Review
Minggu, 24 Mei 2020 | 14:42 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Sabtu, 23 Mei 2020 | 12:52 WIB
ANALISIS PAJAK
Sabtu, 23 Mei 2020 | 10:30 WIB
MENGHADAPI COVID-19 DENGAN PAJAK DAERAH (4)
Sabtu, 23 Mei 2020 | 06:08 WIB
Seri Tax Control Framework (7)
Fokus
Literasi
Sabtu, 23 Mei 2020 | 12:00 WIB
TAX EXPENDITURE (2)
Jum'at, 22 Mei 2020 | 15:14 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 15:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Mei 2020 | 12:02 WIB
TIPS MENDAPATKAN INSENTIF
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

DJP Undang Anda untuk Berkontribusi dalam Jurnal Elektronik Perpajakan

A+
A-
4
A+
A-
4
DJP Undang Anda untuk Berkontribusi dalam Jurnal Elektronik Perpajakan

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama.

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak (DJP) mengundang seluruh pihak untuk berkontribusi dalam penyusunan jurnal kajian ilmiah perpajakan Indonesia, Scientax. Topik ini menjadi bahasan beberapa media nasional pada hari ini, Senin (21/10/2019).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan misi awal dari pembuatan Scientax mengacu kepada aspek kepatuhan dan penerimaan pajak. Edisi pertama telah rilis dengan topik penegakan hukum dan kepatuhan.

“Pada Volume I No. 1 ini kami angkat isu law enforcement dan kepatuhan. [Topik] pada edisi selanjutnya akan berbeda,” ujarnya.

Baca Juga: Ada Covid-19, DJP Ubah Strategi & Cara Optimalisasi Penerimaan Pajak?

Pria yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Scientax tersebut mengatakan topik pada penelitian dan kajian pada edisi selanjutnya berkaitan dengan dua aspek. Pertama, kebijakan pajak. Kedua, sistem administrasi dalam mendukung kepatuhan pajak.

Untuk itu, sambungnya, DJP mengundang akademisi, praktisi, peneliti, dan pemerhati masalah bidang ilmu perpajakan untuk berpartisipasi dalam edisi lanjutan Scientax. Kontibusi bukan hanya dalam bentuk penelitian, melainkan juga penelaahan atas hasil kajian yang dikirimkan.

Artikel yang diterbitkan dalam Scientax telah melalui proses review, evaluasi dan penyuntingan oleh dewan redaksi, mitra bestari dan anggota staf editorial. Scientax dapat diakses melalui laman web https://ejurnal.pajak.go.id. Jurnal ilmiah ini terbit dua kali dalam setahun yakni pada Oktober dan April dalam bentuk elektronik.

Baca Juga: Tax Center Universitas Trunajaya Bontang Diresmikan

Adapun reviewer dalam Scientax terdiri atas beberapa pakar, seperti Darussalam, Gunadi, Haula Rosdiana, Ahmad Komara, Arifin Rosid, Budi Susila, Gatot Soepriyanto, Gusti Ayu Indah Ratnasari, Lasmin, Niken Evi Suryani, Christine Tjen, dan Sriadi Setyanto.

Selain itu, beberapa media nasional juga menyoroti pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Pasalnya, masih ada pekerjaan rumah dari sisi fiskal yang harus dikerjakan untuk mendukung program prioritas lima tahun mendatang.

Berikut ulasan berita selengkapnya.

Baca Juga: DJP: SSP Tak Perlu Dilampirkan Dulu Saat Lapor Realisasi Insentif
  • Komparasi dengan Negara Lain

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan ruang lingkup Scientax cukup luas. Ruang lingkup tersebut antara lain berkaitan dengan administrasi dan kebijakan perpajakan Indonesia, serta komparasinya dengan berbagai negara lain.

“Yang meliputi pelayanan, edukasi, pengawasan/penegakan hukum, peraturan, sistem informasi dan lainya. Kajian juga bisa mengangkat isu-isu perpajakan kontemporer saat ini,” katanya.

  • Penerimaan Pajak

Sri Mulyani Indrawati mengatakan ke depannya tugas Kementerian Keuangan masih harus berkutat dalam agenda untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat, menurunkan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok.

Baca Juga: Ini Tindakan DJP Bagi Wajib Pajak yang Belum Lapor Realisasi Insentif

Untuk itu, upaya untuk meningkatkan penerimaan pajak juga masih menjadi pekerjaan rumah. Pada saat yang bersamaan, otoritas fiskal perlu mengoptimalkan belanja negara agar masyarakat mendapatkan manfaat maksimal.

  • Prioritas Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo mengungkapkan adanya lima program prioritas pemerintahannya bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam lima tahun mendatang. Kelima prioritas ini disebutkan saat Jokowi menyampaikan pidato sesuai dilantik.

Kelima aspek yang menjadi prioritas itu adalah pertama, pembangunan sumber daya manusia (SDM). Kedua, pembangunan infrastruktur. Ketiga, penyederhanaan segala bentuk kendala regulasi. Keempat, penyederhanaan birokrasi secara besar-besaran. Kelima, transformasi ekonomi.

Baca Juga: Pelaksanaan Insentif Pajak dan Beleid Baru Jadi Perhatian Publik

“Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.

  • Implementasi KSWP Diperluas

Pemerintah akan meminta bukti kepatuhan pajak bagi Anda yang ingin meminta layanan publik tertentu di Kementerian Ketenagakerjaan. Syarat tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.18/2019.

“Untuk mewujudkan aksi pencegahan korupsi … , perlu dilakukan peningkatan pemantauan dan pengawasan pemenuhan kewajiban perpajakan bagi wajib pajak melalui konfirmasi status wajib pajak (KSWP),” demikian bunyi penggalan pertimbangan dalam beleid tersebut. (kaw)

Baca Juga: Masa WFH Fiskus Selesai Pekan Depan atau Diperpanjang? Ini Kata DJP
Topik : berita pajak hari ini, berita pajak, edukasi pajak, jurnal, DJP, Scientax
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Senin, 25 Mei 2020 | 06:00 WIB
PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Minggu, 24 Mei 2020 | 14:42 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 10:00 WIB
INSENTIF FISKAL
Minggu, 24 Mei 2020 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Minggu, 24 Mei 2020 | 08:00 WIB
IHPS SEMESTER II/2019
Minggu, 24 Mei 2020 | 06:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN UTARA