Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Kaitan Perusahaan Multinasional Eropa Tengah dengan Negara Tax Haven

A+
A-
2
A+
A-
2
Kaitan Perusahaan Multinasional Eropa Tengah dengan Negara Tax Haven

ORGANISASI subkawasan Eropa Tengah atau sering disebut dengan Grup Visegrad (Visegrad Group) merupakan organisasi yang beranggotakan empat negara, yaitu Republik Cheska, Hungaria, Polandia, dan Slovakia.

Dalam jurnal yang berjudul “Profit Shifting to Onshore and Offshore Tax Havens: The Case of Visegrad Countries” dibahas mengenai keterkaitan perusahaan-perusahaan yang berdomisili di negara-negara tersebut dengan negara-negara suaka pajak (tax haven countries).

Pada umumnya, dalam struktur perusahaan multinasional, ada suatu jaringan entitas berbentuk grup (group) yang terdiri dari perusahaan induk (parent company), anak perusahaan (subsidiary), hingga perusahaan seinduk (sister company).

Baca Juga: Seperti Apa Perkembangan Implementasi AEoI Terkini?

Hubungan afiliasi yang berada dalam satu jaringan entitas dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penghasilan agregat dengan memanfaatkan situasi dan kondisi masing-masing yurisdiksi tempat perusahaan-perusahaan yang terafiliasi tersebut berdomisili.

Tabel berikut menggambarkan jumlah perusahaan multinasional berbentuk subsidiary yang berdomisili di empat negara itu serta memiliki keterkaitan dengan negara-negara suaka pajak (minimal memiliki satu sister company). Data di jurnal tersebut bersumber dari Orbis Database untuk 2018.

Baca Juga: Bagaimana Kinerja Tax Effort Indonesia?

Merujuk pada tabel tersebut, lima negara suaka pajak yang memiliki jumlah keterkaitan tertinggi di grup Visegrad antara lain Singapura, Swiss, Hongkong, Luksemburg, dan Irlandia. Di sisi lain, negara-negara suaka pajak dengan jumlah keterkaitan terendah adalah Nauru, Togo, Saint Vincent dan Grenadines, Grenada, serta Anguila.

Berdasarkan peringkat Corporate Tax Haven Index (CTHI) 2019, Kepulauan Cayman, Virgin, dan Bermuda merupakan negara-negara suaka pajak yang berada di jajaran tertinggi CTHI 2019. Menariknya, negara-negara tax havens tersebut justru kalah populer dengan lima negara terpopuler yang telah disebutkan sebelumnya.

Meskipun demikian, tampaknya peringkat CTHI 2019 tersebut telah menunjukkan ketidakpopuleran negara-negara suaka pajak. Hal ini terlihat dalam tabel yang menunjukkan bahwa memang negara-negara dengan keterkaitan terendah berada di peringkat terendah pula berdasarkan CTHI 2019.

Baca Juga: Inilah Rincian Estimasi Belanja Perpajakan per Jenis Pajak Tahun 2018

Di sisi lain, dalam peringkat kemudahan membayar pajak (Ease of Paying Taxes) pada 2019, hanya Singapura, Hongkong, dan Irlandia yang berada di jajaran 10 peringkat teratas. Padahal, Swiss merupakan negara yang paling memiliki keterkaitan dengan grup Visegrad.

Hal ini mencerminkan bahwa terdapat indikator-indikator lain yang menjadi faktor penentu kepopuleran negara-negara suaka pajak tersebut. Berdasarkan jurnal yang dibuat oleh Riedel (2018), selain melihat beban pajak efektif, perusahaan-perusahaan multinasional juga melihat faktor-faktor lain seperti kehadiran lembaga pemerintah yang menerapkan good governance, infrastruktur publik yang atraktif, serta jasa keuangan dan pasar tenaga kerja yang telah terbangun dengan baik.

Namun demikian, kepopuleran negara tax havens yang terkait dengan perusahaan di grup Visegrad tersebut tidak semata-mata dapat dijadikan tolak ukur atas derajat keterkaitan maupun ketertarikan perusahaan-perusahaan tersebut dengan negara-negara suaka pajak tertentu.

Baca Juga: Meninjau Misi Pemerintah Lewat Belanja Perpajakan

Data yang tertera dalam jurnal masih sebatas angka absolut dan tidak memaparkan perbandingan dengan jumlah total perusahaan multinasional di masing-masing negara grup Visegrad tersebut.*

Topik : narasi data, suaka pajak, tax haven, perusahaan multinasional, perencanaan pajak, tax planning
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 18 Mei 2020 | 09:13 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Selasa, 12 Mei 2020 | 17:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Minggu, 10 Mei 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Selasa, 05 Mei 2020 | 20:05 WIB
STATISTIK REZIM IP
berita pilihan
Senin, 13 Juli 2020 | 19:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 13 Juli 2020 | 18:25 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:00 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO
Senin, 13 Juli 2020 | 17:41 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Senin, 13 Juli 2020 | 17:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 17:07 WIB
SURAT BERHARGA NEGARA
Senin, 13 Juli 2020 | 16:15 WIB
INSENTIF PAJAK