Fokus
Data & Alat
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Selasa, 08 Juni 2021 | 18:33 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 16 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 14 Juni 2021 | 14:11 WIB
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Jerman Bakal Kerek Pajak Penerbangan

A+
A-
2
A+
A-
2
Jerman Bakal Kerek Pajak Penerbangan

Ilustrasi.

BERLIN, DDTCNews – Jerman akan menaikkan pajak penerbangan jarak pendek sebesar 75%. Rencana tersebut ditetapkan oleh pemerintah federal pada pertemuan kabinet mingguannya. Kenaikan pajak penerbangan akan diberlakukan pada 1 April 2020 mendatang.

Tarif retribusi penerbangan jarak pendek dari €7,50 (setara Rp117.295) per penumpang akan naik menjadi €13,03 (setara Rp203.780). Untuk penerbangan jarak menengah, dari €23,43 menjadi €33,01. Untuk penerbangan jarak jauh, retribusinya akan naik €17,25 sehingga menjadi €59,43

“Rencana penggandaan pajak tersebut pasti akan menempatkan kami di garis depan pajak transportasi udara, sama seperti Inggris,” demikian pernyataan Kementrian Keuangan Jerman, Selasa (15/10/2019).

Baca Juga: Kemenkeu Beli Data Wajib Pajak yang Punya Aset di Dubai

Pemerintah Jerman mengharapkan langkah baru ini akan memberikan pendapatan pajak tambahan sebesar €740 juta per tahun. Pendapatan yang diperoleh dari kenaikan pajak penerbangan itu akan digunakan untuk membiayai pengurangan pajak pertambahan nilai tiket kereta api dari 19% menjadi 7%.

Kenaikan tarif tersebut membuat industri penerbangan Jerman khawatir dari sisi saing maskapai. Juru bicara asosiasi penerbangan Jerman menentang kenaikan pajak dan tidak akan mendukung upaya tersebut untuk mengurangi emisi karbon.

Hal tersebut malah akan mengurangi sumber pendapatan maskapai Jerman yang digunakan untuk menginvestasikan teknologi dan armada baru. Mereka juga mengungkapkan bahwa pajak tersebut tidak akan mengurangi emisi karbon.

Baca Juga: Oposisi Skeptis RUU Tax Haven Mampu Tangkal Penghindaran Pajak

“Kami tidak percaya pendapatan pajak tambahan akan berkontribusi pada tujuan iklim negara atau industri,” ujar juru bicara asosiasi penerbangan.

Seperti dilansir ainonline.com, Bonn Johan Vanneste, Presiden dan CEO Cologne Bonn Airport memperkirakan lalu lintas di bandara akan menurun tahun depan karena adanya kenaikan pajak penerbangan ini. Hal ini karena pada 2011, ada penurunan lalu lintas bandara di dekat perbatasan seperti Bandara Maastricht. (MG-avo/kaw)

Baca Juga: Bakal Kena Pajak 5,3%, Asosiasi Judi Online Ajukan Keberatan
Topik : penerbangan, pesawat, Jerman
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:35 WIB
KEPABEANAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:30 WIB
REPUBLIK CEKO
Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:19 WIB
KOTA BANDUNG
Jum'at, 18 Juni 2021 | 12:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:37 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II
Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:05 WIB
SE-06/PP/2021
Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 10:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 10:15 WIB
AMERIKA SERIKAT