Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

DJP Harus Mengayomi Wajib Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0

SEPERTI yang kita tahu bahwa distribusi dari hasil pajak akan digunakan untuk kemakmuran rakyat. Namun, realitanya masih banyak rakyat Indonesia yang masih merasa belum mawas tentang betapa pentingnya membayar pajak.

Terkait dengan permasalahan tersebut, artis sekaligus anggota DPR RI, Eko Patrio angkat bicara soal reformasi birokrasi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan sejauh mana usaha DJP untuk memperbaiki kinerja dan pelayanannya guna memudahkan masyarakat.

Perlu diketahui bahwa saat ini DJP telah melakukan reformasi birokrasi terhadap 30 ribu pegawai yang tersebar pada kurang lebih 500 kantor di seluruh Indonesia bahkan hingga ke pelosok-pelosok nusantara.

Baca Juga: Urus Pajak Bisnisnya, Artis Tampan Ini Datangi KPP Pratama Makassar

Menurutnya, dengan jumlah pegawai dan kantor yang banyak tersebut seharusnya pelayanan yang diberikan pun semakin maksimal jika dibandingkan dengan saat pertama dirinya terjun di dunia hiburan. Seharusnya membayar pajak saat ini menjadi lebih mudah, apalagi karena sudah menggunakan sistem online.

“Saat ini, DJP sudah memperlakukan wajib pajak seperti raja, karena pelayanannya yang tidak lagi 'dipersulit'. Berbeda dengan zaman dulu, di mana wajib pajak cenderung ditakut-takuti agar membayar pajak, justru cara tersebut malah tidak pas,” tutur Eko.

Menurut pria yang memiliki nama lengkap Eko Hendro Purnomo ini, yang patut disoroti bukan sekadar berhasil atau tidaknya DJP dalam melakukan reformasi birokrasi.

Baca Juga: Bukan Sombong, Tapi Bangga

Seharusnya yang menjadi sorotan adalah kemampuan DJP untuk mengubah paradigma masyarakat yang sudah terlanjur trauma akan pajak, karena mereka takut ada penyalahgunaan uang pajak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Salah satu pendekatan yang dilakukan oleh DJP untuk mengubah paradigma ini adalah dengan lebih mengayomi, misalkan dengan memberikan sosialisasi kepada wajib pajak. Dengan begitu, akan timbul kesadaran dari masyarakat dengan sendirinya untuk mau membayar pajak," tutupnya. (Gfa)

Baca Juga: Lapor SPT, Pelantun Do Re Mi Ini Sambangi KPP Pratama Serang

Perlu diketahui bahwa saat ini DJP telah melakukan reformasi birokrasi terhadap 30 ribu pegawai yang tersebar pada kurang lebih 500 kantor di seluruh Indonesia bahkan hingga ke pelosok-pelosok nusantara.

Baca Juga: Urus Pajak Bisnisnya, Artis Tampan Ini Datangi KPP Pratama Makassar

Menurutnya, dengan jumlah pegawai dan kantor yang banyak tersebut seharusnya pelayanan yang diberikan pun semakin maksimal jika dibandingkan dengan saat pertama dirinya terjun di dunia hiburan. Seharusnya membayar pajak saat ini menjadi lebih mudah, apalagi karena sudah menggunakan sistem online.

“Saat ini, DJP sudah memperlakukan wajib pajak seperti raja, karena pelayanannya yang tidak lagi 'dipersulit'. Berbeda dengan zaman dulu, di mana wajib pajak cenderung ditakut-takuti agar membayar pajak, justru cara tersebut malah tidak pas,” tutur Eko.

Menurut pria yang memiliki nama lengkap Eko Hendro Purnomo ini, yang patut disoroti bukan sekadar berhasil atau tidaknya DJP dalam melakukan reformasi birokrasi.

Baca Juga: Bukan Sombong, Tapi Bangga

Seharusnya yang menjadi sorotan adalah kemampuan DJP untuk mengubah paradigma masyarakat yang sudah terlanjur trauma akan pajak, karena mereka takut ada penyalahgunaan uang pajak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Salah satu pendekatan yang dilakukan oleh DJP untuk mengubah paradigma ini adalah dengan lebih mengayomi, misalkan dengan memberikan sosialisasi kepada wajib pajak. Dengan begitu, akan timbul kesadaran dari masyarakat dengan sendirinya untuk mau membayar pajak," tutupnya. (Gfa)

Baca Juga: Lapor SPT, Pelantun Do Re Mi Ini Sambangi KPP Pratama Serang
Topik : artis pajak, pajak artis, eko patrio
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Kamis, 18 Agustus 2016 | 15:03 WIB
SANDRA DEWI:
Senin, 04 Juli 2016 | 20:39 WIB
PINKAN MAMBO:
Senin, 17 April 2017 | 15:42 WIB
NORA DANISH:
Kamis, 22 September 2016 | 16:15 WIB
HANUNG BRAMANTYO:
berita pilihan
Senin, 17 April 2017 | 15:42 WIB
NORA DANISH:
Jum'at, 30 September 2016 | 07:31 WIB
ROY MARTEN:
Jum'at, 17 Mei 2019 | 17:43 WIB
KEVIN HENDRAWAN:
Kamis, 24 Januari 2019 | 13:30 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Senin, 10 Juni 2019 | 15:41 WIB
TERRENCE HOWARD
Jum'at, 14 Desember 2018 | 11:46 WIB
SPANYOL
Kamis, 06 Juni 2019 | 10:40 WIB
SPANYOL
Minggu, 27 Oktober 2019 | 16:57 WIB
SERGIO RAMOS: