Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Duh, Setoran Pajak Masih Melambat

4
4

Dirjen Pajak Robert Pakpahan. (Foto: DDTCNews)

JAKARTA, DDTCNews – Realisasi penerimaan pajak hingga akhir April 2019 tercatat hanya mampu tumbuh 1,02% secara tahunan. Performa ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 10,89%.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan perlambatan penerimaan hingga April 2019.Pertama, adanya kebijakan restitusi dipercepat. Hingga April 2019, restitusi masih tumbuh 34%.

“Pertumbuhan penerimaan tidak sama seperti tahun lalu alasan utama adalah restitusi yang dipercepat. Sampai dengan April 2019 pertumbuhan restitusi sebesar 34%,” katanya dalam konferensi pers APBNKita, Kamis (16/5/2019).

Baca Juga: Bagaimana Kondisi Kapasitas Fiskal Daerah Indonesia? Cek di Sini!

Hal ini yang juga kemudian membuat setoran PPN dan PPnBM tumbuh negatif sebesar 4,35%. Pengaruh restitusi ini, sambungnya, juga terefleksi pada kinerja penerimaan di sektor manufaktur yang tumbuh negatif 2%. Sektor usaha ini merupakan yang paling banyak memanfaatkan fasilitas fiskal restitusi yang dipercepat.

Kedua, melemahnya kegiatan impor. Lesunya impor, menurut Robert, ikut membuat realisasi penerimaan pajak dalam rangka impor ikut menurun. Salah satu pos penerimaan yang terdampak adalah PPnBM Impor. PPnBM impor tercatat tumbuh negatif 10,48%.

Kemudian, PPh 22 Impor hanya mampu tumbuh 3,78%. Padahal, pada tahun lalu, pos penerimaan ini mampu tumbuh hingga 28,7%. Selanjutnya, PPN Impor tumbuh sebesar 0,72%. Capain ini jauh dari periode tahun lalu yang tumbuh sebesar 24,8%.

Baca Juga: Sri Mulyani Janji Tindak Lanjuti Temuan BPK

“Kemudian impor yang melambat secara drastis dari tahun lalu karena faktor policy pemerintah,” paparnya.

Seperti diketahui, pertumbuhan yang hanya 1% ini jauh dari angka ideal untuk mencapai target penerimaan. Pasalnya, dengan target sejumlah Rp1.577,6 trilun setidaknya pertumbuhan penerimaan hingga April harus berada dalam kisaran 10%. (kaw)

Berikut rincian penerimaan pajak Januari hingga akhir April.

Baca Juga: Menkeu: Penurunan Suku Bunga Antisipasi Perlemahan Ekonomi
Uraian Realisasi 2018
(Rp Triliun)
Realisasi 2019 (Rp Triliun) Pertumbuhan 2018 (%) Pertumbuhan 2019 (%)
PPh Nonmigas 223,7 232,73 10,34 4,08
PPN & PPnBM 135,9 129,88 14,09 (4,35)
PBB dan pajak lainnya 2,6 2,21 (8,44) (16,07)
PPh Migas 21,1 22,18 0,66 5,22
Jumlah Total 383,3 387,00 10,89 1,02

“Pertumbuhan penerimaan tidak sama seperti tahun lalu alasan utama adalah restitusi yang dipercepat. Sampai dengan April 2019 pertumbuhan restitusi sebesar 34%,” katanya dalam konferensi pers APBNKita, Kamis (16/5/2019).

Baca Juga: Bagaimana Kondisi Kapasitas Fiskal Daerah Indonesia? Cek di Sini!

Hal ini yang juga kemudian membuat setoran PPN dan PPnBM tumbuh negatif sebesar 4,35%. Pengaruh restitusi ini, sambungnya, juga terefleksi pada kinerja penerimaan di sektor manufaktur yang tumbuh negatif 2%. Sektor usaha ini merupakan yang paling banyak memanfaatkan fasilitas fiskal restitusi yang dipercepat.

Kedua, melemahnya kegiatan impor. Lesunya impor, menurut Robert, ikut membuat realisasi penerimaan pajak dalam rangka impor ikut menurun. Salah satu pos penerimaan yang terdampak adalah PPnBM Impor. PPnBM impor tercatat tumbuh negatif 10,48%.

Kemudian, PPh 22 Impor hanya mampu tumbuh 3,78%. Padahal, pada tahun lalu, pos penerimaan ini mampu tumbuh hingga 28,7%. Selanjutnya, PPN Impor tumbuh sebesar 0,72%. Capain ini jauh dari periode tahun lalu yang tumbuh sebesar 24,8%.

Baca Juga: Sri Mulyani Janji Tindak Lanjuti Temuan BPK

“Kemudian impor yang melambat secara drastis dari tahun lalu karena faktor policy pemerintah,” paparnya.

Seperti diketahui, pertumbuhan yang hanya 1% ini jauh dari angka ideal untuk mencapai target penerimaan. Pasalnya, dengan target sejumlah Rp1.577,6 trilun setidaknya pertumbuhan penerimaan hingga April harus berada dalam kisaran 10%. (kaw)

Berikut rincian penerimaan pajak Januari hingga akhir April.

Baca Juga: Menkeu: Penurunan Suku Bunga Antisipasi Perlemahan Ekonomi
Uraian Realisasi 2018
(Rp Triliun)
Realisasi 2019 (Rp Triliun) Pertumbuhan 2018 (%) Pertumbuhan 2019 (%)
PPh Nonmigas 223,7 232,73 10,34 4,08
PPN & PPnBM 135,9 129,88 14,09 (4,35)
PBB dan pajak lainnya 2,6 2,21 (8,44) (16,07)
PPh Migas 21,1 22,18 0,66 5,22
Jumlah Total 383,3 387,00 10,89 1,02
Topik : APBN 2019, fiskal, Sri Mulyani, APBN KIta, kinerja April 2019
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua minggu sekali, dengan berkomentar di artikel ini! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
berita pilihan
Selasa, 04 Desember 2018 | 14:21 WIB
KEBIJAKAN ANGGARAN
Senin, 24 Oktober 2016 | 14:02 WIB
TAX AMNESTY
Kamis, 25 April 2019 | 13:16 WIB
PEMBANGKIT LISTRIK
Jum'at, 26 April 2019 | 18:57 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Rabu, 21 November 2018 | 14:53 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Kamis, 06 Juni 2019 | 08:15 WIB
REFORMASI PAJAK
Rabu, 10 Juli 2019 | 10:31 WIB
INSENTIF FISKAL
Selasa, 07 Mei 2019 | 15:33 WIB
REFORMA AGRARIA
Rabu, 10 Juli 2019 | 12:54 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Selasa, 07 Mei 2019 | 16:20 WIB
INSENTIF FISKAL