Fokus
Literasi
Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI
Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Ditjen Pajak Terbitkan 2,4 Juta SP2DK Sepanjang 2020, Ini Perinciannya

A+
A-
11
A+
A-
11
Ditjen Pajak Terbitkan 2,4 Juta SP2DK Sepanjang 2020, Ini Perinciannya

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Pajak (DJP) menerbitkan jutaan Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) sepanjang 2020 lalu.

Laporan Tahunan DJP 2020 menyebutkan sebanyak 2,4 juta SP2DK diterbitkan pada tahun lalu. Surat tersebut merupakan permintaan otoritas atas data terhadap dugaan belum dipenuhinya kewajiban perpajakan.

"Produksi SP2DK tahun 2020 sebanyak 2.424.701 surat," tulis Laporan Tahunan DJP 2020 dikutip pada Senin (18/10/2021).

Baca Juga: Kepatuhan Pajak Rendah, Otoritas Perketat Pengawasan Lewat Teknologi

DJP menyatakan SP2DK yang diterbitkan pada tahun lalu belum seluruhnya diterbitkan Laporan Hasil Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (LHP2DK). Pada tahun lalu, LHP2DK yang diterbitkan mencapai 1,3 juta surat.

Dari seluruh surat yang dirilis, ada 1,4 juta wajib pajak yang menerima SP2DK dari Ditjen Pajak pada 2020 lalu. Kategori SP2DK yang sudah dinyatakan selesai berlaku terhadap 817.849 wajib pajak.

DJP menyatakan realisasi nilai SP2DK pada tahun lalu lebih kecil dibandingkan realisasi nilai LHP2DK. Nilai realisasi SP2DK yang terbit sepanjang 2020 sejumlah Rp66,85 triliun.

Baca Juga: Mohammad Ahsan Sambangi Kantor Pajak, Ada Apa?

"Nilai realisasi atas LHP2DK yang terbit tahun 2020 [senilai] Rp70,05 triliun," terang DJP.

Sementara itu, realisasi penerimaan pajak dari upaya pengawasan pada tahun lalu mencapai Rp103 triliun. Kemudian proses bisnis ekstensifikasi untuk menambah basis pajak pada tahun lalu mencapai 112.519 wajib pajak baru. (sap)

Baca Juga: DJP Gencarkan Pengawasan WP Penerima Insentif, Begini Ketentuannya
Topik : pengawasan pajak, sanksi pajak, kepatuhan pajak, SP2DK, LHP2DK

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 17 November 2021 | 15:45 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Metode Pemotongan Pajak di BLU Masih Beragam, Ini Kata Kemenkeu

Rabu, 17 November 2021 | 10:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Lelang Tak Cukup Lunasi Tunggakan Pajak, DJP Kembali Sita Aset

Selasa, 16 November 2021 | 14:30 WIB
KOTA TANGERANG

Rugikan Negara Rp41,2 Miliar, Tersangka Faktur Pajak Fiktif Ditangkap

Selasa, 16 November 2021 | 11:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Belum Beri Kelonggaran untuk Wajib Pajak di Sintang, Ini Alasannya

berita pilihan

Selasa, 07 Desember 2021 | 18:34 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Prepopulated Dokumen CK-1 dan PEB Diimplementasikan Secara Nasional

Selasa, 07 Desember 2021 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Debitur KUR Terdampak Erupsi Semeru Dapat Keringanan

Selasa, 07 Desember 2021 | 17:45 WIB
LEGISLASI

Tok! DPR Resmi Setujui RUU HKPD Jadi Undang-Undang

Selasa, 07 Desember 2021 | 17:00 WIB
RUU HKPD

Masa Transisi RUU HKPD 5 Tahun, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Selasa, 07 Desember 2021 | 16:30 WIB
METERAI ELEKTRONIK

Simak Perbedaan Cara Pembubuhan Meterai Tempel dan Elektronik

Selasa, 07 Desember 2021 | 16:00 WIB
MEKSIKO

AS Mau Subsidi Mobil Listrik, Meksiko Ancam Retaliasi Dagang

Selasa, 07 Desember 2021 | 15:42 WIB
RUU HKPD

RUU HKPD Disahkan, Tarif Maksimal Pajak Kendaraan dan BBNKB Dipangkas

Selasa, 07 Desember 2021 | 15:30 WIB
KPP PRATAMA SURABAYA GUBENG

Tunggakan Pajak Capai Ratusan Juta, Mobil Perusahaan Disita DJP