juta orang bergantung pada sektor otomotif.

Taufiek menyebut pemberian insentif akan mendorong pembelian mobil oleh masyarakat yang saat ini rasionya 87 kendaraan berbanding 1.000 orang. Peningkatan konsumsi juga pada akhirnya mendorong pabrik memproduksi mobil baru lebih banyak lagi.

Kemenperin mencatat produksi mobil Indonesia saat ini masih kecil, yakni 1,12 juta unit per tahun, dari kapasitas produksi yang mencapai 2,28 juta unit per tahun.

Baca Juga: Sudah Ada SPT Masa Unifikasi, Lampiran Formulir 1107 PUT 1 Dihapus

Kemenperin juga mengusulkan jangka waktu pembebasan PPnBM dan PPN diberlakukan hingga Desember 2020. Surat usulan insentif PPnBM dan PPN telah ditandatangani Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sejak 2 September 2020.

"Mudah-mudahan Kementerian Keuangan tidak terlalu lama untuk mengeluarkan instrumen itu, dan kami minta sampai Desember saja. Jadi ini diungkit sementara, dan menjadi upaya recovery kami," ujar Taufiek.

Jika tanpa insentif pembebasan PPnBM dan PPN, lanjutnya, penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih di Indonesia pada 2020 diprediksi akan turun 40-50% dibandingkan dengan tahun lalu.

Baca Juga: Berkaca pada 2014, Inflasi Oktober 2022 Masih Bisa Naik Lagi Imbas BBM

Selain itu, Taufiek juga membandingkan kebijakan fiskal negara-negara di Eropa dalam menyelamatkan industri otomotif di tengah pandemi virus Corona. Salah satunya adalah Spanyol, Prancis, dan Italia.

Menurutnya, Spanyol memberikan insentif fiskal kepada industri otomotif hingga €4,2 miliar atau Rp72,79 triliun. Prancis hampir €8 miliar atau Rp138,6 triliun dan Italia hampir €22 miliar atau Rp381,2 triliun. (rig)

Baca Juga: Mendagri Tito Ingin Daerah Saling Berkompetisi Kendalikan Inflasi

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : kebijakan pajak, kemenperin, menteri keuangan sri mulyani, PPN, PPnBM, sektor otomotif, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Kapan Faktur Pajak Dibuat? Simak Lagi Aturannya di Sini

Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:00 WIB
VIETNAM

Harga Masih Tinggi, Kadin Usulkan Pajak BBM Dihapus Sementara

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Siapkan Skema Pengamanan Penerimaan Pajak

berita pilihan

Senin, 03 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Perusahaan Modal Ventura?

Senin, 03 Oktober 2022 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Korlantas Sebut Kendaraan yang Tunggak Pajak Bisa Ditilang

Senin, 03 Oktober 2022 | 17:11 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPh Pasal 23 atas Pinjaman Tanpa Bunga

Senin, 03 Oktober 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

'Email dan NIK Sudah Didaftarkan NPWP' Saat Daftar Online, Ini Artinya

Senin, 03 Oktober 2022 | 16:52 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022

Memanfaatkan Sumber Informasi Terbuka untuk Awasi Kepatuhan Pajak HNWI

Senin, 03 Oktober 2022 | 16:30 WIB
PER-14/PJ/2022

Sudah Ada SPT Masa Unifikasi, Lampiran Formulir 1107 PUT 1 Dihapus

Senin, 03 Oktober 2022 | 16:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Wah! Ada Email Blast Lagi dari DJP, WP Diminta Perbarui Data Pribadi

Senin, 03 Oktober 2022 | 16:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Ingat! e-SPT Sudah Ditutup, Pembetulan SPT Tahunan Badan Pakai e-Form

Senin, 03 Oktober 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Jokowi: Jangan Sampai Pabriknya Besar-Besar, Tapi Lingkungannya Miskin