Berita
Selasa, 14 Juli 2020 | 13:00 WIB
FOKUS HARI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 12:30 WIB
FOKUS HARI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 12:18 WIB
FILIPINA
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:40 WIB
FOKUS HARI PAJAK
Review
Selasa, 14 Juli 2020 | 06:51 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Selasa, 14 Juli 2020 | 09:00 WIB
HASIL DEBAT 30 JUNI-13 JULI 2020
Selasa, 07 Juli 2020 | 16:14 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Senin, 06 Juli 2020 | 17:49 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Jum'at, 03 Juli 2020 | 17:33 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Reportase

Dampak Virus Corona, DJBC Longgarkan Penyerahan SKA Form E dari China

A+
A-
1
A+
A-
1
Dampak Virus Corona, DJBC Longgarkan Penyerahan SKA Form E dari China

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) memberikan relaksasi penyerahan surat keterangan asal (SKA) Form E dari China agar kegiatan ekspor-impor segera pulih, sebagai dampak adanya wabah virus Corona.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai Syarif Hidayat mengatakan relaksasi tersebut akan mempermudah klaim tarif preferensi, seperti yang diatur dalam PMK 229/PMK.04/2017.

Pasalnya, pemanfaatan tarif preferensi Asean—China Free Trade Area (ACFTA) sempat terkendala karena penutupan sementara penerbangan dari China. Selain itu, ada masalah administrasi dalam proses pengiriman SKA Form E.

Baca Juga: Ada Tawaran Insentif Pajak, Investasi Asing Tetap Turun 73%

“Pemerintah menyepakati untuk memberi relaksasi penyerahan lembar asli SKA Form E sebagai langkah antisipasi terkendalanya pemanfaatan tarif preferensi atas importasi barang yang berasal dari China,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2/2020).

Syarif mengatakan saat ini para importir bisa mengklaim tarif preferensi dengan hanya memberikan copy/scan SKA Form E. Kebijakan itu diberikan pada SKA yang diterbitkan mulai 30 Januari 2020.

Meski demikian, relaksasi itu tetap mensyaratkan barang yang diimpor harus memenuhi Ketentuan Asal Barang. Importir yang bisa mendapatkan relaksasi itu misalnya penyelenggara/pengusaha Tempat Penimbunan Berikat (TPB), penyelenggara/pengusaha Pusat Logistik Berikat (PLB), atau pengusaha di Kawasan Bebas.

Baca Juga: Dirjen Pajak Ibaratkan Ada Perfect Storm 2020, Apa Itu?

Syarif menambahkan lembar asli SKA Form E tetap wajib diserahkan oleh importir kepada Kantor Bea Cukai tempat melakukan importasi dalam jangka waktu 90 hari kalender sejak mendapatkan nomor pendaftaran dokumen impor. Data tersebut akan diverifikasi dengan mengkonfirmasi copy/scan SKA Form E kepada otoritas kepabeanan China.

Pengajuan relaksasi bisa ditolak jika ditemukan ketidaksesuaian. Ketidaksesuaian tersebut seperti barang yang diimpor tidak memenuhi Ketentuan Asal Barang, importir/pengusaha tidak menyerahkan surat pernyataan, lembar asli SKA Form E tidak diserahkan dalam jangka waktu yang ditetapkan.

Ketidaksesuaian juga bisa muncul dari hasil konfirmasi, SKA Form E dinyatakan tidak valid. Jika demikian, mekanisme penagihan kekurangan bea masuk akan mengacu pada Undang-Undang No. 17/2006 tentang Kepabeanan.

Baca Juga: Pemanfaatan Insentif Pajak Minim, 60% Minta Gencarkan Sosialisasi

Terhadap penetapan atas penelitian SKA Form E yang telah dilakukan sejak tanggal 30 Januari 2020, importir dapat mengajukan keberatan dan banding. Selain itu, importir juga bisa melakukan pembetulan surat penetapan tagihan atas kekurangan pembayaran bea masuk. (kaw)

Topik : virus corona, corona, relaksasi, bea cukai, DJBC, kepabeanan, China
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:09 WIB
REALOKASI APBD
Selasa, 07 Juli 2020 | 16:45 WIB
FASILITAS PERPAJAKAN
berita pilihan
Selasa, 14 Juli 2020 | 13:00 WIB
FOKUS HARI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 12:30 WIB
FOKUS HARI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 12:18 WIB
FILIPINA
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:40 WIB
FOKUS HARI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:39 WIB
PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:36 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:19 WIB
KABUPATEN BULELENG
Selasa, 14 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 10:36 WIB
HARI PAJAK 14 JULI