Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Senin, 27 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 27 September 2021 | 15:30 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 18:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 September 2021 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Senin, 27 September 2021 | 19:23 WIB
AGENDA PAJAK
Minggu, 26 September 2021 | 13:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Minggu, 26 September 2021 | 09:00 WIB
KETUA APPI SUWANDI WIRATNO
Jum'at, 24 September 2021 | 16:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Kembangkan Teknologi Penangkap Karbon, Insentif Pajak Jumbo Diberikan

A+
A-
0
A+
A-
0
Kembangkan Teknologi Penangkap Karbon, Insentif Pajak Jumbo Diberikan

Ilustrasi.

OSLO, DDTCNews - Otoritas pajak Norwegia akan memberikan insentif dalam jumlah besar bagi perusahaan yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca dari kegiatan industri.

TECO 2030 menjadi salah satu perusahaan yang mendapatkan insentif pajak jumbo dari pemerintah. Perusahaan mendapatkan insentif pajak tidak langsung dalam bentuk pengurangan beban pajak senilai 4 juta kroner Norwegia atau setara dengan Rp6,5 miliar.

"Kami saat ini sedang dalam proses mengembangkan solusi teknologi yang memungkinkan kapal dengan bahan bakar fosil mampu mengurangi emisi," kata CEO TECO 2030 Tore Enger dikutip pada Rabu (15/9/2021).

Baca Juga: Penyaluran Insentif Diklaim Lebih Baik, DJP Janji Dengarkan Pengusaha

Enger menjelaskan insentif diberikan setelah inovasi perusahaan disetujui oleh otoritas pajak dan dewan riset Norwegia. Dia mengungkapkan perusahaan mengembangkan solusi untuk penangkapan karbon dari kegiatan pelayaran.

Kapal yang beroperasi dengan teknologi ini tidak langsung melepaskan emisi CO2 saat melakukan pelayaran. Sebagian besar emisi CO2 akan disimpan dan jumlahnya ditargetkan mampu menangkap 90% emisi yang seharusnya dikeluarkan dari knalpot kapal.

"Ini membuat kapal lebih ramah terhadap iklim dengan menahan CO2 yang seharusnya dikeluarkan melalui gas buangnya," tuturnya seperti dilansir naturalgasworld.com.

Baca Juga: Ada Forum Gratis Bahas Kebijakan Pajak Karbon, Tertarik?

Enger menambahkan skema penangkapan karbon akan disimpan dalam bentuk cair. Hasil tangkapan emisi tersebut bisa digunakan industri yang menggunakan CO2 atau masuk gudang penyimpangan emisi di bawah tanah.

Teknologi tersebut juga sejalan dengan target International Maritime Organization (IMO) untuk menurunkan emisi kegiatan pelayaran sebesar 40% pada 2030. (rig)

Baca Juga: Apa Itu Kunjungan (Visit) Pegawai Pajak?
Topik : norwegia, karbon, insentif pajak, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 27 September 2021 | 10:00 WIB
KABUPATEN KARANGASEM

Pajak Galian C Jadi Tumpuan, Pemda Perketat Pengawasan

Senin, 27 September 2021 | 08:09 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Perluas Basis Pajak, DJP Terus Lakukan Pengawasan

Minggu, 26 September 2021 | 14:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pandemi Jadi Momentum Penguatan Ketentuan Antipenghindaran Pajak

Minggu, 26 September 2021 | 14:00 WIB
DENMARK

Kurangi Konsumsi Minuman Beralkohol, WHO Minta Tarif Pajak Dinaikkan

berita pilihan

Senin, 27 September 2021 | 19:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penyaluran Insentif Diklaim Lebih Baik, DJP Janji Dengarkan Pengusaha

Senin, 27 September 2021 | 19:23 WIB
AGENDA PAJAK

Ada Forum Gratis Bahas Kebijakan Pajak Karbon, Tertarik?

Senin, 27 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Kunjungan (Visit) Pegawai Pajak?

Senin, 27 September 2021 | 18:17 WIB
KINERJA FISKAL

Anggaran TIK Kemenkeu Naik, Downtime Layanan Seharusnya Teratasi

Senin, 27 September 2021 | 18:03 WIB
BANTUAN SOSIAL

Dekati Batas Akhir, Nyaris 5 Juta Pekerja Sudah Terima Subsidi Gaji

Senin, 27 September 2021 | 18:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA

Penerimaan Negara Bukan Pajak Tumbuh 20%, Begini Perinciannya

Senin, 27 September 2021 | 17:47 WIB
KINERJA PEMERINTAH

Indeks Efektivitas Pemerintah Naik, KSP: Tak Boleh Ada Lagi Pungli

Senin, 27 September 2021 | 17:30 WIB
SE-49/PJ/2021

Ditjen Pajak Terbitkan Surat Edaran Soal Prosedur Persetujuan Bersama

Senin, 27 September 2021 | 17:11 WIB
INGGRIS

Perusahaan Minyak Ini Memohon Perpanjangan Deadline Tunggakan PPN

Senin, 27 September 2021 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pulihkan Pariwisata, Sri Mulyani: Insentif Diberikan, Termasuk Pajak