Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

'Defisit Tahun Ini 5,07% terhadap PDB'

A+
A-
8
A+
A-
8

JAKARTA, DDTCNews—Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2021 berada di kisaran 4,5%-5,5%. Adapun laju inflasi pada tahun depan ditargetkan 2%-4%defisit anggaran diperkirakan 3%-4% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan detail kerangka ekonomi makro dan pokok kebijakan fiskal 2021 akan segera disampaikan kepada DPR. Menurutnya, kerangka kebijakan itu telah memperhitungkan situasi ekonomi saat ini, terutama yang diakibatkan pandemi virus Corona.

“Pertumbuhan ekonomi tahun depan kami perkirakan dalam range 4,5% hingga 5,5% dengan inflasi 2% hingga 4%. Nanti indikator ini masih akan terus kami define,” katanya seusai sidang kabinet paripurna melalui konferensi video, Selasa (14/4/2020).

Menurut Sri Mulyani, tekanan ekonomi terberat akibat virus Corona terjadi pada kuartal II-2020 dan kuartal III-2020. Pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi diprediksi 0%- 0,3%, bahkan bisa minus 2,6%. Adapun pada kuartal III-2020, ekonomi akan tumbuh 1,5%-2,8%.

Sementara itu, ekonomi pada kuartal IV-2020 diyakini akan kembali membaik karena virus Corona telah mereda. “Kami berharap kalau kami mengelola dampak Covid-19, dampak sosial ekonomi dan keuangannya, maka recovery akan bisa berjalan paling tidak mulai kuartal terakhir tahun ini,” ujarnya.

Mengenai defisit anggaran yang mencapai 3,4% terhadap PDB, Sri Mulyani menyebutnya sebagai efek lanjutan penanganan dampak virus Corona tahun ini. Pada 2020, defisit anggaran diproyeksi melebar hingga 5,07% terhadap PDB, dari target awal 1,76%. (Bsi)

Topik : sri mulyani, defisit anggaran, virus Corona
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:47 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 03 Juli 2020 | 14:12 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 03 Juli 2020 | 10:08 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Jum'at, 03 Juli 2020 | 09:26 WIB
PMK 75/2020
berita pilihan
Minggu, 12 Juli 2020 | 06:01 WIB
SE-38/PJ/2020
Sabtu, 11 Juli 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Sabtu, 11 Juli 2020 | 14:01 WIB
ITALIA
Sabtu, 11 Juli 2020 | 13:01 WIB
KARTUNIS LALO ALCARAZ:
Sabtu, 11 Juli 2020 | 12:01 WIB
PANDUAN OECD
Sabtu, 11 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:01 WIB
PROVINSI SULAWESI BARAT
Sabtu, 11 Juli 2020 | 09:01 WIB
PANDUAN OECD
Sabtu, 11 Juli 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN