Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Di Negara Ini Warganya Enggan Bayar Pajak

A+
A-
2
A+
A-
2

ACCRA, DDTCNews – Pemerintah Ghana terus mendorong peningkatan setoran pajak. Namun korupsi menggerus kepercayaan publik untuk taat membayar pajak.

Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi Nasional untuk Pendidikan Kewarganegaraan (NCCE) Gifty Agyeiwaa Badu dalam sebuah acara di Accra, Senin (4/12). Berdasarkan pengamatannya, saat ini masyarakat Ghana enggan membayar pajak. Fenomena ini terjadi karena persepsi publik terhadap pajak yang mereka bayarkan akan diselewengkan oleh elit politik alias korupsi.

“Untuk itulah kita perlu bersuara bahwa pajak yang dikumpulkan tidak akan lari ke kantong mereka (pejabat). Uang itu akan digunakan sesuai dengan tujunannya,” katanya dilansir primenewsghana.com

Baca Juga: Artis Pamer Saldo Rekening Bank, DJP: Yang Penting Sudah Masuk SPT

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, lembaganya bekerja sama dengan otoritas pajak Ghana (GRA) melakukan serangkain usaha. Salah satunya adalah dengan mengunjungi organisasi berbasis agama, pengrajin dan kelompok perempuan.

Melalui kunjungan ini, lembaganya dapat mendidik anggota kelompok mengenai pentingnya membayar pajak terlepas dari persepsi publik soal korupsi. Selain itu, peningkatan pengetahuan terkait penegakan hukum menjadi hal penting yang diberikan untuk meningkatkan kepatuhan membayar pajak.

“Jika kita menolak membayar pajak, maka kita sedang menghancurkan bangsa ini,” ungkap Badu.

Baca Juga: Dirjen Pajak Bakal Ubah Skema Ekstensifikasi, Ini Gambarannya

Kolaborasi dengan GRA merupakan bagian dari kampanye nasional untuk meningkatkan kepatuhan warga dalam membayar pajak. Program ini punya slogan ‘Pajak Kita-Masa Depan kita’ dan dilaksanakan pada bulan November dan Desember. Langkah nyata dari program ini adalah mendorong pelaku usaha untuk mendapatkan nomor Pin Identifikasi Pajak dari GRA.

Permasalahan korupsi memang jadi isu penting di negara sub sahara benua Afrika itu. Indeks Persepsi Korupsi Ghana dilansir Transparancy International pada tahun 2016 berada di posisi 70 dari 176 negara. Posisi ini lebih baik dari Indonesia yang ada di peringkat 90 dalam daftar upaya pemberantasan korupsi tersebut.

Baca Juga: Sudah Kantongi Data, DJP Siap Uji Kepatuhan Wajib Pajak

“Untuk itulah kita perlu bersuara bahwa pajak yang dikumpulkan tidak akan lari ke kantong mereka (pejabat). Uang itu akan digunakan sesuai dengan tujunannya,” katanya dilansir primenewsghana.com

Baca Juga: Artis Pamer Saldo Rekening Bank, DJP: Yang Penting Sudah Masuk SPT

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, lembaganya bekerja sama dengan otoritas pajak Ghana (GRA) melakukan serangkain usaha. Salah satunya adalah dengan mengunjungi organisasi berbasis agama, pengrajin dan kelompok perempuan.

Melalui kunjungan ini, lembaganya dapat mendidik anggota kelompok mengenai pentingnya membayar pajak terlepas dari persepsi publik soal korupsi. Selain itu, peningkatan pengetahuan terkait penegakan hukum menjadi hal penting yang diberikan untuk meningkatkan kepatuhan membayar pajak.

“Jika kita menolak membayar pajak, maka kita sedang menghancurkan bangsa ini,” ungkap Badu.

Baca Juga: Dirjen Pajak Bakal Ubah Skema Ekstensifikasi, Ini Gambarannya

Kolaborasi dengan GRA merupakan bagian dari kampanye nasional untuk meningkatkan kepatuhan warga dalam membayar pajak. Program ini punya slogan ‘Pajak Kita-Masa Depan kita’ dan dilaksanakan pada bulan November dan Desember. Langkah nyata dari program ini adalah mendorong pelaku usaha untuk mendapatkan nomor Pin Identifikasi Pajak dari GRA.

Permasalahan korupsi memang jadi isu penting di negara sub sahara benua Afrika itu. Indeks Persepsi Korupsi Ghana dilansir Transparancy International pada tahun 2016 berada di posisi 70 dari 176 negara. Posisi ini lebih baik dari Indonesia yang ada di peringkat 90 dalam daftar upaya pemberantasan korupsi tersebut.

Baca Juga: Sudah Kantongi Data, DJP Siap Uji Kepatuhan Wajib Pajak
Topik : berita internasional, ghana, kepatuhan pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 21 Juni 2019 | 16:16 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:55 WIB
BANGLADESH
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:01 WIB
ITALIA
Kamis, 30 Maret 2017 | 11:35 WIB
INDIA
Jum'at, 14 Juli 2017 | 09:33 WIB
PRANCIS
Kamis, 08 Juni 2017 | 18:36 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 05 Mei 2017 | 11:39 WIB
ITALIA