Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Efek Perang Dagang, Rencana Kenaikan Sales Tax Berpotensi Ditunda Lagi

2
2

Perdana Menteri Shinzo Abe.

JAKARTA, DDTCNews – Keraguan terkait rencana Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mengerek tarif pajak penjualan (sales tax) dari 8% menjadi 10% kembali muncul. Munculnya keraguan ini diakibatkan rencana pemerintah merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Bedasarkan informasi dari sumber di pemerintahan, kembali memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China telah mendorong pemerintah untuk meninjau kembali proyeksi ekonomi sebelumnya. Sebelumnya, pemerintah berpandangan akan ada pemulihan ekspor dan produksi industri.

“Penurunan [proyeksi laju pertumbuhan ekonomi] dalam laporan bulanan sangat krusial dan dapat memicu spekulasi bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe dapat menunda sekali lagi rencana kenaikan pajak penjualan pada Oktober,” demikian informasi yang dikutip dari The Business Times, Kamis (16/5/2019).

Baca Juga: Bank Sentral Ingatkan Risiko Resesi Jika Pajak Penjualan Tetap Naik

Bagaimanapun, PM Abe telah menunda kenaikan selama dua kali karena memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dari pada reformasi fiskal. Kenaikan pajak penjualan dari 5% menjadi 8% pada April 2014 juga telah memukul konsumen dengan cukup keras sehingga berdampak pada penurunan tajam laju pertumbuhan ekonomi Jepang.

Dalam laporannya pada April 2019, pemerintah mengatakan ekonomi Jepang pulih secara bertahap, meskipun ada tanda-tanda melemahnya ekspor dan output. Hal tersebut sekaligus memotong proyeksi ekonominya untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada Maret.

Investor akan melihat dengan seksama langkah pemerintah jika prospek ekonominya benar-benar dipangkas. Jika kata ‘pemulihan’ tetap ada, terutama setelah eskalasi baru dalam perang dagang AS dan China. Jepang diperkirakan akan melaporkan kontraksi ekonomi ringan pada kuartal pertama dalam data yang akan keluar pada Senin pekan depan.

Baca Juga: Otoritas Pajak Indonesia & Jepang Perkuat Kerja Sama di 3 Aspek Ini

Pemerintah juga sedang mempertimbangkan untuk mengurangi pengeluaran modal dan output pabrik dalam laporan Mei 2019. Belanja modal diperkirakan akan memburuk. Neraca perdagangan diperkirakan masih akan baik meskipun lebih banyak dipengaruhi anjloknya impor.

“Dengan demikian, produk domestik bruto pada kuartal I Kemungkinan akan berubah menjadi buruk,” ujar sumber di pemerintahan. (kaw)

Baca Juga: Pihak Oposisi Serukan Penundaan Kenaikan Pajak Penjualan

“Penurunan [proyeksi laju pertumbuhan ekonomi] dalam laporan bulanan sangat krusial dan dapat memicu spekulasi bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe dapat menunda sekali lagi rencana kenaikan pajak penjualan pada Oktober,” demikian informasi yang dikutip dari The Business Times, Kamis (16/5/2019).

Baca Juga: Bank Sentral Ingatkan Risiko Resesi Jika Pajak Penjualan Tetap Naik

Bagaimanapun, PM Abe telah menunda kenaikan selama dua kali karena memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dari pada reformasi fiskal. Kenaikan pajak penjualan dari 5% menjadi 8% pada April 2014 juga telah memukul konsumen dengan cukup keras sehingga berdampak pada penurunan tajam laju pertumbuhan ekonomi Jepang.

Dalam laporannya pada April 2019, pemerintah mengatakan ekonomi Jepang pulih secara bertahap, meskipun ada tanda-tanda melemahnya ekspor dan output. Hal tersebut sekaligus memotong proyeksi ekonominya untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada Maret.

Investor akan melihat dengan seksama langkah pemerintah jika prospek ekonominya benar-benar dipangkas. Jika kata ‘pemulihan’ tetap ada, terutama setelah eskalasi baru dalam perang dagang AS dan China. Jepang diperkirakan akan melaporkan kontraksi ekonomi ringan pada kuartal pertama dalam data yang akan keluar pada Senin pekan depan.

Baca Juga: Otoritas Pajak Indonesia & Jepang Perkuat Kerja Sama di 3 Aspek Ini

Pemerintah juga sedang mempertimbangkan untuk mengurangi pengeluaran modal dan output pabrik dalam laporan Mei 2019. Belanja modal diperkirakan akan memburuk. Neraca perdagangan diperkirakan masih akan baik meskipun lebih banyak dipengaruhi anjloknya impor.

“Dengan demikian, produk domestik bruto pada kuartal I Kemungkinan akan berubah menjadi buruk,” ujar sumber di pemerintahan. (kaw)

Baca Juga: Pihak Oposisi Serukan Penundaan Kenaikan Pajak Penjualan
Topik : sales tax, Jepang, PM Abe
artikel terkait
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 13 September 2016 | 14:15 WIB
KINERJA BUMN
Senin, 03 Juli 2017 | 10:30 WIB
STRATEGI MAKRO
Minggu, 31 Juli 2016 | 12:19 WIB
FASILITAS IMPOR
Selasa, 18 April 2017 | 17:49 WIB
KETENTUAN PP 18 TAHUN 2015
Senin, 08 Mei 2017 | 16:57 WIB
KEUANGAN PUBLIK
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:29 WIB
DESENTRALISASI FISKAL
Selasa, 13 September 2016 | 13:01 WIB
SHORTFALL PAJAK