Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ini Harapan Sri Mulyani untuk Presiden Bank Dunia Terpilih

1
1

Menteri Keuangan Sri Mulyani.

JAKARTA, DDTCNews – David Malpass, Presiden Grup Bank Dunia terpilih diharapkan memiliki fokus pada isu spesifik, seperti kepemimpinan presiden sebelumnya.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menjadi pembicara dalam Joint Seminar Bretton Woods Committee and Center for Global Development, yang menjadi bagian dari rangkaian Spring Meetings International Monetary Fund (IMF) – Bank Dunia 2019 di Washington D.C..

Sri Mulyani meyakini Malpass merupakan ekonomi yang memiliki perhatian untuk menyelesaikan isu atau program setiap negara, termasuk negara kecil dan kepulauan. Apalagi, kebijakan yang banyak ditunggu ke depan adalah penanganan terkait middle income country, khususnya China.

Baca Juga: Genjot Investasi, Sri Mulyani Sebut Indonesia Butuh 3 Aspek Ini

“Yang harus dilakukan adalah memastikan bagaimana operasi Bank Dunia ke sebuah negara atau bagaimana janji Bank Dunia kepada negara terkait peningkatan modal kepada semua negara,” katanya, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (12/4/2019).

Dia mengatakan selama kepemimpinan Robert Zoellick, ada dua isu spesifik yang menjadi perhatian yakni korupsi dan transparansi data. Sementar, pada masa Jim Kim, perhatian tertuju pada isu sumber daya manusia (SDM) dan perubahan iklim.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memperkirakan Malpass akan lebih fokus pada rasio gini, ketimpangan, dan beberapa kebijakan agar negara bisa berkembang optimal dengan intervensi minimal. Kepastian isu spesifik krusial karena berpengaruh pada staf maupun seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Luncurkan BAS Online, Ini Harapan Sri Mulyani

Sri Mulyani menegaskan Bank Dunia harus mempunyai keunggulan kompetitif dibandingkan lembaga lain. Bank Dunia, sambungnya, perlu memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih dalam menangani klien.

“Sebagai klien saya selanjutnya bisa bertanya misal ketika akan melakukan reformasi pajak. Dengan pengalaman bukan hanya Asia, melainkan juga dunia, saya bisa mendapatkan best lesson. Kalau saya bertanya tentang social safety nett, apa yang harus saya lakukan dan best practice negara mana yang harus saya ikuti?” paparnya.

Selain itu, Sri Mulyani berharap David Malpass bisa terus meningkatkan pengetahuannya tentang Bank Dunia. Sejak kepemimpinan Robert Zoellick, telah terjadi banyak perubahan di tubuh organisasi Bank Dunia termasuk dalam hal proses bisnis. Bank Dunia jauh lebih gesit dan responsif dalam isu korupsi dan demokratisasi data.

Baca Juga: 25 Eselon II Dilantik Lintas Direktorat, Ini Alasan Menkeu

Menurutnya, ada tiga hal utama yang perlu dijaga oleh Bank Dunia, yaitu tata kelola, model bisnis, dan sumber daya. “Kalau kita tidak konsisten dengan tata kelola, model bisnis model dan sumber daya maka akan sulit dalam mencapai tujuan. Tiga hal ini yang utama harus dilakukan oleh Bank Dunia,” jelasnya. (kaw)

Sri Mulyani meyakini Malpass merupakan ekonomi yang memiliki perhatian untuk menyelesaikan isu atau program setiap negara, termasuk negara kecil dan kepulauan. Apalagi, kebijakan yang banyak ditunggu ke depan adalah penanganan terkait middle income country, khususnya China.

Baca Juga: Genjot Investasi, Sri Mulyani Sebut Indonesia Butuh 3 Aspek Ini

“Yang harus dilakukan adalah memastikan bagaimana operasi Bank Dunia ke sebuah negara atau bagaimana janji Bank Dunia kepada negara terkait peningkatan modal kepada semua negara,” katanya, seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (12/4/2019).

Dia mengatakan selama kepemimpinan Robert Zoellick, ada dua isu spesifik yang menjadi perhatian yakni korupsi dan transparansi data. Sementar, pada masa Jim Kim, perhatian tertuju pada isu sumber daya manusia (SDM) dan perubahan iklim.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memperkirakan Malpass akan lebih fokus pada rasio gini, ketimpangan, dan beberapa kebijakan agar negara bisa berkembang optimal dengan intervensi minimal. Kepastian isu spesifik krusial karena berpengaruh pada staf maupun seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Luncurkan BAS Online, Ini Harapan Sri Mulyani

Sri Mulyani menegaskan Bank Dunia harus mempunyai keunggulan kompetitif dibandingkan lembaga lain. Bank Dunia, sambungnya, perlu memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih dalam menangani klien.

“Sebagai klien saya selanjutnya bisa bertanya misal ketika akan melakukan reformasi pajak. Dengan pengalaman bukan hanya Asia, melainkan juga dunia, saya bisa mendapatkan best lesson. Kalau saya bertanya tentang social safety nett, apa yang harus saya lakukan dan best practice negara mana yang harus saya ikuti?” paparnya.

Selain itu, Sri Mulyani berharap David Malpass bisa terus meningkatkan pengetahuannya tentang Bank Dunia. Sejak kepemimpinan Robert Zoellick, telah terjadi banyak perubahan di tubuh organisasi Bank Dunia termasuk dalam hal proses bisnis. Bank Dunia jauh lebih gesit dan responsif dalam isu korupsi dan demokratisasi data.

Baca Juga: 25 Eselon II Dilantik Lintas Direktorat, Ini Alasan Menkeu

Menurutnya, ada tiga hal utama yang perlu dijaga oleh Bank Dunia, yaitu tata kelola, model bisnis, dan sumber daya. “Kalau kita tidak konsisten dengan tata kelola, model bisnis model dan sumber daya maka akan sulit dalam mencapai tujuan. Tiga hal ini yang utama harus dilakukan oleh Bank Dunia,” jelasnya. (kaw)

Topik : world bank, bank dunia, Sri Mulyani, David Malpass
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 15 Juni 2018 | 18:05 WIB
KREDIT PAJAK
Rabu, 06 Maret 2019 | 11:54 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 31 Januari 2019 | 17:33 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 13 Maret 2019 | 12:39 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 11:29 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 04 September 2019 | 18:14 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN
Selasa, 09 Oktober 2018 | 19:27 WIB
PERTEMUAN TAHUNAN IMF-BANK DUNIA
Jum'at, 23 September 2016 | 17:01 WIB
PEMERIKSAAN BPK
Selasa, 29 Januari 2019 | 11:54 WIB
KEBIJAKAN CUKAI