Review
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 24 November 2022 | 09:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Reportase

Dunia Dibayangi Resesi, Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Resilien

A+
A-
1
A+
A-
1
Dunia Dibayangi Resesi, Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Resilien

Menteri Keuangan Sri Mulyani. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini kinerja perekonomian Indonesia pada tahun ini akan tetap tumbuh positif meski dunia saat ini sedang dibayangi ancaman resesi.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah selama ini terus mewaspadai dampak perkembangan global yang dinamis terhadap perekonomian dalam negeri. Dia optimistis kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal III/2022 masih menunjukkan kinerja yang positif.

"Kita berharap seluruh indikator baik konsumsi, mobilitas indeks, dan lain-lain menggambarkan resilience pada kuartal III/2022. Investasi dan kegiatan produksi juga resilience. Negara lain sudah turun dan kontraktif," katanya, Kamis (29/9/2022).

Baca Juga: Dokumen yang Wajib Dikenakan Bea Meterai, Ini Sanksinya Jika Tak Lunas

Sri Mulyani menuturkan beberapa negara saat ini sedang menghadapi tantangan karena naiknya tensi geopolitik global. Lonjakan inflasi akibat kenaikan harga pangan dan energi mulai direspons dengan menaikkan suku bunga acuan, sehingga bakal memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Dia memandang kinerja pemulihan ekonomi Indonesia saat ini masih berjalan dengan cukup kuat. Pada kuartal III/2022, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4% hingga 6%.

Menurut menkeu, pertumbuhan ekonomi kuartal III/2022 ditopang oleh konsumsi masyarakat, kinerja ekspor, dan investasi. Untuk kuartal IV/2022, pertumbuhan ekonomi diperkirakan disokong belanja pemerintah karena realisasi belanja saat ini masih kecil.

Baca Juga: Awas! e-Meterai Tidak Boleh Menumpuk dengan Tanda Tangan

Hingga akhir Agustus 2022, realisasi belanja negara baru mencapai Rp1.657 triliun atau 53,3% dari pagu Rp3.106,4 triliun.

"Hitung saja 40% dari yang tersebut akan dibayarkan atau dibelanjakan ke perekonomian. Belum belanja seperti subsidi dan kompensasi yang pemerintah akan bayarkan," ujar Sri Mulyani.

Menkeu menambahkan APBN juga akan tetap bekerja sebagai shock absorber dari gejolak harga-harga global, terutama di bidang pangan dan energi. Kondisi itu juga akan berlanjut pada 2023 karena perekonomian dunia diperkirakan akan masih mengalami pelemahan. (rig)

Baca Juga: Ada Tren Kenaikan Harga Beras Hingga Telur Ayam Ras, Ini Kata BPS

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : menkeu sri mulyani, resesi, ekonomi, pertumbuhan ekonomi, pangan,energi, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 30 November 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kembali Tawarkan SBSN Khusus PPS, Pemerintah Raup Rp250,26 Miliar

Selasa, 29 November 2022 | 23:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Rasio Kepatuhan Formal Wajib Pajak Sudah 88 Persen, Ini Perinciannya

Selasa, 29 November 2022 | 22:34 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Sebut Sudah 52,9 Juta NIK telah Terintegrasi dengan NPWP

Selasa, 29 November 2022 | 19:00 WIB
PMK 170/2022

Kemenkeu Kucurkan DID Kembali untuk Pemda dengan Inflasi Terendah

berita pilihan

Kamis, 01 Desember 2022 | 19:30 WIB
BEA METERAI

Dokumen yang Wajib Dikenakan Bea Meterai, Ini Sanksinya Jika Tak Lunas

Kamis, 01 Desember 2022 | 19:00 WIB
KP2KP PINRANG

Dapat SK Pensiun, ASN Diimbau Segera Ajukan Penonaktifan NPWP

Kamis, 01 Desember 2022 | 18:48 WIB
PAJAK PENGHASILAN

Soal Penghitungan PPh Natura, DJP Minta Wajib Pajak Tunggu Ini

Kamis, 01 Desember 2022 | 18:30 WIB
BEA METERAI

Awas! e-Meterai Tidak Boleh Menumpuk dengan Tanda Tangan

Kamis, 01 Desember 2022 | 18:15 WIB
KP2KP SIDRAP

Bayar PPh Final 0,5%, WP UMKM Diimbau Lakukan Pencatatan Lebih Dulu

Kamis, 01 Desember 2022 | 18:00 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK

Ada Tren Kenaikan Harga Beras Hingga Telur Ayam Ras, Ini Kata BPS

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:47 WIB
UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA

Catat! Upah Minimum Kabupaten/Kota Diumumkan Paling Lambat Pekan Depan

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:38 WIB
PMK 171/2022

Sri Mulyani Rilis Peraturan Baru Soal Pengelolaan Insentif Fiskal

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:34 WIB
KABUPATEN PONOROGO

Kepatuhan WP Membaik, Penerimaan Pajak Daerah Lampaui Target

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:18 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Masuk Desember, Belanja Pemerintah Pusat dan Pemda Bakal Dikebut