Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 24 September 2021 | 18:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 September 2021 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 18:02 WIB
PROFIL PERPAJAKAN VENEZUELA
Jum'at, 24 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Minggu, 26 September 2021 | 09:00 WIB
KETUA APPI SUWANDI WIRATNO
Jum'at, 24 September 2021 | 16:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Jum'at, 24 September 2021 | 15:47 WIB
PAJAK SELEBRITAS
Jum'at, 24 September 2021 | 12:40 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Kembangkan AI dan Data Analytics, DJP Gelar Lomba Berhadiah Rp150 Juta

A+
A-
2
A+
A-
2
Kembangkan AI dan Data Analytics, DJP Gelar Lomba Berhadiah Rp150 Juta

Ditjen Pajak gelar Hackathon dengan total hadiah Rp150 juta. (DJP)

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak (DJP) menggelar Hackathon dengan total hadiah Rp150 juta. Kegiatan bertema Artificial Intelligence and Data Analytics ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia.

Terbuka untuk umum, lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas sekaligus sarana aktualisasi bagi para pengembang artificial intelligence dan data analytics dalam membantu optimalitas administrasi perpajakan.

“DJP menyelenggarakan Hackathon berhadiah total Rp150 juta! Semua berkesempatan untuk ikut dan memenangkan hadiahnya,” tulis DJP dalam unggahannya di Instagram, Selasa (6/7/2021).

Baca Juga: Penerbit Faktur Pajak Fiktif Divonis Denda Rp41,1 Miliar

Adapun ada dua subtema dalam kegiatan ini. Pertama, VAT and Cross Border Fraud Detection. Kedua, Tax Court Verdict Prediction. Akan ada total hadiah Rp75 juta untuk masing-masing pemenang pada tiap subtema kegiatan.

Total hadiah itu dibagi untuk juara I senilai Rp35 juta, juara II senilai Rp25 juta, dan juara III senilai Rp15 juta. Pajak hadiah ditanggung masing-masing pemenang. Pemenang berpeluang menjadi mitra DJP dalam pengembangan aplikasia-aplikasi berbasis artificial intelligence dan data analytics.

Adapun kriteria peserta adalah pertama, Warga Negara Indonesia (WNI) minimal 17 tahun. Kedua, dapat berasal dari internal DJP, internal Kementerian Keuangan, atau masyarakat umum. Ketiga, peserta melakukan pendaftaran dalam bentuk perorangan atau tim (maksimal 3 orang).

Baca Juga: Belum Terima Email Survei dari Kantor Pajak? Ini Kata DJP

Pendaftaran dimulai pada 5 Juli sampai dengan 15 Juli 2021. Technical Meeting dilaksanakan pada 16 Juli 2021 melalui media daring (Zoom). Pengumpulan Proposal Solusi paling lambat 1 Agustus 2021 melalui email [email protected].

Kemudian, pengumuman peserta lolos ke tahap final pada 4 Agustus 2021 melalui situs pajak (www.pajak.go.id). Penjurian subtema pertama pada 13 Agustus 2021 dan subtema kedua 14 Agustus 2021 melalui media daring (Zoom). Pengumuman Pemenang pada 7 Agustus 2021 melalui situs pajak.

DJP mengatakan pendaftaran Hackathon tidak dipungut biaya. Informasi pengumuman dimuat melalui www.pajak.go.id dan media sosial resmi DJP. Peserta wajib melakukan pendaftaran serta melengkapi dan mengirimkan lampiran dalam formulir pendaftaran sesuai dengan data asli dan legal melalui tautan bit.ly/pendaftaranhackathondjp2021.

Baca Juga: Isu Terpopuler: PPh Final CV UMKM Berakhir dan DJP Terjunkan Pegawai

Peserta yang tidak memenuhi persyaratan pendaftaran akan dinyatakan gugur. Kemudian, peserta yang sudah terdaftar dalam sebuah tim tidak bisa digantikan dengan orang lain selama lomba berlangsung. Dalam lomba ini, peserta diberikan kebebasan untuk mengikuti 1 atau 2 subtema.

Peserta wajib mengumpulkan proposal yang berisi solusi atau insight yang ditawarkan, arsitektur solusi/ tahapan analisis beserta penjelasannya sesuai dengan format yang disediakan. Proposal akan diseleksi untuk menentukan peserta yang lolos ke tahap final.

Peserta yang lolos ke tahap final wajib mengumpulkan seluruh hasil pengerjaan Hackathon satu hari sebelum periode penjurian (12 Agustus 2021). Pada saat penjurian, peserta diwajibkan mempresentasikan serta mendemokan solusi yang ditawarkan.

Baca Juga: Begini Lini Masa Pembaruan Sistem Core Tax 2021-2024

Hak kekayaan intelektual keseluruhan hasil karya dan pemenang lomba tetap melekat pada peserta. Namun, DJP dapat menggunakan dan merubah seluruh atau sebagian solusi tersebut untuk keperluan pengembangan artificial intelligence dan data analytics tanpa batas waktu yang ditentukan.

“Peserta tidak dapat menuntut royalti kepada pihak Direktorat Jenderal Pajak,” tulis DJP dalam laman resminya.

Panitia berhak untuk melakukan diskualifikasi peserta atau mencabut gelar juara dari pemenang jika ditemukan kecurangan atau pelanggaran hukum dalam karya yang dilombakan. Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat.

Baca Juga: Urgensi Edukasi dalam Membangun Moral Pajak

Dalam lomba ini, peserta diberikan kebebasan untuk mengembangkan model atas solusi yang ditawarkan pada proposal. Adapun penilaian tertinggi diberikan kepada solusi terbaik dalam efektivitas dan efisiensi atas permasalahan pada masing-masing subtema. Presentasi pada saat demo solusi yang ditawarkan merupakan salah satu kunci penilaian.

DJP mengatakan ketentuan di atas tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi email [email protected] atau narahubung Daniel Sahala Hutabarat (0822 97117623) atau Dewi Indah Cahaya (0812 64003204). (kaw)

View this post on Instagram

A post shared by Direktorat Jenderal Pajak (@ditjenpajakri)

Baca Juga: Begini Pandangan Fraksi di DPR Soal Penerapan GAAR

Topik : agenda pajak, lomba, Hackathon, Ditjen Pajak, DJP

KOMENTAR

Di mana posisi Anda terhadap suatu wacana kebijakan perpajakan? Apa yang melatarbelakangi posisi Anda? Yuk, ikut berpartisipasi dalam Debat DDTCNews! Tulis komentar, isi survei, dan rebut hadiah berupa uang tunai! Kunjungi Setuju dengan Pajak Karbon? Sampaikan Pendapat Anda, Rebut Hadiahnya!
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 22 September 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Cara Meminta Nomor Seri Faktur Pajak ke DJP

Rabu, 22 September 2021 | 10:19 WIB
PER-18/PJ/2021

DJP Terbitkan Aturan Baru Soal Pemungutan PPN Pulsa & Kartu Perdana

Rabu, 22 September 2021 | 08:09 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

DJP Mulai Terjunkan Pegawai ke Lapangan, Ini 2 Sasaran Prioritasnya

Selasa, 21 September 2021 | 18:06 WIB
LAYANAN PAJAK

DJP Minta Wajib Pajak Lapor Jika Temui Ini Saat Manfaatkan Layanan

berita pilihan

Minggu, 26 September 2021 | 09:30 WIB
KANWIL DJP BANTEN

Penerbit Faktur Pajak Fiktif Divonis Denda Rp41,1 Miliar

Minggu, 26 September 2021 | 09:00 WIB
KETUA APPI SUWANDI WIRATNO

'Insentif PPnBM Mobil Tepat Waktunya'

Minggu, 26 September 2021 | 08:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Implementasi Konsensus Pajak Global Diprediksi 2024, Ini Kata Kemenkeu

Minggu, 26 September 2021 | 08:00 WIB
RUU KUP

Insentif Pasal 31E UU PPh Mau Dihapus, DPR Tak Satu Suara

Minggu, 26 September 2021 | 07:00 WIB
RUU KUP

DPR Usulkan Perubahan Pasal 32A UU Pajak Penghasilan

Minggu, 26 September 2021 | 06:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Belanja Sosial Tembus Rp268 Triliun, Sri Mulyani Singgung Soal Pajak

Sabtu, 25 September 2021 | 17:00 WIB
SEMINAR NASIONAL PERPAJAKAN 2021 - FIA UB

Membedah Tren Kebijakan Pajak di Masa Pandemi, Ini Catatan Akademisi

Sabtu, 25 September 2021 | 16:00 WIB
RUU KUP

Soal Pajak Karbon, DPR Usulkan Tarif yang Berbeda dari Pemerintah

Sabtu, 25 September 2021 | 15:17 WIB
SEMINAR NASIONAL PERPAJAKAN 2021 - FIA UB

Tren Reformasi Pajak Di Tengah Pemulihan Ekonomi, Ini 5 Sasarannya