Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Industri Game Minta Potongan Pajak 30%

A+
A-
0
A+
A-
0
Industri Game Minta Potongan Pajak 30%

Ilustrasi. (Foto: computerhowtoguide.com)

CANBERRA, DDTCNews - Asosiasi Games dan Hiburan Interaktif (Interactive Games and Entertainment Association/IGEA) meminta Pemerintah Australia memberikan potongan pajak 30% untuk pelaku industri games.

Ombudsman Usaha Kecil Australia Kate Carnell mengatakan pemotongan pajak akan mendorong industri games lebih produktif, seperti yang diberikan negara-negara lain. Jika mendapat insentif pajak itu, produsen games Australia akan lebih kompetitif secara internasional.

"Secara internasional, kami melihat industri produksi video games di negara-negara yang menawarkan insentif pajak seperti Kanada, Inggris, dan Selandia Baru mendapatkan pangsa pasar yang jauh lebih besar," katanya di Canberra, Kamis (19/11/2020).

Baca Juga: Berbalik Arah, Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS

Carnell mengatakan pemerintah perlu mendukung industri video games karena memiliki potensi besar terhadap perekonomian Australia. Apalagi, kebanyakan produsen video games masih berupa industri kecil dan start up.

Ia menilai Australia memiliki kesempatan untuk mengambil keuntungan lebih besar dalam bisnis video games. Saat ini, industri video games global bernilai sekitar AU$250 miliar atau Rp2,58 kuadriliun pada 2019, tetapi porsi Australia hanya AU$114 juta atau Rp1,17 triliun.

Dia pun menyarankan pemerintah membuat skema insentif pajak untuk mendukung sektor usaha tersebut. Misalnya di Kanada, pemerintah menawarkan potongan pajak digital yang mempertimbangkan jumlah tenaga kerja dan biaya pemasaran produk.

Baca Juga: Rupiah Menguat Atas Seluruh Mata Uang Negara Mitra, Termasuk Dolar AS

Berkat insentif tersebut, industri video games Kanada kini mampu mempekerjakan lebih dari 27.000 orang secara penuh waktu dan menghasilkan pendapatan AU$3,8 miliar atau Rp39,3 triliun.

Sementara di Australia, menurut Carnell, tenaga kerja penuh waktu pada sektor tersebut kurang dari 1.300 orang dan berpenghasilan lebih rendah dari negara tetangga, Selandia Baru.

Dengan keringanan pajak, merujuk penelitian IGEA, Australia diperkirakan dapat mengembangkan video games bernilai AU$1 miliar atau Rp10,3 triliun, meningkatkan pendapatan ekspor, serta mempekerjakan hingga 10.000 pekerja.

Baca Juga: Mulai Juli 2022, Negara Ini Bolehkan Tes Covid Jadi Pengurang Pajak

"Keringanan pajak untuk pengembangan industri video games akan menjadi awal yang sangat baik bagi Australia," ujarnya seperti dilansir dari miragenews.com. (Bsi)

Topik : insentif pajak industri game, Australia

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 30 Maret 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 30 MARET - 5 APRIL 2022

Bergerak Dinamis, Rupiah Lanjutkan Penguatan Terhadap Dolar AS

Rabu, 23 Maret 2022 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 23 MARET - 29 MARET 2022

Rupiah Terus Menguat Terhadap Mayoritas Negara Mitra

berita pilihan

Jum'at, 24 Juni 2022 | 20:56 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Wajib Pajak Penuhi Kebijakan II tapi Tak Ikut PPS? Simak Risikonya

Jum'at, 24 Juni 2022 | 20:18 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penerapan Pajak Karbon Ditunda Lagi, Ini Keterangan Resmi BKF Kemenkeu

Jum'at, 24 Juni 2022 | 19:40 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN

Untuk Sistem Pajak Indonesia, World Bank Setujui Pinjaman Rp11 Triliun

Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pemerintah Alokasikan Rp350 Triliun untuk Subsidi BBM Hingga Listrik

Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PTA D-8?

Jum'at, 24 Juni 2022 | 17:45 WIB
PERDAGANGAN BERJANGKA

Akomodir Korban Robot Trading, Bappebti Tambah Kanal Pengaduan Nasabah

Jum'at, 24 Juni 2022 | 17:30 WIB
SE-17/PJ/2022

Sebelum Teliti Suket PPS Milik WP, KPP Wajib Setor Data Temuan ke DJP

Jum'at, 24 Juni 2022 | 17:28 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II

PPS Berakhir Sebentar Lagi, Kanwil DJP Jatim II Imbau Advokat

Jum'at, 24 Juni 2022 | 17:00 WIB
PMK 90/2020

Contoh Kasus Hibah Antar-Perusahaan yang Dikecualikan dari Objek PPh

Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi atau KTP, Ini Kata Luhut