Review
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 24 November 2022 | 09:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 02 Desember 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Komunitas
Senin, 05 Desember 2022 | 09:00 WIB
SEKRETARIS I PERTAPSI CHRISTINE TJEN:
Minggu, 04 Desember 2022 | 07:40 WIB
WAKIL KETUA I PERTAPSI TITI MUSWATI PUTRANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:34 WIB
KETUA BIDANG KERJA SAMA PERTAPSI BENY SUSANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 07:30 WIB
SELEBRITAS
Reportase

Ingat! WP Tak Bisa Lagi Betulkan SPT Jika Sudah Dimulai Pemeriksaan

A+
A-
3
A+
A-
3
Ingat! WP Tak Bisa Lagi Betulkan SPT Jika Sudah Dimulai Pemeriksaan

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Wajib pajak tidak dapat lagi melakukan pembetulan surat pemberitahuan (SPT) yang telah disampaikan apabila telah dilakukan pemeriksaan.

Lantas kapan pemeriksaan dinyatakan mulai dilakukan? Ditjen Pajak (DJP) kemudian menjelaskan ketentuan yang mengatur saat dimulainya suatu pemeriksaan sehingga wajib pajak tidak bisa lagi melakukan pembetulan SPT. Hal tersebut diatur dalam Penjelasan Pasal 8 ayat (1) UU KUP s.t.d.t.d. UU 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

"Yang dimaksud dengan mulai dilakukan pemeriksaan adalah saat surat pemberitahuan pemeriksaan pajak disampaikan kepada wajib pajak, wakil, kuasa, pegawai, atau anggota keluarga yang telah dewasa dari wajib pajak," tulis DJP melalui akun Twitter @kring_pajak, dikutip Kamis (17/11/2022).

Baca Juga: Ingat! Kepatuhan Wajib Pajak Diawasi DJP, Begini Penjelasannya

Dalam PMK 9/2018 s.t.d.t.d. PMK 18/2021, diperinci yang dimaksud surat pemberitahuan pemeriksaan bisa juga dalam bentuk surat pemberitahuan pemeriksaan bukti permulaan secara terbuka.

Kendati demikian, terdapat ketentuan batasan waktu lain apabila pembetulan SPT yang dilakukan wajib pajak justru menyatakan rugi atau lebih bayar. Dalam kasus tersebut, batas waktu menyampaikan pembetulan SPT paling lama 2 tahun sebelum daluwarsa penetapan.

Daluwarsa penetapan adalah jangka waktu 5 tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhirnya masa pajak, bagian tahun pajak, atau tahun pajak. Dengan begitu, pembetulan SPT yang rugi atau lebih bayar paling lama dilakukan setelah 3 tahun dari saat terutangnya pajak atau berakhirnya masa pajak, bagian tahun pajak, atau tahun pajak.

Baca Juga: Nelayan di Desa Ini Ramai-ramai Ajukan NPWP, Ternyata Ini Alasannya

Kemudian, ada juga jangka waktu lain bagi wajib pajak yang menerima surat ketetapan pajak, surat keputusan keberatan, surat keputusan pembetulan, putusan banding, atau peninjauan kembali tahun-tahun pajak sebelumnya yang menyatakan rugi fiskal berbeda dengan yang telah dikompensasikan dalam SPT pembetulan.

Wajib Pajak dapat membetulkan SPT dalam jangka waktu 3 bulan setelah menerima surat ketetapan pajak, surat keputusan keberatan, surat keputusan pembetulan, putusan banding, atau putusan peninjauan kembali.

Sebagai informasi, pembetulan SPT dapat dilakukan wajib pajak dengan menyampaikan pernyataan tertulis. Adapun pernyataan tertulis dilakukan dengan cara memberi tanda pada tempat yang telah disediakan dalam SPT yang menyatakan bahwa wajib pajak yang bersangkutan membetulkan SPT. (Fauzara Pawa Pambika/sap)

Baca Juga: Ada Kartu Integritas Jika WP Tak Berikan Gratifikasi ke Petugas Pajak

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pemeriksaan pajak, pemeriksaan, bukti permulaan, bukper, pengawasan pajak, pembetulan SPT, SPT Tahunan

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 21 November 2022 | 21:30 WIB
KPP PRATAMA TABANAN

Gali Data dan Lakukan Pengawasan, Pegawai KPP Ini Kunjungi Wajib Pajak

Senin, 21 November 2022 | 21:00 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Dilebur atau Tidaknya Jabatan AR dan Pemeriksa Pajak Tergantung Ini

Minggu, 20 November 2022 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Rasio Cakupan Pemeriksaan Turun, DJP Sebut Karena Dua Faktor Ini

Jum'at, 18 November 2022 | 15:30 WIB
KOTA SEMARANG

Pengusaha Ini Bilang Bayar Pajak Seperti Menjaga Istri, Kok Bisa?

berita pilihan

Senin, 05 Desember 2022 | 21:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penerapan Exit Tax Bisa Menahan Gerusan Basis Pajak, Ini Analisisnya

Senin, 05 Desember 2022 | 19:18 WIB
PMK 175/2022

Ada Perubahan Ketentuan Soal Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak

Senin, 05 Desember 2022 | 18:37 WIB
PMK 175/2022

Sri Mulyani Terbitkan Peraturan Baru Soal Konsultan Pajak

Senin, 05 Desember 2022 | 18:01 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Salah Isi NPWP dan Nama Wajib Pajak dalam SSP? Bisa Pbk

Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Business Intelligence dalam Ranah Pajak?

Senin, 05 Desember 2022 | 17:39 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Ingat! Kepatuhan Wajib Pajak Diawasi DJP, Begini Penjelasannya

Senin, 05 Desember 2022 | 17:30 WIB
PER-13/BC/2021

Daftar IMEI Bisa di Kantor Bea Cukai tapi Tak Dapat Pembebasan US$500

Senin, 05 Desember 2022 | 17:00 WIB
KP2KP SANANA

Dapat SP2DK, Pengusaha Pengolahan Ikan Tuna Datangi Kantor Pajak

Senin, 05 Desember 2022 | 16:51 WIB
KINERJA FISKAL DAERAH

Sisa Sebulan, Mendagri Minta Pemda Genjot Pendapatan Daerah

Senin, 05 Desember 2022 | 16:30 WIB
KPP PRATAMA SUKOHARJO

Data e-Faktur Hilang, Begini Solusi dari Ditjen Pajak